Pohon Trembesi (Albizia saman): Taksonomi, Habitat, dan Budidaya

Diposting pada

4. Habitat

Trembesi merupakan jenis pohon cepat tumbuh sehingga habitatnya tersebar di negara tropis dan subtropis.

Tanaman ini adalah tanaman asli dari Amerika tropis, yaitu Peru, Meksiko, dan Brazil. Meskipun habitat asalnya di benua Amerika, trembesi telah terbukti dapat hidup dan tumbuh dengan baik di daerah tropis maupun daerah subtropis.

Ki Hujan ini tersebar di daerah dengan rata-rata curah hujan 600 – 3000 mm/tahun dan pada ketinggian 0-300 meter di atas permukaan laut.

Pohon ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dengan pH minimal 4,7 dan mampu bertahan hingga pH 8,5.

Salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh pohon ini adalah mampu bertahan selama 2 hingga 4 bulan pada saat bulan kering dengan suhu 20oC hingga 38oC.

Tempat tumbuh yang dibutuhkan oleh pohon trembesi ini adalah tanah yang memiliki drainase baik, namun masih toleran terhadap tanah yang tergenang jika hanya dalam waktu yang singkat (Lubis 2013).

Pohon ini dapat tumbuh optimum pada saat hujan terdistribusi secara merata sepanjang tahun.

5. Sebaran

Pohon trembesi merupakan pohon yang tersebar di daerah tropis maupun daerah subtropis. Sebaran pohon trembesi di Indonesia hampir ke seluruh wilayah, antara lain di Jawa dan Sunda.

Pohon ini juga tersebar di beberapa negara Asia, seperti Malaysia (disebut Pukul Lima), India (Vilaiti Siris), Thailand (Jamjuree), dan Vietnam (Cay Mura).

Selain itu, pohon trembesi juga menyebar keberadaannya di daerah Amerika tropis tempat di mana trembesi berasal.

Negara-negara tersebut antara lain Peru, Meksiko, dan Brazil.

6. Kayu Pohon Trembesi

Kayu trembesi merupakan salah satu kayu khas tropis terutama Indonesia yang harganya cukup menjanjikan di pasaran.

Penghasil kayu trembesi di Indonesia antara lain di Jawa, Maluku, Sumatera, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

Kayu trembesi umumnya digunakan sebagai bahan baku furniture.

Keberadaannya di alam masih sangat melimpah. Oleh karena itu, kayu ini banyak dimanfaatkan untuk pembuatan furniture karena kontinuitas bahan bakunya masih terjamin.

Kayu ini mulai digunakan sebagai pengganti kayu jati yang sudah mulai berkurang keberadaannya di alam.

Furniture yang terbuat dari kayu trembesi memiliki kesan kekokohan pada desainnya.

Harga kayu trembesi cukup bersaing di pasaran. Kayu trembesi memiliki kekuatan yang setara dengan kayu jati dan merupakan kayu dengan tingkat keawetan kelas IV.

Tingkat kekuatan dan keawetan yang tinggi menjadi salah satu daya pikat untuk meningkatkan nilai komersial dari kayu trembesi.

7. Manfaat Pohon Trembesi

Pohon Trembesi sebagai Tanaman Peneduh
Pohon Trembesi sebagai Tanaman Peneduh

Manfaat pohon trembesi antara lain sebagai pohon peneduh yang banyak ditanam di kanan kiri jalan dan di pekarangan.

Di lingkungan Perum Perhutani, Ki Hujan dimanfaatkan sebagai pohon peneduh yang ditanam di Tempat Penimbunan Kayu (TPK).

Ki Hujan juga dipercaya dapat membantu mengatasi pencemaran udara dan pemanasan global karena perakarannya yang luas mampu menyerap air secara optimal, dan juga karena daunnya yang lebat dan tajuknya yang lebar dapat mengoptimalkan kekuatan Ki Hujan dalam menyerap air dari dalam tanah.

Salah satu dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor telah berhasil melakukan penelitian terkait daya serap karbondioksida (CO2) pada pohon ini, yaitu sebesar 28.442 kg per batang setiap tahunnya.

Daya serap karbon yang tinggi ini jika dimanfaatkan dengan baik akan mendatangkan keuntungan yang besar bagi negara kita melalui skema REDD+.

Setiap bagian dari pohon hujan ini memiliki manfaat yang cukup beragam, mulai dari batang, daun, hingga bijinya.

Batang Ki Hujan dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan dan bahan baku korek api, daunnya dapat diekstrak untuk mengobati penyakit kulit.

Serasah daunnya dapat menurunkan konsentrasi alumunium di dalam tanah, meningkatkan pH tanah serta menyerap kandungan nitrogen.

Bijinya yang sering disebut “Mindhik” dapat digunakan sebagai obat pencahar hanya dengan menyeduhnya menggunakan air panas dan dapat juga diolah menjadi kwaci.

Selain itu, ekstrak daun trembesi memiliki kandungan antimikroba.

Akar trembesi juga dapat digunakan sebagai obat anti kanker dengan cara menggunakan akar trembesi pada saat mandi dan dicampurkan dengan air mandi.