Hutan Kota: Pengertian dan Berbagai Manfaat yang Diberikan

Diposting pada

Hutan kota adalah sebuah kawasan yang mana sebagian atau hampir keseluruhan areanya ditutupi pepohonan yang sengaja dibiarkan tumbuh alami seperti layaknya hutan ataupun dengan sengaja ditanam.

Dalam proses pembuatannya tidak terlalu memperhatikan penataan lansekap seperti layaknya taman dan biasanya lokasi tumbuhnya pepohonan tersebut berada di dalam atau sekitar perkotaan. Kehadiran hutan kota ini tentu sangat bermanfaat untuk mengurangi berbagai masalah lingkungan di kota yang penyebabnya karena adanya dampak negatif pembangunan. Selain itu, hutan kota juga berfungsi sebagai perbaikan akan fungsi lingkungan hidup, pemanfaatannya juga berfungsi untuk menambah nilai-nilai estetis.

Kehutanan Masyarakat from pexels.com

Hutan Kota di Perkotaan

Secara fisik, pembangunan hutan kota di lingkungan perkotaan tujuannya untuk memudahkan masyarakat yang tinggal di lingkungan perkotaan untuk menjalani kehidupannya. Meski demikian, dengan makin banyaknya pembangunan, keberadaan ruang terbuka hijau sangat terbatas dan sangat berpengaruh terhadap ketidakseimbangan dari ekosistem, misalnya resapan air yang tak berfungsi, terjadinya kekeringan di musim kemarau, serta makin banyaknya polusi udara.

Dengan demikian, kondisi tersebut sangat tidak membuat nyaman masyarakat maka diperlukan sebuah kawasan yang mampu mengurangi berbagai masalah tersebut dengan pemanfaatan ruang terbuka hijau dan salah satunya kawasan hutan yang berada di lingkungan perkotaan.

Hadirnya hutan kota tentunya memberikan fungsi yang baik untuk sistem hidrologi yang mampu menciptakan sebuah iklim bersifat mikro. Kehadirannya juga membantu untuk menyeimbangkan oksigen serta karbondioksida, polusi yang semakin berkurang, serta mampu meredam polusi suara berupa kebisingan.

Tidak hanya itu, fungsi estetika juga bisa didapatkan dengan penggunaan kawasan hutan di tengah kota karena dengan hadirnya hutan di tengah kota ini bisa memberikan suasana yang asri sehingga memberikan dampak positif kepada masyarakat perkotaan. Selain fungsi-fungsi di atas, di dalam UU juga ditegaskan akan fungsi dari pemanfaatan hutan di lingkungan perkotaan, seperti:

  1. Melakukan perbaikan serta menjaga iklim yang sifatnya mikro serta memberikan nilai estetika.
  2. Membantu untuk peresapan air hujan.
  3. Menyeimbangkan serta menyerasikan lingkungan fisik suatu perkotaan.
  4. Terakhir, pastinya pelestarian keanekaragaman hayati perkotaan di Indonesia selalu terjaga.

 

Manfaat Hutan Kota

Dalam menjaga kualitas lingkungan serta kehidupan dari masyarakat perkotaan, hadirnya hutan kota ini tentunya juga memiliki manfaat yang besar untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta kehidupan masyarakat perkotaan. Manfaat-manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat diantaranya :

1. Manfaat Estetika

Lingkungan perkotaan yang banyak ditumbuhi oleh berbagai tumbuhan tentu akan memberikan nilai keindahan yang didapat dari hijaunya hutan. Hutan kota yang dibuat dengan beraneka ragam bentuk tanaman yang berpadu pada suatu pemandangan yang pastinya menyejukkan dan memanjakan mata.

2. Manfaat Ekologis

Masyarakat akan menikmati lingkungan yang serasi antara tumbuhan, hewan, dan manusia. Apabila hutan kota memiliki kondisi yang cukup baik maka banyak burung yang menjadikan hutan ini sebagai habitat hidupnya, tentu saja hal ini sangat baik untuk keseimbangan eksosistem di perkotaan.

3. Manfaat Klimatologis

Masyarakat akan merasakan suatu iklim yang sifatnya mikro seperti misalnya tingkat kelembaban udara, suhu udara, serta curah hujan yang akan menambah kesejukan serta lingkungan yang nyaman untuk mendapatkan iklim yang stabil serta sehat.

4. Manfaat Hidrologis

Pemanfaatan hutan kota ini dirasakan secara hidrologis dimana akar tanaman akan semakin terasa mampu melakukan penyerapan air tanah yang stabil, terutama di musim kemarau. Dimana hujan yang mengandung H2SO4 atau HNO3 ketika jatuh di permukaan bumi akan mengalami suatu reaksi. Reaksi yang timbul yaitu ketika permukaan daun basah akan air hujan, maka asam seperti H2SO4 bereaksi dengan Ca dan membentuk CaSO4 yang netral. Maka dari itu, air hujan yang memiliki kandungan pH asam dari proses intersepsi di permukaan daun mampu menaikkan pH sehingga air hujan tidak akan membahayakan bagi lingkungan.