Terumbu Karang: Pengertian, Jenis, Sebaran, dan Masalah

Diposting pada

Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang khas karena terbentuk akibat interaksi antara karang dan zooxanthellae yang membentuk kapur sebagai hasil dari interaksinya.

Ekosistem ini menjadi penting karena berperan dalam proses reproduksi ikan sebagai tempat menempelnya larva-larva ikan, sehingga populasi ikan ditentukan oleh ekosistem tersebut.

Kerusakan ekosistem ini membawa dampak yang negatif bagi kehidupan manusia karena manfaat yang diberikannya menjadi hilang. Kerusakan tersebut diakibatkan oleh faktor alami dan faktor manusia. Maka dari itu perlu diadakan tindakan konservasi untuk mencegah semakin rusaknya ekosistem ini.

1. Pengertian Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan ekosistem bawah air khususnya laut yang dihuni oleh hewan berkarang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga bernama zooxanthellae.

Definisi tersebut mengacu pada aktivitasnya yang aktif mencari makan melalui aliran air yang masuk ke pori yang berarti tidak dapat membuat makanannya sendiri (heterotrof) dan menghasilkan karang untuk membentuk terumbu.

Terumbu Karang (pixabay.com)
Terumbu Karang (pixabay.com)

Terumbu karang adalah terumbu yang terbentuk dari kapur akibat adanya aktivitas karang. Kata “terumbu” memiliki pengertian yaitu sedimentasi kapur yang berasal dari karang hidup atau mati. Sementara arti dari kata “karang” adalah sekumpulan hewan yang dapat membentuk karang yang berasal dari ordo sclearactinia yang berperan sebagai pembentuk utama terumbu.

2. Jenis-Jenis

Terumbu karang dikelompokkan berdasarkan sifatnya yang dapat menghasilkan kapur/ terumbu serta letak persebaran terumbu karang. Beberapa karang dapat menghasilkan terumbu dan beberapa karang lainnya tidak.

Sifat karang yang dapat menghasilkan terumbu disebut hermatipik, sedangkan karang yang tidak menghasilkan terumbu disebut ahermatipik.

2.1 Karang Hermatipik

Karang hermatipik merupakan karang yang bersimbiosis dengan zooxanthellae sehingga menciptakan terumbu. Prosese pembentukan terumbu terjadi karena zooxanthellae memasuki pori karang dan melakukan fotosintesis sehingga kebutuhan oksigen untuk karang terpenuhi.

Nutrisi untuk kehidupan zooxanthellae dipenuhi oleh komponen inorganik yang dihasilkan karang seperti nitrat, fosfat, dan karbon dioksida. Hasil dari simbiosis antara karang dan zooxanthellae adalah kalsium karbonat (CaCO3) yang merupakan bahan dasar pembentuk terumbu.

Pertumbuhan karang hermatipik dipengaruhi oleh paparan cahaya matahari karena zooxanthellae memerlukan cahaya untuk proses fotosintesis. Umumnya karang ini hidup di perairan dangkal di mana penetrasi cahaya matahari masih sampai ke daerah terumbu karang.

Maka dari itu persebaran karang hermatipik hanya berada pada daerah tropis yang terkena sinar matahari sepanjang tahun. Letak persebaran terumbu karang tepi adalah formasi yang cocok untuk karang tipe hermatipik.

2.2 Karang Ahermatipik

Karang ahermatipik tidak menghasilkan terumbu atau tidak bersimbiosis dengan zooxanthellae. Tidak adanya interaksi dengan zooxanthellae menyebabkan karang ahermatipik dapat hidup di perairan laut yang cukup dalam atau tidak terpenetrasi oleh cahaya matahari.

Persebaran karang ahermaptik tidak terbatas dengan iklim karena karang ini tersebar hampir di seluruh dunia.

3. Fungsi dan Manfaat

Terumbu karang berfungsi sebagai habitat bagi ikan yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan sebagai sumber pangan dan bernilai ekonomi.

Sebagai habitat fauna laut, ekosistem ini berfungsi sebagai tempat berkembang biak, tempat mencari makan, serta tempat bersembunyinya ikan-ikan.

Penghasilan nelayan sehari-hari dipengaruhi oleh kondisi ekosistem ini. Jika ekosistem ini dalam kondisi baik, maka pendapatan nelayan akan meningkat, sedangkan jika ekosistem ini rusak pendapatan akan menurun (Sembiring et al 2012).

Ekosistem ini juga bermanfaat untuk menahan pukulan ombak yang terlalu besar. Pukulan ombak yang terlalu besar akan menyebabkan abrasi di pantai. Adanya ekosistem ini sebagai penghalang mampu untuk mengurangi pukulan ombak yang kencang sehingga pada saat ombak mencapai garsi pantai energinya tidak terlalu besar.

Selain itu manfaat terumbu karang yang lain adalah sebagai bahan konstruksi rumah-rumah di pesisir pantai. Terumbu karang mampu menggantikan batu gunung atau batu kali sebagai fondasi bangunan sehingga banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar pesisir pantai.

Namun pengambilannya dinilai sebagai pemanfaatan yang tidak berkelanjutan karena dapat merusak ekosistem ini sehingga akan menurunkan populasi ikan dan pendapatan nelayan akan turun (Supriharyono 2004).