Pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri): Habitat, Sebaran, dan Status Konservasi

Diposting pada

Pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri T. et B.) merupakan jenis tanaman Dipterocarpaceae yang tumbuh alami di Pulau Kalimantan. Selain dikenal sebagai kayu besi, pohon ulin juga memiliki nama lokal lainnya yaitu bulian, bulian rambai, onglen (Sumatera Selatan), belian, tabulin, telian, tulian, dan iron wood.

Kayu ulin dikenal sebagai kayu yang awet dan kuat sehingga memiliki banyak manfaat dan sangat diminati masyarakat. Meskipun demikian, karena pertumbuhan pohon ulin yang lambat budidaya ulin sangat sedikit dan stock di alam sangat terbatas. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan populasi pohon ulin terus menurun bahkan menyebabkan pohon ulin terancam punah.

Pohon Ulin Berdiri

DAFTAR ISI
1. Pohon Ulin yang Terancam Punah

2. Taksonomi
3. Karakteristik Pohon Ulin
4. Habitat
5. Sebaran Pohon Ulin
6. Kayu Pohon Ulin
7. Manfaat Pohon Ulin
8. Status Konservasi
9. Budidaya Pohon Ulin

1. Pohon Ulin yang Terancam Punah

Pohon ulin termasuk jenis pohon yang pertumbuhannya lambat sehingga stock di alam lebih sedikit daripada permintaan masyarakat terhadap kayu jenis ini. Kayu ulin sangat diminati masyarakat karena sangat awet dan kuat serta sangat cocok digunakan sebagai bahan bangunan. Kayu ulin yang biasanya diperdagangkan merupakan kayu ulin yang berasal dari pohon ulin di alam dengan usia ratusan tahun. Akibat terus diperdagangkan, keberadaan pohon ulin di alam semakin berkurang dan harga kayu ulin di pasar sangat tinggi/mahal.

Meskipun harganya yang tergolong mahal sampai saat ini belum banyak masyarakat yang membudidayakan ulin sehingga untuk memenuhi kebutuhan akan kayu ulin masyarakat masih sangat tergantung dari habitat pohon ulin aslinya di hutan alam. Hal ini semakin menyebabkan populasi pohon ulin di alam semakin menurun bahkan terancam punah.

Advertisement nature photography

Penyebab terancam punahnya pohon ulin juga diduga disebabkan oleh kerusakan habitat pohon ulin. Kerusakan habitat ini disebabkan oleh pembukaan wilayah hutan untuk kepentingan konversi bagi pemanfaatan lahan yang tidak memperhitungkan keanekaragaman hayati ke dalam variabel perencanannya. Kondisi seperti ini diperparah dengan adanya penebangan liar yang merambah ke kawasan konservasi.

 

2. Taksonomi

KriteriaKeterangan
KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
Sub DivisiAngiospermae
KelasDicotiledoneae
OrdoLaurales
FamilyLauraceae
GenusEusideroxylon
SpeciesEusideroxylon zwageri T. et B.

 

3. Karakteristik Pohon Ulin

Batang Pohon Trembesi

Batang pohon ulin pada umumnya tumbuh lurus dengan diameter batang mencapai 150 cm, sedangkan tingginya 30 hingga 50 meter. Kayu teras pada bagian dalam pohon ulin berwarna coklat kehitaman, sedangkan kayu gulbalnya berwarna coklat kekuningan. Apabila direndam di air dalam waktu yang lama, warna batang ulin yang telah dipotong-potong akan berubah menjadi hitam.

Banir pohon ulin dapat mencapai ketinggian 4 meter. Kulit luar pohon Ulin berwarna coklat kemerahan dengan tebal 2-9 cm. Kulit pohon ulin memiliki tekstur yang licin. Tajuk pohon ulin berbentuk bulat dan rapat serta memiliki percabangan yang mendatar.

Daun pohon ulin tersusun spiral, tunggal dengan pinggir rata berbentuk elips hingga bulat dengan ujung daun meruncing. Daun pohon ulin memil panjang 14-18 cm dengan lebar 5-11 cm. Permukaan daun bagian atas kasar tanpa bulu, sedangkan bagian bawahnya berambut halus pada ibu tulang daunnya.

Biji Pohon Ulin

Bunga ulin cepat luruh berwarna kehijauan, kuning atau lembayung. Bunga ulin simetris kesegala arah dengan panajng 3-3 mm.  Buah pohon ulin merupakan buah batu berbentuk elips hingga bulat dan berbiji satu. Buah ulin memiliki panjang 7-16 cm dengan diameter 5-9 cm. Daging buahnya bergetah, licin, dan bening. Di dalam satu buah ulin terdapat satu benih dengan panjang 5-15 cm dan diameternya 3-6 cm. Kulit benih ulin sangat keras dan beralur berwarna coklat muda. Benih ulin ini memiliki berat yang bervariasai yaitu antara 45 – 360 gr/butir.

Saat ini pohon ulin terbesar ditemukan di Taman Nasional Kutai, Kutai Timur, Kalimantan Timur dengan tinggi bebas cabang mencapai 45 meter dan diameter pohonnya 225 cm.

 

4. Habitat

Pohon Ulin yang juga dikenal dengan nama pohon besi merupakan jenis pohon yang tumbuh alami di hutan tropika basah. Pohon ulin pada umumnya tumbuh di dataran rendah hingga tempat dengan ketinggian 400 mdpl.

Pohon ini dapat tumbuh di daerah dengan kondisi tanah yang tingkat kesuburannya rendah dengan Ph, KTK, KB, N, P, K, C/N, Ca, Mg, dan Na rendah serta kandungan AL yang tinggi (Nugroho 2007). Pohon ulin juga cocok tumbuh di wilayah dengan jenis clay foam dan berkapur dengan drainase baik.

Pohon ini tumbuhnya terpencar atau mengelompok dalam hutan campuran, namun jarang ditemukan di habitat rawa-rawa.  Pohon ulin tumbuhnya agak terpisah dari pepohonan lain dan dikelilingi jalur jalan melingkar dari kayu ulin.

 

5. Sebaran Pohon Ulin

Pohon ulin merupakan jenis pohon asli Indonesia dan tumbuh endemik di Pulau Kalimantan. Selain tumbuh alami di Pulau Kalimantan, penyebaran pohon ulin juga menjangkau wilayah Pulau Sumatera Bagian Selatan, Sumatera Bagian Timur, dan Kepulauan Bangka Belitung serta Pulau Sulawesi. Selain di Indonesia, pohon ulin juga tumbuh di Kepulauan Sulu dan Pulau Palawan di Filipina. Pohon Ulin juga dapat ditemukan di Brunei Darussalam, Sabah, dan Serawak.

Di Pulau Kalimantan, pohon ini umumnya ditemukan di sepanjang aliran sungai dan sekitar perbukitan membentuk tegakan murni hutan primer dan sekunder.

Di Taman Nasional Kutai pertumbuhan Ulin bersifat alami dan memiliki struktur vegetasi. Hal ini menunjukan bahwa pola regenerasi ulin cukup baik. Pohon ulin menyebar secara acak, namun anakan pohon Ulin cenderung mengelompok pada zona-zona tertentu yang relatif sedikit cahaya matahari. Pohon-pohon ulin dewasa umumnya banyak tumbuh di zona-zona yang lebih terbuka (Hidayat 2003).

 

6. Kayu Pohon Ulin

Kayu Pohon Ulin

Gambar Gravatar
Mahasiswa Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, IPB.