Hutan Hujan Tropis: Pengertian, Ciri, Sebaran, Manfaat, dan Keadaannya

3.5 Papua Nugini dan Australia

Blok hutan hujan tropis yang berada di pulau Papua dapat dikatakan memiliki karakteristik flora dan fauna yang berbeda dengan blok Asia Tenggara. Pulau Papua terbagi menjadi dua wilayah. Bagian barat pulau Papua termasuk ke dalam bagian negara Indonesia dan bagian timur menjadi bagian negara Papua Nugini.

Selain itu, dalam konsentrasi yang lebih kecil juga terdapat hutan hujan tropis yang ada di bagian utara Australia meliputi Cooktown dan Townsville yang memiliki karakteristik hampir sama dengan hutan di Papua.

4. Manfaat

Hutan hujan tropis memberikan banyak manfaat baik dari segi ekonomi, sosial, maupun ekologi. Hasil hutan dibedakan menjadi dua yaitu hasil hutan kayu dan hasil hutan non kayu. Produksi dari hasil hutan tersebut sangat berperan penting untuk menunjang kehidupan terlebih dalam sektor ekonomi.

Permintaan pasar akan kayu saat ini kian meningkat. Kayu biasanya digunakan untuk produksi mebel, komposit, ataupun dapat dijual dalam bentuk log. Sifat, motif maupun corak memberikan daya tarik tersendiri terhadap pemilihan kayu sehingga penggunaan kayu sulit untuk disubstitusi dengan bahan sintetis lainya.

Hasil hutan non kayu meliputi produk dari hutan selain kayu. Produk tersebut dapat berupa bahan padat maupun cair. Contoh dari produk hasil hutan non kayu meliputi hewan buruan, minyak atsiri, resin, getah, tumbuhan obat, tumbuhan paku, madu, dan tumbuhan serta hewan yang bermanfaat lainnya.

Selain manfaat ekonomi, terdapat pula manfaat sosial dari keberadaan hutan hujan tropis. Manfaat sosial hutan sangat dirasakan terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Terlebih lagi dengan adanya perhutanan sosial yang sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat.

Hutan sosial tidak hanya mementingkan manfaat pada satu sisi, melainkan dengan adanya hutan sosial ini, interaksi antara masyarakat dengan hutan ditumbuhkan melalui rasa peduli. Masyarakat tidak hanya mendapat manfaat dari hutan, namun juga harus memperhatikan keseimbangan ekologinya.

Manfaat dari segi ekologi melputi manfaat klimatis, edafis, maupun hidrologis. Manfaat klimatis diperoleh dari sisi jasa lingkungan yang diberikan oleh hutan. Sebagai penghasil oksigen, hutan sangat berperan dalam keseimbangan iklim di atmosfer. Hutan dinilai mampu mengurangi laju emisi karbon di atmosfer sehingga dampak dari pemanasan global dapat diminimalisir dengan keberadaan hutan.

Kesuburan tanah dan ketersediaan zat hara merupakan manfaat dari segi edafis. Di dalam hutan terjadi siklus materi yang terus berlanjut. Pohon hidup yang memanfaatkan zat hara dari tanah dapat ditopang penguraian serasah dan mineral oleh dekomposer. Siklus tersebut terus berlangsung sehingga zat hara tanah dapat terus tercukupi.

Teralirinya sumur-sumur maupun sumber mata air merupakan manfaat hidrologis dari hutan. Akar tumbuhan hutan yang menyebar dapat menyerap dan menyimpan air di dalam tanah. Selain manfaatnya bagi manusia, satwa juga memperoleh manfaat dari keberadaan hutan. Sumber pakan, habibat satwa, dan tempat berkembang biak, satwa ada di dalam hutan. Proses adaptasi yang mendukung semua komponen tersebut memungkinkan satwa dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dalam hutan.