Terumbu Karang: Pengertian, Jenis, Sebaran, dan Masalah

Diposting pada

9. Konservasi

Semakin berkurangnya kualitas ekosistem ini dari tahun ke tahun mendorong pemerintah dan seluruh masyarakat untuk terus melakukan upaya konservasi.

Upaya konservasi tersebut dilakukan dengan cara menanam terumbu karang untuk memperkaya ekosistem ini atau menyulam terumbu karang yang sudah rusak. Kegiatan penanaman ini harus disuplai dengan kuatnya sektor budidaya agar penyediaan bibitnya berkualitas terus berkelanjutan.

Selain upaya konservasi secara langsung dengan cara budidaya, upaya konservasi juga harus dilakukan melalui pencerdasan masyarakat agar tidak merusak ekosistem ini. Pentingnya dilakukan upaya tersebut karena kerusakan ekosistem ini lebih banyak dilakukan oleh aktivitas manusia bukan oleh kondisi alam.

Upaya tersebut dilakukan dengan cara pemberitahuan tentang manfaat dari ekosistem ini dan apa dampaknya jika ekosistem tersebut hilang.

Kondisi terumbu karang juga dipengaruhi oleh perubahan iklim yang menyebabkan suhu air laut meningkat. Akar masalah dari perubahan iklim tersebut adalah besarnya emisi karbon ke udara sehingga menimbulkan efek rumah kaca yang dapat meningkatkan suhu air laut.

Maka dari itu upaya konservasi terhadap ekosistem ini dapat juga dilakukan dengan cara menjaga ekosistem hutan. Hutan dapat mengurangi dampak perubahan iklim karena hutan merupakan penyimpan karbon terbesar yang dirubah melalui proses fisiologis tanaman menjadi biomassa.

Pentingnya fungsi ekosistem ini bagi kehidupan manusia harus terus dijaga kelestariannya sebagai bentuk upaya kerusakan lingkungan di lautan. Perlunya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ekosistem ini sangat penting karena pengelolaan terumbu karang tidak bisa dilakukan oleh satu pihak, perlu ada sinergitas didalamnya.

Maka dari itu, mari jaga terumbu karang kita untuk kelangsungan kehidupan bahari yang sejahtera!

 

Referensi:
Sembiring I, Wantasen A, Ngangi R. 2012. Manfaat langsung terumbu karang di desa tumbak Kabupaten Minahasa tenggara. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis 8(2): 58-63.

Supriharyono. 2004. Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang. Jakarta(ID): Brillian Internasional

Editor:
Mega Dinda Larasati