Lahan Basah: Pengertian, Sebaran, dan Jenis

Diposting pada
  • Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  • Peraturan Pemerintah No. 71 tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut.

Kewajiban pada setiap pemilik usaha yang berada di sekitar lahan gambut kemudian adalah melindungi serta melakukan mitigasi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat adanya aktivitas usaha yang dijalankan.

Di dalam perlindungan terhadap wilayah riparian, setiap negara memiliki peratutan berbeda-beda. Di Indonesia memiliki peraturan perundangan untuk memelihara dan mempertahankan sempadan sungai.

Peraturan yang terkandung di dalamnya berdasarkan pada pengelolaan wilayah oleh sebagian pemegang HPH agar memelihara daerah pada luasan tertentu. Hal tersebut yang akan menjaga kelestarian terhadap daerah riparian. Perlindungan pada daerah riparian dimuat dalam rencana konservasi pada tingkat regional hingga nasional, sebagai contoh yaitu dicantumkan pada Biodiversity Action Plan.

Besarnya ancaman yang kemudian dapat merusak hingga memusnahkan lahan basah dapat dicegah apabila berbagai pihak bekerja sama dalam penanggulangannya. Keberagaman yang dimiliki lahan tersebut kemudian akan terjadi peningkatan.

Sehingga, langkah ke depannya diperlukan kepedulian terhadap jumlah lahan basah yang tersebar di Indonesia baik oleh generasi sekarang maupun generasi penerus bangsa.

 

Referensi:
Maltby E. 1986. Waterlogged Wealth. London: An Earthscan Paperback.

 

Editor:
Mega Dinda Larasati

Gambar Gravatar
Mahasiswi Manajemen Hutan Institut Pertanian Bogor yang berasal dari Sragen, Jawa Tengah. Beaswan Karya Salemba Empat yang menyukai desain dan editing. Juga menyukai berinteraksi dengan masyarakat dan anak-anak.