Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan subspesies harimau yang menjadi penghuni Pulau Sumatera. Satwa liar ini menjadi salah satu subspesies harimau yang masih bertahan hidup sampai saat ini dari enam subspesies harimau yang ada di dunia.

Berdasarkan red list IUCN (International Union for Conservation of Nature), hewan yang hidup soliter ini kini termasuk ke dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered). Terganggunya populasi harimau sumatera di alam akan menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem alam karena satwa ini merupakan predator penting dalam rantai makanan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya konservasi oleh berbagai pihak untuk melindungi satwa liar ini.

Berikut ini beberapa informasi penting yang wajib kamu ketahui tentang Harimau Sumatera, Kucing Besar Penghuni Hutan Sumatera!

Harimau Sumatera di Alam Liar

 

1. Taksonomi

Kriteria Keterangan
Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Mamalia
Ordo Carnivora
Sub ordo Fissipedia
Famili Falidae
Genus Panthera
Spesies Panthera tigris
Sub spesies Panthera tigris sumatrae

 

2. Status Kelangkaan Harimau Sumatera

Ancaman Kebakaran Hutan bagi Harimau Sumatera

Berdasarkan red list International Union for Conservation of Nature (IUCN), Harimau Sumatera termasuk ke dalam klasifikasi satwa kritis yang teracam punah (critically endangered). Artinya, populasi satwa liar ini sudah sangat terancam punah atau telah menghadapi risiko kepunahan yang tinggi dalam waktu dekat.

Terdapat dua jenis ancaman utama yang harus dihadapi satwa liar ini. Pertama, mereka terpaksa kehilangan habitat tempat tinggal mereka karena tingginya laju deforestasi hutan. Hal ini tidak hanya membuat satwa ini kehilangan tempat tinggal dan tempat perlindungannya saja, namun tingginya laju deforestasi hutan menyebabkan berkurangnya jumlah mangsa buruan untuk memenuhi kebutuhan makanannya.

Bersamaan dengan terjadinya hal tersebut, satwa ini terpaksa memasuki kebun dan perkampungan di sekitar hutan untuk mencari makanan. Alhasil ketika manusia melihatnya, mereka akan memburu dan membunuhnya karena satwa liar ini dianggap mengancam manusia.

Kedua, mereka juga harus menghadapi ancaman dari para pemburu liar dan perdagangan ilegal. Para pemburu melakukan perburuan terhadap satwa langka ini untuk mendapatkan bagian-bagian tubuhnya, seperti kulit, kuku, organ dalam, dan lain sebagainya. Bagian-bagian tubuh satwa liar ini nantinya diperjualbelikan dengan harga tinggi di pasar gelap untuk dijadikan obat tradisional, jimat, dekorasi, perhiasan, dan lain sebagainya.

 

3. Morfologi

Harimau Sumatera

Harimau sumatera memang memiliki tubuh yang relatif paling kecil daripada semua subspesies harimau yang masih hidup sampai saat ini. Harimau jantan dewasa memiliki tinggi pundak hingga 60 cm dan panjang tubuhnya mencapai 250 cm dengan berat badan 140 kg. Sedangkan harimau betina dewasa memiliki panjang tubuh mencapai 198 cm dengan berat badan 91 kg. Harimau Sumatera jantan memiliki janggut atau surai lebih banyak di sekitar lehernya jika dibandingkan jenis harimau betina.

Kulit Harimau Sumatera berwarna kuning kemerah-merahan hingga orange tua. Warna kulit harimau ini termasuk warna yang paling gelap jika dibandingkan dengan subspesies harimau lainnya. Tubuhnya tertutupi oleh mantel rambut dan terdapat loreng-loreng melintang yang berfungsi sebagai kamuflase saat berburu mangsanya. Garis loreng-loreng pada Harimau Sumatera juga lebih tipis jika dibandingkan dengan jenis harimau lainnya.

Indra penglihatan, penciuman, dan pendengaran yang dimiliki satwa ini sangatlah bagus sehingga sangat membantu dalam berburu mangsa di malam hari. Ukuran tubuhnya yang kecil juga memudahkan harimau ini untuk menjelajah hutan. Harimau Sumatera juga dapat berlari dengan kecepatan 35 mil/ jam. Selain itu, satwa liar ini juga mampu berenang di air karena memiliki selaput tipis diantara jari-jarinya. Air liurnya juga dapat berfungsi sebagai antiseptik untuk menyembuhkan luka di tubuhnya.

 

4. Makanan

Harimau Sumatera termasuk hewan karnivora atau pemakan daging yang membutuhkan jumlah makanan kurang lebih seperlima dari massa tubuhnya. Harimau ini biasanya berburu 3 sampai 6 hari sekali. Jenis hewan buruan atau mangsanya berupa kijang, babi hutan, rusa, tapir, monyet ekor panjang, landak, ular, biawak, dan lain sebagainya. Pada umumnya, harimau hanya memakan mangsanya 70% secara langsung dan sisanya disimpan dengan cara menutupinya dengan daun-daun/ ranting untuk nantinya dimakan kembali.

Harimau Sumatera melakukan perburuan mangsa di malam hari menggunakan teknik perburuan individual dengan cara bersembunyi, mengejar, dan menerkam secara tiba-tiba kemudian membunuh mangsanya. Gigi dan cakarnya yang tajam sangat membantunya untuk melumpuhkan mangsa buruannya dengan cepat.

 

5. Habitat dan Wilayah Jelajah

Hutan Hujan Tropis Sumatera sebagai Habitat dari Harimau Sumatera

Habitat merupakan suatu kawasan yang berfungsi sebagai tempat hidup, penyedia makanan/minuman, perlindungan, dan tempat berkembangbiak. Harimau Sumatera dapat hidup di berbagai tipe habitat dengan syarat di habitat tersebut tersedia makanan yang cukup, sumber air, dan tempat perlindungan dari sinar matahari. Tipe habitat favorit Harimau Sumatera di hutan hujan tropis berupa hutan bersungai, hutan rawa, padang alang-alang, semak belukar, dan padang rumput. Pada umumnya, Harimau Sumatera hidup di daerah dengan ketinggian antara 0 – 2.000 mdpl.

Wilayah jelajah merupakan seluruh wilayah yang dijelajahi Harimau Sumatera dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Harimau jantan mampu menjelajahi wilayah tiga kali lebih luas daripada harimau betina. Luasan wilayah jelajah harimau tergantung kepada beberapa faktor yaitu daya tahan tubuh harimau, tipe habitat, dan ketersediaan kebutuhan hidupnya.

Harimau juga memiliki wilayah teritori atau wilayah yang dipertahankan dengan aktif, seperti tempat tidur dan tempat bersarang. Harimau melakukan pertahanan wilayah teritori dengan meninggalkan tanda berupa bau-bauan urin dan feses, serta cakaran.

Baca juga:  Lembaga Konservasi dalam Pelestarian Satwa Liar

 

6. Sebaran

Harimau Sumatera hanya dapat ditemukan di Pulau Sumatera, Indonesia. Hal ini sekaligus membuat Pulau Sumatera menjadi satu-satunya pulau di Indonesia yang masih memiliki populasi harimau liar di alam.

Di Pulau Sumatera, harimau biasanya hidup di kawasan hutan yang terdapat pada bagian barat dan utara Pulau Sumatera. Pada umumnya, satwa liar ini tinggal di kawasan lindung atau konservasi di Pulau Sumatera, namun terdapat pula beberapa harimau yang tinggal di luar kawasan lindung.

 

7. Perkembangbiakan

Anakan Harimau Sumatera

Harimau Sumatera melakukan perkawinan pada saat musim kawin pada bulan Juli hingga Agustus. Harimau betina umumnya memiliki masa kehamilan sekitar 104 hingga 106 hari dengan jumlah anak harimau yang dilahirkan sebanyak 3 – 5 ekor. Anak-anak harimau ini memiliki warna mantel rambut mirip induknya, namun warnanya lebih gelap.

Ketika dilahirkan, anak harimau masih tertutup matanya dan nantinya akan terbuka pada hari ke sepuluh. Setelah dilahirkan, anak harimau hanya akan minum air susu dari induknya sampai minggu ke delapan. Anak harimau akan meninggalkan sarangnya pada umur 2 minggu dan mulai belajar berburu pada umur 18 bulan. Harimau Sumatera dapat hidup selama kurang lebih 15 tahun di alam liar dan sekitar 20 tahun di dalam kurungan/kandang.

 

8. Upaya Konservasi

Harimau Sumatera di Lokasi Konservasi

Mengapa upaya konservasi Harimau Sumatera penting dilakukan? Pada dasarnya terdapat berbagai alasan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Secara ringkasnya adalah karena keberadaan atau peranan Harimau Sumatera di alam liar sangat besar terhadap keseimbangan ekosistem hutan.

Berbagai upaya konservasi harus dilakukan demi mempertahankan populasi  Harimau Sumatera. World Wildlife Fund (WWF) merupakan salah satu lembaga yang bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam upaya menyelamatkan populasi Harimau Sumatera dari ancaman kepunahan.

WWF melakukan penelitian untuk menduga jumlah populasi Harimau Sumatera di Sumatera Tengah dengan menggunakan camera trap. Selain untuk memperkirakan jumlah populasinya, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat habitat dan distribusi, serta mengidentifikasi koridor satwa liar yang membutuhkan perlindungan. WWF juga menugaskan tim patroli anti-perburuan sebagai upaya pencegahan perburuan liar yang semakin marak terjadi.

Pemerintah Indonesia pada tahun 2004 menetapkan Taman Nasional Tesso Nilo sebagai habitat bagi keberadaan Harimau Sumatera. Pada tahun 2010 dilaksanakan KTT Harimau di St. Petersburg dan Indonesia menjadi salah satu negara yang berkomitmen tinggi melindungi satwa liar ini.

Upaya pelestarian lainnya yang dapat dilakukan berupa: tidak melakukan penebangan liar di hutan agar habitat satwa liar ini tetap lestari; melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya kelestarian satwa liar khususnya Harimau Sumatera; dan mendukung segala aktivitas pelestarian satwa liar yang dilindungi.

Upaya pelestarian satwa ini tidak akan berhasil tanpa adanya kerja sama antar pihak. Kamu juga dapat membantu dengan melakukan hal kecil seperti menyampaikan pesan-pesan yang berisi himbauan agar masyarakat menjaga Harimau Sumatera.

 

9. Fakta Mengagumkan

Berikut ini beberapa fakta mengagumkan mengenai Harimau Sumatera yang perlu kalian ketahui

  1. Harimau ini jago berenang karena memiliki selaput tipis di sela-sela jarinya. Harimau bahkan dapat berenang puluhan kilometer untuk mendapatkan buruannya
  2. Satwa ini sangat suka berendam di air atau hanya berdiam diri di tepi sungai
  3. Auman harimau sangatlah keras, bahkan dapat terdengar hingga 3 km jauhnya
  4. Harimau ini merupakan pemburu yang sangat handal dan sabar dalam menanti buruannya
  5. Fosil tertua diperkirakan berumur 2 juta tahun yang lalu
  6. Harimau ini sangat jago melompat, bahkan hingga 6 meter jauhnya dengan ketinggian mencapai 5 meter
  7. Penglihatan harimau 6 kali lebih baik daripada penglihatan manusia
  8. Pupil harimau bulat, berbeda dengan pupil kucing pada umumnya
  9. Cakar harimau sangat kuat, bahkan dapat menghancurkan tegkorak beruang
  10. Air liur harimau dapat berfungsi sebagai antiseptik untuk luka di tubuhnya

 

Itulah beberapa informasi yang perlu kamu ketahui mengenai Harimau Sumatera, kucing besar penghuni hutan Sumatera. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kamu dan tentunya membuat kamu semakin mengenal dan mengerti pentingnya pelaksanaan upaya konservasi terhadap satwa liar ini. Salam lestari!

 

Referensi:

Apa kabar dunia. 33 Fakta tentang harimau [internet] [diunduh pada 2018 Juli 28] Terpadat pada: http://www.apakabardunia.com/2012/09/33-fakta-tentang-harimau.html

Gembiraloka Zoo. Harimau Sumatera, Panthera tigris sumatrae [internet] [diunduh pada 2018 Juli 28] Terdapat pada: http://gembiralokazoo.com/collection/harimau-sumatera.html

Greeeners.2018. Harimau Sumatera, kucing besar penguasa hutan Sumatera [internet] [diunduh 2018 Juli 28] Terdapat pada: http://www.greeners.co/flora-fauna/harimau-sumatera-kucing-besar-penguasa-hutan-sumatera/

Utomo YW. 2016. 10 Fakta mengagumkan tentang Harimau Sumatera yang jarang diketahui [internet] [diunduh pada 2018 Juli 28] Terdapat pada: https://sains.kompas.com/read/2016/07/29/19390111/10.fakta.mengagumkan.tentang.harimau.sumatera.yang.jarang.diketahui

Kurniawan E. 2012. Adaptasi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae, Pocock 1929) hasil translokaso di hutan Blangraweu, Nanggroe Aceh Darussalam [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Kehutanan IPB.

World Wildlife Fund. Harimau Sumatera [internet] [diunduh 2018 Juli 28] Terdapat pada: https://www.wwf.or.id/program/spesies/harimau_sumatera/

 

Editor: Mega Dinda Larasati

Harimau Sumatera, Kucing Besar Penghuni Hutan Sumatera
Rating: 4.9 from 11 votes