Suaka Margasatwa: Pengertian, Tujuan, Karakteristik, dan Contoh

Diposting pada

Sejak kecil kita sudah diajari orang tua untuk membiasakan cinta terhadap sesama termasuk terhadap  hewan. Suaka margasatwa, tempat di mana hewan atau fauna liar dilindungi juga harus kita lestarikan keberadaannya.

Ingatkah Anda, kapan terakhir kali study tour mengunjungi suaka margasatwa? Hewan apa saja yang ada di sana?

Mari mengingat kembali serba-serbi mengenai suaka margasatwa. Mulai dari definisi, tujuan, sejarah, hingga perkembangannya.

Berikut adalah ensiklopedia lengkap mengenai suaka margasatwa.

Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman Hayati

1. Pengertian Suaka Margasatwa

Suaka margasatwa menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 adalah sebuah kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa keunikan dan atau keanekaragaman jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

Sementara definisi singkat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), suaka margasatwa adalah cagar alam yang secara khusus digunakan untuk melindungi binatang liar di dalamnya.

Advertisement nature photography

Kawasan suaka margasatwa merupakan aset negara yang  dilindungi.

Maka dari itu, ada peraturan khusus yang dibentuk untuk mengikat, menetapkan, dan menentukan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kawasan ini.

Adapun peraturan yang saat ini berlaku adalah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.

2. Tujuan Pembentukan

Sama halnya dengan cagar alam, kawasan suaka margasatwa dibentuk dengan tujuan tertentu.

Adapun tujuan pembentukan kawasan konservasi ini adalah sebagai berikut:

  1. Melindungi satwa dari ancaman perburuan
  2. Melestarikan satwa agar bisa bertahan hidup sesuai habitat asli
  3. Mengembangbiakkan dan satwa tertentu agar tidak punah
  4. Sebagai tempat konservasi hewan
  5. Melindungi ekosistem tertentu secara keseluruhan
  6. Sebagai sarana penelitian
  7. Sebagai sarana ilmu pengetahuan dan pendidikan
  8. Menunjang budidaya dan rekreasi
  9. Merupakan aset negara dari sektor pariwisata

3. Manfaat

Manfaat pembentukan salah satu jenis hutan konservasi ini adalah sebagai berikut:

  1. Jaminan hidup merdeka bagi satwa-satwa tertentu
  2. Sebagai ‘rumah’ bagi satwa
  3. Keselamatan terhadap perburuan liar dapat terjamin
  4. Kontrol terhadap satu spesies hewan jauh lebih baik dengan adanya pembatasan ruang yang sudah ditentukan
  5. Dapat digunakan untuk sarana wisata, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan penelitian
  6. Menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara
  7. Hasil penelitian populasi dapat digunakan untuk menentukan strategi konservasi

4. Karakteristik

Indonesia memiliki berbagai kawasan sebagai tempat untuk lebih mengenal hewan-hewan yang ada di sekeliling kita. Misalnya, edupark, kebun binatang, taman aquarium, museum hewan, serta suaka margasatwa.

Perbedaan nama tempat ini menunjukkan bahwa setiap tempat memiliki ciri khas unik sehingga membuatnya berbeda.

Sebagai tempat konservasi satwa, tentu suaka margasatwa juga memiliki karakteristik tertentu, seperti berikut:

4.1 Sisi Geografis Karakteristik Suaka Margasatwa

Eksistensi kawasan suaka margasatwa jelas dipengaruhi oleh tata letak astronomi.

Jika letaknya di sekitar garis khatulistiwa, ciri khas satwanya berupa satwa endemik hewan tropis.

Jika jauh dari garis khatulistiwa, kemungkinan jenis satwanya adalah subtropis. Di mana mereka seperti rakun, burung hantu, kalkun, dan beruang dapat melakukan hibernasi selama musim dingin.

4.2 Sisi Iklim Suaka Margasatwa

Sebuah suaka margasatwa dapat terbangun karena adanya perubahan iklim tertentu yang membahayakan satwa sehingga perlu kawasan konservasi.

Contohnya hewan komodo hanya ada di Pulau Komodo. Hewan endemik asli Indonesia ini memang hanya ada di Pulau Komodo karena karakteristiknya yang tidak mau berpindah. Mereka lebih senang berada di habitat aslinya.

Oleh karena itu, kawasan ini tetap dijadikan habitat komodo tidak terlalu dibangun untuk kepentingan rumah, industri, atau kepentingan manusia lainnya.