Kawasan Hutan: Pengertian, Klasifikasi, Luas, dan Konflik

Diposting pada

2.2 Hutan Lindung

Hutan lindung secara singkatnya merupakan hutan yang dilindungi negara yang tidak boleh dieksploitasi secara masif.

Hal ini disebabkan karena ekosistem di dalamnya memberi pengaruh baik terhadap tanah dan alam di sekitar hutan. Tata air (siklus air) di hutan lindung tentunya harus dipertahankan dan dilindungi.

Menurut Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 pasal 1 ayat 8 Tentang Kehutanan, hutan lindung ialah hutan sebagai kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, untuk mengatur tata air, mengendalikan erosi, mencegah banjir, mencegah intrusi air laut, serta memelihara kesuburan tanah.

Tujuan utama pemanfaatan hutan lindung adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus agar menumbuhkan kesadaran pada masyarakat untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan fungsi hutan lindung dari generasi ke generasi.

Pemanfaatan hutan lindung diatur dalam Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 pasal 26, yakni dapat dilakukan dengan tidak mengurangi fungsi utama kawasan lebih-lebih merusak lingkungan.

Izin pemberian usaha hutan lindung:

  1. Pemanfaatan kawasan seperti penangkaran satwa, budidaya jamur, serta budidaya tanaman obat dan tanaman hias.
  2. Pemanfaatan jasa lingkungan seperti pemanfaatan air, pemanfaatan wisata alam, serta pemanfaatan keindahan dan kenyamanan.
  3. Pemungutan hasil hutan bukan kayu seperti mengambil buah, madu, atau rotan.

Ensiklopedia lengkap mengenai hutan lindung dapat dilihat dalam artikel “Hutan Lindung: Pengertian, Fungsi, Dasar Hukum, dan Masalah“.

2.3 Hutan Konservasi

Hutan konservasi ini memiliki ciri khas tertentu, berbeda dengan hutan lindung dan hutan produksi. Hutan konservasi memiliki fungsi pokok pengawetan keanekaragaman flora dan fauna serta ekosistem di dalamnya.

Hutan konservasi terdiri dari hutan suaka alam, taman buru, dan kawasan hutan pelestarian alam.

Ensiklopedia lengkap mengenai hutan konservasi dapat dilihat dalam artikel “Hutan Konservasi: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Peraturan“.

3. Luas Kawasan Hutan di Indonesia

Indonesia adalah negara maritim yang luas dan berada pada lintasan garis khatulistiwa. Selain kawasan laut, hutan juga mudah sekali ditemukan di negara ini.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik Internasional di tahun 2011 (paling terbaru sampai artikel ini dirilis), luas kawasan hutan di Indonesia ini sejumlah 884.950 km2.

Berdasarkan angka tersebut, Indonesia menduduki peringkat ke-9 dalam urutan negara dengan hutan terluas di dunia.

Luas daratan di Indonesia adalah 46.46%, lebih dari 50% luas daratan didominasi oleh hutan.

4. Peraturan Perundangan yang Berkaitan

Sebagai rumah dari segala jenis flora dan fauna dalam operasional, pemanfaatan, dan segala yang berkaitan dengan hutan telah diatur dan dilindungi oleh negara.

Adapun beberapa aturan tentang hutan adalah sebagai berikut:

4.1 UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan

Sebelum undang-undang ini terbit, dahulunya telah ada UU Nomor 5 Tahun 1967 Tentang Kehutanan. Undang-Undang ini kemudian sebagai pengganti dengan aturan yang telah disempurnakan.

Adanya pengaturan dengan memasukkan peran serta masyarakat, hak masyarakat atas informasi, dan pemanfaatan hutan, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara umum.

Di Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999, ada dua status hutan yakni hutan hak dan hutan negara. Kekurangan undang-undang ini ada pada aturan tentang masyarakat adat yang bermukim di hutan.

Oleh aturan ini, hutan adat dianggap sebagai bagian dari hutan negara meskipun berada di wilayah masyarakat adat. Sementara dalam aturan undang-undang, meskipun masyarakat adat diakui statusnya namun praktik pengelolaan hutan adat tetap dilakukan di bawah tangan pemerintah atau dengan kata lain dianggap sebagai hutan negara.