Rayap: Habitat, Sebaran, Karakteristik, dan Cara Membasmi

Rayap atau anai-anai merupakan jenis serangga sosial yang hidup berkoloni. Serangga ini dikenal dengan nama yang berbeda-beda di masing-masing daerah, misalnya di Sumatera spesies ini disebut anai-anai, di Jawa Tengah disebut rangas, sedangkan di daerah Jawa Barat hewan ini disebut rinyuh atau sumpiyung.

Serangan serangga ini memang dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar, namun sekarang sudah ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk membasminya. Di sisi lain, hewan yang dikenal sebagai hama perusak kayu ini ternyata memiliki peranan lain bagi lingkungan di sekitarnya.

Spesies ini sudah hidup sejak 200 juta tahun silam sehingga termasuk binatang purba. Selain itu, spesies ini juga memiliki  bayak hal-hal unik lainnya yang mesti anda ketahui. Berikut Forester Act merangkum segala hal yang berkaitan dengan rayap secara lengkap.

Rayap

DAFTAR ISI
1. Pengertian

2. Taksonomi
3. Habitat
4. Sebaran Populasi
5. Karakteristik
6. Makanan
7. Jenis-Jenis Rayap
8. Kerugian Akibat Rayap
9. Fakta-Fakta Menarik
10. Cara Membasmi Rayap
Referensi

 

1. Pengertian

Rayap merupakan serangga sosial dengan pembagian kasta yang memiliki tugas berbeda-beda pada masing-masing kasta. Di daerah subtropik hewan ini sering disebut semut putih karena memiliki morfologi seperti semut. Padahal kenyataannya secara filogeni tidak ada hubungan antara rayap dengan semut.

Koloni hewan ini terdiri dari tiga kasta utama yaitu kasta reproduktif, kasta prajurit dan kasta pekerja.

1.1 Kasta reproduktif

Tugas kasta reproduktif adalah melakukan reproduksi, menemukan tempat baru untuk koloni, dan menjaga serta memberi makanan pada spesies-spesies yang lahir dalam koloni baru. Kasta reproduktif ini terdiri dari ratu yang memiliki abdomen (perut) lebih besar dari pada raja.

Tugas raja (jantan) adalah membuahi betina, sedangkan tugas ratu (betina) adalah berkembangbiak atau bertelur.

Terdapat dua macam kasta reproduktif yaitu kasta reproduktif primer dan kasta reproduktif suplementer. Kasta reproduktif primer merupakan betina dan jantan yang integumern tubuhnya tersklerotisasi, terpigmentasi, dan berkembang dari jenis spesies yang bersayap atau laron (makroptera). Jika mereka mati maka koloni akan membentuk ratu dan raja baru dari individu lain yang biasanya berasal dari kasta pekerja. Ratu dan raja baru ini disebut kasta reproduktif suplementer.

1.2 Kasta Prajurit

Kasta prajurit memiliki ukuran kepala yang besar dan bentuk tubuh yang kekar. Tugas dari kasta prajurit ini adalah melindungi koloni terhadap gangguan dari luar. Kasta prajurit ini menyerang musuh menggunakan mandibel atau capit yang  dapat menusuk, mengikis, dan menjepit musuh. Mandibel yang dimiliki kasta prajurit ini dapat menjepit musuh secara menyilang dan sangat kuat sehingga tidak dapat terlepas dari tubuh musuh.

1.3 Kasta pekerja

Kasta perkerja merupakan kasta yang paling banyak jumlahnya dalam satu koloni. Kasta ini juga memiliki mandibel seperti kasta prajurit namun ukurannya relatif lebih kecil. Kasta pekerja memiliki tugas untuk mencari makan, memberi makanan kasta lain, merawat telur, membersihkan telur, membersihkan tubuh kasta prajurit dan kasta reproduktif, serta membuat dan merawat sarang. Selain itu, kasta pekerja juga memiliki tugas untuk memakan rayap yang tidak produktif lagi baik dari kasta prajurit, kasta reproduktif maupun dari kasta perkerja sendiri.

Kerusakan yang biasanya ditimbulkan pada perabot kayu biasanya disebabkan oleh kasta pekerja ini.

 

2. Taksonomi

Taksonomi atau penggolongan suatu spesies merupakan salah satu penggolongan yang sulit dilakukan karena tingginya tingkat kemiripan antar jenis rayap dalam masing-masing famili. Spesies ini tergolong dalam kingdom Animalia dengan kelas Insekta dan ordo Isoptera.

Jenis rayap yang tersebar di seluruh dunia mencapai 2.500 spesies yang terbagi ke dalam 6 famili, 15 subfamili, dan 200 genus. Di antara jenis-jenis tersebut terdapat 120 spesies yang menjadi hama (Tarumingkeng 2001 dalam Sari 2006).

Di Indonesia terdapat kurang lebih 20 spesies yang telah diketahui sebagai hama perusak kayu maupun hama perusak tumbuhan. Jenis rayap yang paling banyak menimbulkan kerusakan adalah golongan rayap tanah Famili Rhinotermitidae terutama dari genus Coptotermes dan Schedorhinotermes serta sebagian anggota Famili Termitidae.

Di antara beragam jenis yang ditemukan di Indonesia, terdapat jenis rayap endemik yang hanya dapat ditemukan di negara ini karena kondisi alam Indonesia yang sangat mendukung perkembangan rayap endemik.

 

3. Habitat

Sarang Rayap di Tanah

Kelangsungan hidup populasi spesies ini sangat tergantung pada kondisi kestabilan suhu dalam sarang dan keseimbangan kadar air. Sarangnya terbuat dari lumpur dan dibentuk seperti pipa memanjang memiliki lubang-lubang udara untuk mengatur sirkulasi udara di dalam sarang.

Rayap sangat suka tinggal di tempat yang gelap karena spesies ini sangat tidak tahan terhadap cahaya, kecuali jenis yang bersayap (laron).

 

4. Sebaran Populasi

Kemampuan adaptasi rayap yang sangat tinggi menyebabkan penyebarannya di dunia menjadi sangat luas. Sebaran populasi spesies ini tidak hanya mencakup daerah dengan iklim tropis, tetapi juga menyebar di daerah beriklim subtropika. Di daerah tropika spesies ini dapat ditemukan di daerah dengan ketinggian 0 – 300 mdpl. Kini hewan ini juga mulai menyebar ke daerah temperate dengan batas 50LS dan 50LU.

 

5. Karakteristik

Morfologi Rayap

Seperti tubuh serangga lainnya, tubuh rayap diselimuti oleh suatu lapisan tipis epitikula yang tersusun dari parafin. Lapisan ini berguna untuk mencegah tubuh spesies ini dari kekeringan, menjaga kelembaban tubuh dan mencegah infeksi oleh organisme lain.

Tubuh terbagi atas tiga bagian yaitu kepala, toraks (dada) dan abdomen (perut). Batas antara bagian toraks dan abdomen pada spesies ini terlihat tidak jelas. Tubuhnya terlihat berwarna keputih-putihan bahkan seperti transparan/bening.

Bentuk kepala hewan perusak ini bulat dan berwarna kuning serta memiliki antena, labrum, dan pronotum berwarna kuning pucat. Antena yang dimiliki rayap adalah 15 segmen. Spesies yang takut dengan cahaya ini juga memiliki mandibel berbentuk seperti arit dan melengkung ujungnya. Mandibel ini berfungsi sebagai senjata untuk melawan serangan musuh.

Rayap yang disebut laron memiliki sepasang sayap berukuran sama dan pada saat diam sayap laron akan terlihat terlipat memanjang lurus ke belakang.

Siklus pertumbuhan hewan ini meliputi tiga tahap yaitu tahap telur, tahap nimfa dan tahap dewasa. Telur serangga pemakan selulosa ini berbentuk silinder dengan panjang yang bervariasi. Telur akan menetas setelah berumur 8-11 hari. Nimfa muda akan mengalami pergantian kulit sebanyak 8 kali sampai kemudian berkembang menjadi kasta prajurit, kasta pekerja dan calon laron.

Spesies ini mempunyai beberapa sifat atau perilaku yang penting untuk diperhatikan

  1. Sifat trophalaxis, yaitu sifat untuk berkumpul saling menjilati, mencium, menggosokkan tubuhnya serta mengadakan pertukaran bahan makanan. Pertukaran makanan yang dilakukan rayap dilakukan melalui proctodeal (melalui anus) dan stomadeal (melalui mulut).
  2. Sifat cryptobiotic, yaitu sifat yang menjauhi cahaya.
  3. Sifat canibalism,yaitu sifat untuk memakan individu sejenis yang lemah atau sakit. Sifat ini lebih menonjol dalam keadaan kekurangan makanan.
  4. Sifat necrophagy,yaitu sifat untuk memakan bangkai sesamanya.

 

6. Makanan

Rayap atau rayap merupakan serangga yang memanfaatkan semua bahan-bahan yang mengandung selulosa seperti kayu sebagai makanannya. Berdasarkan hal tersebut spesies ini juga dapat berperan sebagai dekomposer untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Rayap dengan protozoa kelas flagelata memiliki hubungan yang saling menguntungkan. Rayap ini sangat tergantung pada protozoa yang menghasilkan enzim selulase untuk mencerna selulosa dari kayu sebagai makananya. Protozoa mendapatkan perlindungan berupa tempat tinggal yang anaerob dan makanan dari rayap.

Meskipun serangga ini dikenal sebagai pemakan kayu, tidak semua jenis kayu dapat diserang/dimakan olehnya. Beberapa jenis kayu tahan terhadap serangan rayap. Jenis-jenis kayu anti rayap tersebut adalah kayu ulin atau kayu besi, kayu bangkirai, kayu hitam, dan kayu Jati.

Selain rayap pemakan kayu, terdapat pula rayap pemakan tanah yang mendapatkan makanan dari mineral tanah. Material yang dicerna sangat heterogen, mengandung banyak bahan organik tanah dan silika.

Kasta rayap pekerja bertugas mencari makanan dan memberikan tanda ketika menemukan makanan agar kasta pekerja lainnya dapat mengikuti jejaknya untuk menemukan makanan tersebut. Tanda yang diberikan rayap ini berupa senyawa kimia atau feromon penanda jejak (trail following pheromone) yang dikeluarkan dari tubuhnya (Tarumingkeng 2001 dalam Sari 2006).

 

7. Jenis-Jenis Rayap

Pada umumnya penggolongan rayap berdasarkan pada lokasi tempat tinggal atau lokasi sarang utama dibuat. Jenis-jenisnya berdasarkan lokasi sarang meliputi:

7.1 Rayap Kayu Lembab

Rayap kayu lembab merupakan spesies rayap yang bersarang di kayu-kayu mati dan lembab serta tidak berhubungan dengan tanah. Spesies jenis ini juga biasanya menyerang kayu-kayu kusen di dinding kamar mandi atau tiang-tiang rumah yang lembab.

Salah satu contoh rayap kayu lembab ini adalah jenis-jenis dari genus Glyptotermes.

7.2 Rayap Kayu Kering

Rayap kayu kering merupakan rayap yang bersarang di kayu-kayu kering dan tidak lembab serta tidak berhubungan dengan tanah. Spesies jenis ini biasanya bersarang di meja, kursi, pintu dan lemari. Adanya rayap ini biasanya ditandai dengan butir-butir ekskremen kecil berwarna kecoklatan.

Rayap kayu kering tidak terlalu membutuhkan air karena mereka bisa menghasilkan air sendiri kerena mencerna selulosa.

7.3 Rayap Subteran

Rayap subteran merupakan rayap yang bersarang di dalam tanah dengan banyak bahan kayu yang telah membusuk. Selain itu, spesies jenis ini juga membangun sarangnya di tunggak-tunggak pohon yang telah mati maupun masih hidup.

Salah satu contoh jenis rayap subteran adalah spesies rayap dari famili Rhinotermidae terutama dari genus Coptotermes.

Rayap subteran hampir sama dengan rayap tanah. Perbedaannya adalah kemampuan rayap subteran untuk bersarang di dalam kayu yang diserangnya, walaupun tidak ada hubungan dengan tanah asal.

7.4 Rayap Tanah

Rayap tanah merupkan jenis rayap yang membangun sarangnya di dalam tanah yang banyak mengandung bahan organik, seperti serasah dan humus. Salah satu contoh jenis rayap ini yang dapat ditemui di Indonesia adalah rayap yang berasal dari famili Termitidae.

Hubungan sosial rayap tanah cenderung tinggi karena jenis ini biasanya berkoloni dalam jumlah yang besar.

7.5 Rayap Pohon

Rayap pohon merupakan rayap yang tinggal di pohon-pohon hidup dan tek berhubungan dengan tanah. Contoh rayap pohon adalah rayap yang menyerang pohon jati, Neotermes tectonae.

 

8. Kerugian Akibat Rayap

Selain memiliki peran positif sebagai dekomposer, serangga pemakan selulosa ini juga memiliki peran negatif yaitu sebagai hama pengganggu. Hal ini disebabkan karena hutan sebagai habitat aslinya telah terganggu.

Pada umumnya serangga hama ini menyerang tanaman dan bagian-bagian gedung atau bangunan yang terbuat dari kayu sehingga masa/umur pakainya semakin pendek. Jika kejadian ini dibiarkan begitu saja maka akan menyebabkan kerugian ekonomi.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Thailand, kerugian ekonomi akibat kerusakan pada bangunan karena serangan rayap tanah dari genus Coptotermes mencapai 2,2 juta dollar Amerika setiap tahunnya. Sementara itu di Amerika Serikat hampir 80% dari biaya pengendalian rayap ditujukan untuk pengendalian rayap tanah. Kerugian ekonomi akibat serangan serangga ini di Indonesia sendiri mencapai 1,7 triliun rupiah pada tahun 1995 (Rakhmawati 1996 dalam Sari 2008).

 

9. Fakta-Fakta Menarik

Berikut ini adalah fakta-fakta menarik tentang rayap:

9.1 Ratu rayap bertelur setiap 15 detik sekali

Ratu rayap berumur 40 tahun ditemukan di Shi Chuan, Tiongkok dengan panjang tubuh 4,6 cm termasuk rayap dengan ukuran besar/gemuk. Tugas utama dari ratu rayap adalah bereproduksi dengan bertelur. Ratu rayap bahkan dapat bertelur setiap 15 detik sekali sepanjang hidupnya!

9.2 Rayap dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar

Rayap yang dikenal sebagai serangga perusak dapat merusak bangunan/gedung yang terbuat dari kayu. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat kerusakan yang disebabkan serangga ini sangat besar bahkan dapat mencapai triliunan rupiah.

9.3 Rayap memiliki sarang yang sangat kompleks

Sarang Rayap

Sarang rayap biasanya dibuat oleh kasta pekerja dengan menggunakan kombinasi tanah, lumpur, kunyahan kayu, air liur dan kotoran rayap. Sarang rayap terdiri dari beberapa bagian-bagian yang saling dihubungkan dengan labirin-labirin atau terowongan.

Ruangan-ruangan di sarangnya meliputi tempat hidup rayap dan penampungan air melalui kondensasi.

9.4 Manfaat sarang rayap

Sarang rayap dapat dijadikan indikator lingkungan. Adanya sarang rayap di suatu lokasi menunjukan bahwa ada cadangan air di lokasi tersebut yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Sarang rayap dapat mencapai ukuran yang sangat besar, bahkan dapat mencapai tinggi 10 meter dengan lebar 15 meter.

Sarang rayap tertua berumur 2.200 tahun pernah ditemukan di hutan Miombo, Repubik Kongo di Afrika Bagian Tengah.

9.5 Rayap termasuk serangga kanibal

Adanya hemolimfa sari rayap yang terluka akan dapat merangsang rayap lainnya untuk memakannya (kanibalisme). Beberapa peneliti menganggap kanibalisme sebagai upaya spesies ini dalam menjaga keseimbangan kasta dalam koloninya.

9.6 Rayap terlahir cacat

Sejak dilahirkan hingga mati sebenarnya serangga ini bisu, tuli, dan buta. Keterbatasan yang dimiliki spesies ini lantas tidak membuat serangga pemakan kayu ini lemah. Rayap tetap dapat berkomunikasi dengan sesamanya menggunakan senyawa kimia yang dimilikinya.

 

10. Cara Membasmi Rayap

Meskipun memiliki tubuh yang kecil, keberadaan serangga ini tidak boleh kita remehkan begitu saja. Spesies pemakan selulosa ini yang berkoloni besar mampu merusak bagian-bagian dari bangunan yang terbuat dari kayu bahkan dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pembasmian serangga ini apabila sudah mulai merugikan kehidupan manusia.

Hewan ini dapat dibasmi dengan menggunakan zat anti rayap yaitu asam borat atau boric acid. Asam borat ini mampu bekerja dengan cepat dan ampuh mengatasi rayap dengan mudah dalam waktu singkat. Zat ini biasanya dimasukkan ke dalam wadah semprot sehingga mudah dan praktis digunakan untuk membasmi rayap.

Selain asam borat, air rendaman tembakau dan cairan kapur sirih juga dapat digunakan untuk membasmi rayap. Bahkan berdasarkan penelitian, zat kimia anti rayap bisa didapat dari kayu pohon-pohon tertentu secara alami.

Pencegahan serangan serangga pemakan kayu ini juga harus dilakukan dengan cara pengawetan kayu, pengumpanan dan perlakuan tanah. Pengawetan kayu agar tahan terserang rayap dapat dilakukan dengan melapisi kayu menggunakan zat anti rayap, misalnya cat kayu anti rayap. Meskipun sudah menggunakan cat kayu anti rayap, furniture maupun bagian-bagian bangunan yang dilapisinya harus tetap dipantau setiap enam bulan sekali.

Zat anti rayap lainya adalah garam Wolman yang biasanya digunakan untuk pengawetan kayu yang dipasang di bagian bawah atap rumah, sedangkan untuk kayu yang dipasang pada bagian luar bangunan bisa diawetkan dengan menggunakan zat anti rayap lainnya seperti larutan minyak yaitu Kreosoft.

Pengumpanan dilakukan dengan menginduksi racun yang bereaksi lambat ke dalam kayu umpan agar dimakan oleh pekerja dan nantinya akan disebarkan ke dalam koloninya. Cara pengumpanan ini termasuk cara membasmi rayap secara ramah lingkungan.

Perlakuan tanah dilakukan dengan membentuk penghalang kimia yaitu dengan mengaplikasikan zat anti rayap seperti insektisida sintetik maupun insektisida botani ke dalam tanah baik di bawah maupun di sekeliling bangunan.

Insektisida sintetik merupakan jenis insektisida yang berasal dari bahan-bahan kimiawi dan paling umum digunakan masyarakat untuk mencegah serangan serangga ini. Apabila penggunanan inseksitisa sintetik ini dilakukan secara terus menerus maka residunya di alam akan bertahan dalam waktu yang lama sehingga akan mencemari lingkungan.

Insektisida botani/alami merupakan jenis insektisida dari bahan tanaman yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama. Insektisida jenis ini dapat dengan mudah dibuat dan tidak mencemari lingkungan. Tanaman dari famili Meliaceae dan Piperacea merupakan tanaman yang paling berpotensi digunakan sebagai insektisida alami.

Selain pembasmian yang dilakukan oleh seorang diri, kita juga dapat menggunakan jasa pembasmian rayap dan serangga hama lainnya, seperti Rentkoil dan perusahaan lainnya yang sejenis. Dengan cara ini, kita lebih dapat menghemat waktu dan tetap aman dari serangan rayap.

 

Referensi:

Anonim. 2014. Jenis-Jenis Rayap [internet]. [diunduh 2017 Des 7]. Tersedia pada [http://dokterrayap.com/2014/09/06/jenis-jenis-rayap/]

Sari S P. 2006. Pengaruh ekstrak Aglaia odorata Lour dan Piper retrifractum Vahl terhadap mortalitas rayap tanah Coptotermes curvignathus Holmgren (Isoptera: Rginotermitidae) [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Kehutanan IPB.

Rayap: Habitat, Sebaran, Karakteristik, dan Cara Membasmi
Rating: 4.6 from 127 votes

Recommended For You

About the Author: Mega Dinda Larasati

Mahasiswa Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, IPB.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *