Biosfer: Pengertian, Karakteristik, Penyusun, dan Cagar Biosfer

Diposting pada

Cagar biosfer tebagi ke dalam tiga zonasi wilayah yaitu zona inti, zona penyangga, dan zona transisi.

  1. Zona inti merupakan kawasan konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem yang hanya diperbolehkan untuk penelitian yang tidak berdampak terhadap kerusakan dan pendidikan.
  2. Zona penyangga berada diluar zona inti yang penggunaannya terbatas dan hanya diperbolehkan untuk kegiatan tidak mengeksploitasi seperti pendidikan, penelitian, dan rekreasi.
  3. Zona transisi merupakan zona yang berada di luar zona penyangga yang hanya diperbolehkan untuk pertanian, permukiman dan penggunaan lainnya.

Sejak tahun 1977, Indonesia telah mengenal cagar biosfer. Di tahun tersebut, ada 4 wilayah yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar biosfer di Indonesia. Cagar biosfer tersebut berada di sekitar taman nasional yang berada di Pulau Komodo, Cibodas, Lore Lindu, dan Tanjung Puting. Saat ini, Indonesia sudah memiliki 8 cagar biosfer. Cagar biosfer tambahan adalah Pulau Siberut, Gunung Leuser, Giam Siak Kecil-Bukit Batu, dan Taman Laut Wakatobi.

5. Faktor yang Mempengaruhi Biosfer

Kondisi biosfer dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya iklim, kondisi geologi, ketinggian tempat, dan faktor biotik.

5.1 Iklim

Iklim merupakan faktor paling utama yang mempengaruhi biosfer. Menurut Sunarto (1991), iklim merupakan suatu kondisi suhu dan kelembaban udara di suatu wilayah dalam jangka waktu yang panjang.

Tidak seluruh makhluk hidup dapat tinggal dan menetap di berbagai jenis iklim. Beberapa makhluk hidup tinggal di iklim tropis dan beberapa lainnya tinggal pada iklim subtropis. Panjang bentang ikim akan mempengaruhi besarnya populasi suatu makhluk hidup. Semakin panjang bentang iklim yang dimiliki, memungkinkan populasi organisme makhluk hidup semakin banyak.

5.2 Geologi

Faktor kedua yang berpengaruh terhadap kondisi biosfer adalah kondisi geologi. Kondisi geologi merupakan seluruh kondisi lingkungan fisik yang berada di sekitar lingkungan biosfer tertentu. Cakupan kondisi geologi yaitu air, udara, suhu, dan berbagai faktor lainnya. Lingkungan biosfer yang memiliki kelengkapan kondisi geologi yang tinggi menunjukkan wilayah tersebut memiliki populasi organisme makhluk hidup yang tinggi.

5.3 Ketinggian Tempat

Faktor ketiga yang mempengaruhi biosfer adalah ketinggian tempat. Tidak semua makhluk hidup dapat hidup di daerah tinggi ataupun di daerah rendah. Oleh sebab itu, ketinggian tempat mempengaruhi suatu lingkungan biosfer. Bahkan terdapat tempat yang benar-benar tidak bisa ditinggali oleh makhluk karena memiliki ketinggian tempat yang sangat tinggi.

5.4 Faktor Biotik

Selain iklim, kondisi geologi, dan ketinggian tempat faktor terakhir yang mempengaruhi biosfer yaitu faktor biotik. Suatu makhluk hidup memiliki faktor-faktor yang dapat mendukung keberlangsungan hidup mahluk hidup lainnya.

Keadaan tersebut disebut dengan faktor biotik. Sebagai contoh, pohon merupakan faktor biotik berbagai macam makhluk hidup seperti burung, bajing, dan tupai karena pohon dapat memenuhi kebutuhan makhluk hidup tersebut yaitu menjadikan pohon sebagai tempat tinggal dan sumber maknannya.

Oleh sebab itu, semakin banyak faktor biotik yang berada di sutu lingkungan biosfer tertentu, akan meningkatkan populasi suatu organisme makhluk hidup.

 

Jagalah bumi kita agar tetap lestari dan kita dapat hidup dengan nyaman di dalamnya.