Pencemaran Udara: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Jenis

Diposting pada

6. Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Udara

Dampak dari pencemaran lingkungan sangat luas dan merugikan manusia. Usaha pencegahan dan penanggulangan sangat perlu dilakukan.

Menurut Lazuardi (2003) usaha pencegahan pencemaran lingkungan dapat dilakukan dengan cara mengganti penggunaan bahan mebel yang berbahan sterophom digantikan dengan bahan organik seperti bulu angsa, sabut kelapa, dan lain-lain.

Melakukan penyaringan asap sebelum asap tersebut dibebaskan ke udara dengan cara memasang saringan atau bahan penyerap polutan, mengalirkan gas buangan ke dalam larutan pengikat sebelum di bebaskan ke dalam air, mengurangi pemakaian bahan bakar fosil yang megandung asap dan gas-gas polutan lainnya, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan lebih memilih menggunakan angkutan umum.

Untuk menanggulangi polusi udara di Jakarta, pemerintah Kota Jakarta menetapkan beberapa kebijakan seperti car free day, penambahan fasilitas angkutan umum, pembuatan jalur hijau, meningkatkan pajak kendaraan pribadi, menambah jumlah angkutan umum, menghilangkan subsidi bahan bakar bagi pengguna kendaraan pribadi, dan penggunakan kendaraan yang ramah lingkungan.

7. Hutan sebagai Solusi dari Polusi Udara

Hutan Kota sebagai Solusi Pencemaran Udara
Hutan Kota sebagai Solusi Pencemaran Udara

Masyarakat yang tinggal di kota besar sangat rentan dan berpotensi besar terkena polusi udara.

Hutan kota merupakan solusi untuk mengurangi polusi udara di wilayah perkotaan. Hutan kota merupakan salah satu dari komponen Ruang Terbuka Hijau (RTH). Hutan kota berfungsi untuk mengurangi polusi udara.

Advertisement nature photography

Perlakuan dalam mengelola hutan kota berpengaruh terhadap kualitas udara yang dihasilkan. Banyaknya tumbuhan dalam suatu hutan kota mempengaruhi kualitas udara yang dihasilkan pula.

Hutan kota dari tahun ke tahun semakin menurun. Dalam sepuluh tahun terakhir ruang terbuka hijau mengalami penurunan. Idealnya RTH menempati luasan 30% dari total luas kota. Apabila hutan kota hilang, bisa saja munculnya berbagai permasalahan di lingkungan dan psikologis masyarakat kota.

Keberadaan hutan kota sangat penting karena dapat menstabilkan kondisi iklim di lingkungan perkotaan. Memberikan rasa sejuk di kala siang hari dan hangat di kala malam hari.

Hasil penelitian membuktikan bahwa adanya hutan kota dapat menyerap gas-gas rumah kaca dan zat polutan lain sehingga dapat mengurangi adanya polusi udara.

Hutan kota berfungsi sebagai daerah resapan air yang dapat menambah dan menyimpan  persediaan air bagi warga penduduk kota. Seperti yang kita tahu wilayah perkotaan sering kali terjadi krisis air, maka dari itu solusinya ialah adanya hutan kota. Adanya hutan kota dapat meminimalisasi penggunaan AC dan kipas angin sehingga dapat menghemat penggunaan energi listrik juga.

 

Pencemaran udara merupakan masalah yang membutuhkan perhatian khusus. Masalah ini tak hanya berdampak pada lingkungan, namun juga berdampak bagi keberlangsungan makhluk hidup, terlebih akan berpengaruh langsung terhadap kesehatan manusia.

Partikel-partikel kecil, radikal bebas, dan zat beracun lainya yang terbawa dalam polutan akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius apabila manusia terpapar langsung dalam waktu yang relatif lama.

Untuk itu, pengurangan emisi gas pencemar udara ini perlu untuk dilakukan. Tindak lanjut akan hidup sehat, mengurangi penggunaan bahan bakar, dan menggunakam bahan berbasis ekolabel merupakan gerakan sederhana untuk mengurangi dampak polutan.

Gambar Gravatar
Mahasiswa rantau dari ujung timur pulau jawa.