Labuan Bajo, Spot Wisata Eksotis di Nusa Tenggara Timur

Diposting pada

3.3 Perjalanan Darat

Bagi wisatawan yang tidak terbiasa berpergian menggunakan pesawat maupun liveboard, alternatif untuk menuju Labuan Bajo yaitu menggunakan jalur darat. Perjalanan melalui darat melintasi Pulau Flores memang memungkinkan, tapi biaya yang dikeluarkan tidak cukup sedikit. Perjalanan ini menghubungkan Labuan Bajo di bagian barat dengan tempat-tempat tertentu di bagian timur.

Anda dapat menaiki bis dari Denpasar, Bali yang akan menuju Mataram. Setelah itu, Anda akan menempuh perjalanan darat yang jauh menuju Bima, Sumbawa. Setelah sampai Bima, Anda harus melanjutkan perjalanan menuju Sape. Perjalanan terakhir harus ditempuh menggunakan kapal feri untuk bisa sampai ke Labuan Bajo.

4. Destinasi Wisata

Pose Keren di Bukit Pulau Padar
Pose Keren di Bukit Pulau Padar

Tempat wisata ini memiliki berbagai destinasi wisata unik di sekitarnya. Pulau, pantai, dan laut merupakan suatu hubungan yang memiliki keindahan masing-masing di Labuan Bajo. Namun, ada salah satu destinasi wisata unik di Labuan Bajo yang akan mengisi edukasi anda tentang suku Manggarai yaitu Wae Rebo.

Pakaian Etnik Nusa Tenggara Timur
Pakaian Etnik Nusa Tenggara Timur

Desa ini berada di tengah-tengah pegunungan dan masyarakat masih menggunakan rumah adat serta masih berkegiatan dengan cara yang tradisional. Bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari budaya suku Manggarai, Anda bisa menginap untuk lebih merasakan dan memahami budayanya. Tidak perlu takut maupun khawatir karena tempat ini sudah biasa dikunjungi oleh para wisatawan.

Berpose dengan Komodo
Berpose dengan Komodo

 

Selamat Datang di Taman Nasional Komodo
Selamat Datang di Taman Nasional Komodo

Labuan Bajo tidak hanya terkenal dengan Taman Nasional Komodo saja, pulau-pulau sekitar Labuan Bajo juga memiliki sejuta keindahan yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi, salah satunya Pulau Padar, Pulau Bidadari, dan Pulau Kenawa.

Pulau Bidadari atau yang biasa disebut oleh masyarakat dengan nama Pulau Bidara ini memiliki pohon kecil penghasil buah Bidara yang tumbuh di daerah kering. Jarak yang ditempuh untuk menuju Pulau Bidara dari Labuan Bajo tidak memakan cukup lama, kurang lebih 30 menit menggunakan kapal atau perahu.

Jika Anda ingin lebih cepat sampai, cukup gunakan speedboat yang hanya memerlukan waktu 10 menit saja untuk sampai ke Pulau Bidara.

Pulau Padar
Pulau Padar

 

Pantai Pulau Padar
Pantai Pulau Padar

Pulau Padar yang merupakan pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo menjadi salah satu tempat wisata favorit karena memiliki kecantikan alam yang khas. Pulau Padar memiliki pulau kecil di sekitarnya di mana para wisatawan dapat menaiki bukit untuk menikmati sunrise maupun sunset.

Pulau Padar yang Instagramable
Pulau Padar yang Instagramable

 

Berfoto Bersama di Pulau Padar
Berfoto Bersama di Pulau Padar

Tentu hal ini akan menjadi pilihan ketika berkunjung karena pemandangan sunrise maupun sunset yang menakjubkan serta pemandangan di bawahnya yang tidak dapat dilihat di tempat lain.

Pulau yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi selain Pulau Bidara dan Pulau Padar yaitu Pulau Kanawa. Pulau ini memiliki air laut yang sangat jernih seperti akuarium sehingga kita dapat melihat terumbu karang dan keanekaragaman hewan laut di bawahnya. Oleh karena itu, pemerintah menegaskan peraturan kepada para wisatawan untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Pink Beach
Pink Beach

Pantai yang juga bisa menjadi pilihan dikunjungi ketika berada di Labuan Bajo adalah Pink beach. Seperti namanya, pantai ini memiliki pasir berwarna merah muda dan termasuk satu dari tujuh pantai yang memiliki pasir merah muda di dunia.

Warna tersebut berasal dari pecahan kerang dan biota laut. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan di pink beach, antara lain berenang, berjemur, menyelam atau diving, maupun sekadar bersantai. Pantai ini juga menarik untuk dijadikan spot foto karena keindahannya tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Sementar itu, Pink Beach juga memiliki pemandangan bawah laut yang tidak kalah menakjubkannya. Laut menjadi istana bagi berbagai jenis ikan, terumbu karang, dan berbagai jenis biota lainnya. Keanekaragaman tersebut masih dijaga oleh pengelola setempat agar tidak dirusak oleh pihak tidak bertanggungjawab. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelam atau diving sekitar Rp 1.300.000 per hari (termasuk 3 kali menyelam, peralatan lengkap, dan makan siang).

Lokasi lain yang biasa digunakan untuk diving dan snorkeling adalah Manta Point. Jika Pink Beach kita hanya bisa menikmati pemandangan bawah laut saja, di Manta Point anda dapat sekaligus berenang bersama dengan ikan pari manta yang sangat ramah dengan para penyelam. Anda tidak perlu takut karena ikan ini tidak berbahaya karena tidak memiliki sengatan di ekornya.