Efek Rumah Kaca: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Proses Terjadinya

Diposting pada

3. Dampak Efek Rumah Kaca

Beruang kutub kehilangan habitatnya akibat pemanasan global
Beruang kutub kehilangan habitatnya akibat pemanasan global

Dampak efek rumah kaca sendiri salah satunya yaitu pemanasan global (Global Warming). Pemanasan global merupakan suatu proses di mana meningkatnya suhu rata-rata pada daratan bumi, lautan dan atmosfer akibat konsentrasi gas rumah kaca yang berlebih.

Pemanasan global sendiri memberikan dampak yang tidak hanya dirasakan oleh manusia, tetapi juga dapat menyerang ekosistem secara sistematis, contohnya:

3.1 Ketidakstabilan Iklim di Bumi

Apabila suhu permukaan bumi mengalami peningkatan maka sebagian dari gunung es menjadi cair dan mengakibatkan kenaikan muka air laut.

Suhu di bumi saat musim kemarau maupun musim dingin akan menjadi ekstrem.

Kenaikan suhu akan menyebabkan molekul-molekul air semakin cepat menguap dari permukaan tanah, perubahan cuaca juga akan menjadi ekstrem yang akan berdampak pada kerusakan atau bencana alam.

3.2 Peningkatan Permukaan Air Laut

Terjadinya peningkatan pada pencairan gunung es yang ada di kutub akan berdampak pada ketinggian permukaan air laut yang terus meninggi, sehingga dapat menyebabkan terjadinya erosi pada tebing di pesisir pantai, semakin sering terjadi banjir rob, mengancam kepunahan ekosistem di darat maupun di laut, dan tenggelamnya pulau-pulau kecil.

3.3 Suhu Global Cendrung Meningkat

Kenaikan suhu udara akan menyebabkan pencairan salju dan juga es di berbagai tempat di dunia dan kemudian akan berakibat pada naiknya permukaan laut global.

Pengukuran dilakukan dengan mengukur lautan, atmosfer, gleyser, dan permukaan es yang menunjukkan bahwa saat ini bumi telah mengalami pemanasan global yang diakibatkan dari adanya emisi gas rumah kaca.

3.4 Gangguan Ekologis

Kegiatan manusia dalam mengelola dan mengekspansi bumi secara berlebihan akan mengakibatkan hewan dan tumbuh-tumbuhan menjadi mahkluk hidup yang akan terancam kepunahannya. Dalam perkembangan peristiwa efek rumah kaca, hewan diprediksi akan bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan sedangkan tumbuhan akan berevolusi.

3.5 Perekonomian

Perubahan cuaca terutama pada suhu yang ekstrem akan memicu kegagalan panen yang mengakibatkan akan terjadinya kurangnya pangan dan malnutrisi.

Dampak negatif dari efek ini yaitu tanaman-tanaman yang ada di bumi baik tanaman pangan seperti sayur-sayuran dan buah-buahan maupun tanaman kayu berpotensi lebih besar akan terjadi gangguan dari serangan hama dan penyakit sehingga akan menyebabkan kerugian baik dari perekonomian maupun tingkat produksinya.

4. Proses Terjadinya

Proses terjadinya efek rumah kaca dimulai dari sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari ke permukaan bumi.

Sinar ultraviolet ini sampai ke permukaan bumi lalu akan dipantulkan kembali dalam bentuk sinar inframerah ke luar angkasa.

Sinar matahari datang ke permukaan bumi dalam bentuk suhu panas, sebagian dari sinar matahari ada yang akan dipantulkan ke atmosfer oleh permukaan bumi dan ada pula yang akan diserap oleh permukaan bumi.

Sinar yang diserap oleh bumi akan berwarna agak gelap karena mengandung gas rumah kaca dari atmosfer.

Gas rumah kaca di atmosfer akan memantulkan kembali cahaya yang datang dalam bentuk panas.

Semakin banyak gas ini berada di atmosfer, maka panas yang dilepaskan ke bumi akan semakin banyak pula.

Maka dari itu ketika suhu bumi semakin tinggi, ini merupakan salah satu dampak dari efek rumah kaca.

Sinar matahari yang dipantulkan kembali dari permukaan bumi mempunyai dampak negatif yang dapat merusak lapisan ozon.

Sedangkan fungsi dari lapisan ozon sendiri adalah untuk menghambat dan mengurangi sinar matahari masuk ke atmosfer.

Apabila lapisan ozon yang berada di atmosfer ini terus rusak atau berkurang, maka suhu permukaan bumi akan terus naik pula.

Suhu di permukaan bumi naik karena semakin banyak sinar matahari yang masuk tanpa ada hambatan, sehingga akan semakin banyak pula sinar yang dipantulkan dalam bentuk panas atau semakin banyak energi panas yang dilepas oleh bumi dan dipantulkan kembali oleh gas rumah kaca.