Ekosistem Hutan Taiga yang Unik dengan Adaptasi Iklim Subtropik

Hutan taiga berada di wilayah beriklim subtropis pada daerah pegunungan. Pada umumnya tanaman yang tumbuh pada ekosistem ini hanya terdiri satu jenis tanaman yaitu tanaman berdaun jarum (conifer). Jenis tanaman ini akan selalu tampak selalu hijau (evergreen) sepanjang musim. Berbagai jenis hewan yang dapat ditemukan di hutan taiga yaitu moose, serigala, burung, serangga, dan lain sebagainya.

Salah satu keunikan dari hutan taiga yaitu tidak terlalu banyak spesies hewan dan tumbuhan yang mampu beradaptasi di ekosistem ini. Perbedaan iklim di bumi membuat makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan tidak mampu bertahan di daerah yang sama. Meskipun mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan, hewan dan tumbuhan tetap membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukannya.

Hutan Taiga

 

1. Pengertian Hutan Taiga

Hutan taiga atau hutan boreal merupakan jenis hutan terestrial dengan formasi hutan hanya terdiri dari kelompok tanaman berdaun jarum sehingga hutan ini sering disebut dengan nama hutan berdaun jarum (conifer).

Hutan taiga merupakan hutan yang selalu tampak hijau (ever green) sepanjang tahun, walaupun suhu ketika musim dingin mencapai di bawah nol derajat. Tipe hutan ini banyak tersebar di daerah antar subtropika dengan jenis keanekaragaman yang hanya didominasi oleh satu jenis tanaman saja.

 

2. Perbedaan Hutan Taiga dan Hutan Tropis

Tutan taiga dan hutan tropis memiliki perbedaan yang menonjol. Hutan tropis merupakan hutan yang terletak di daerah tropis seperti hutan hujan tropis (Tropical Rain Forest), hutan muson basah, hutan muson kering, dan hutan savana. Sedangkan hutan taiga merupakan hutan yang terletak di wilayah yang memiliki iklim subtropis hingga iklim dingin.

Bukan hanya dari segi letaknya saja, flora dan fauna yang terdapat di kedua hutan ini juga berbeda. Jenis satwa dan tumbuhan yang ada di hutan taiga hanya terbatas pada jenis tertentu yang mampu berdaptasi, sehingga tipe hutan ini memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang rendah. Sedangkan hutan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan cukup rumit karena beragamnya jenis flora dan fauna yang mampu beradaptasi di dalam hutan tipe ini.

 

3. Hutan Taiga di Indonesia

Indonesia memang dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun dari enam jenis bioma di dunia, hanya empat jenis bioma saya yang ada di nusantara. Keempat bioma tersebut di antaranya bioma pada rumput, bioma hutan hujan tropik, bioma tundra, dan bioma gurun/ padang pasir.

Bioma taiga terletak di wilayah iklim subtropis hingga dingin, oleh karena itu bioma taiga yang terbentuk secara alami tidak cocok dengan Indonesia beriklim tropis. Bioma ini sering ditemukan di belahan bumi bagian utara seperti Rusia, Siberia, dan Kanada Tengah serta Kanada Utara.

 

4. Fungsi Hutan Taiga

Hutan taiga yang terletak di wilayah iklim subtropis memiliki peran bagi kehidupan. Adapun peran hutan taiga bagi kehidupan antara lain:

  1. Pohon berdaun jarum dapat dimanfaatkan kayunya dalam industri pembuatan kertas
  2. Ekosistem hutan taiga berperan dalam mempertahankan kesuburan tanah, dapat mencegah terjadinya erosi, banjir, dan sebagai habitat bagi keanekaragaman hayati
  3. Sebagai pemasok oksigen dan regulasi iklim
  4. Sebagai penyimpanan air tanah
  5. Pohon pinus yang tumbuh pada ekosistem taiga dapat dimanfaatkan sebagai obat
  6. Menurut hasil penelitian bahwa kita berjalan-jalan menelusuri daerah hutan pinus dapat menghilangkan stres dan dapat meredakan flu, sinus, paru-paru, dan bronchitis karena udara yang kita hirup masih murni tidak bercampur dengan polusi.

 

5. Flora dan Fauna di Hutan Taiga

Keanekaragaman flora dan fauna pada ekosistem hutan taiga tidak terlalu tinggi/ beragam karena hutan taiga merupakan hutan boreal yang hanya dihuni oleh flora dan fauna tertentu.

5.1 Flora

Keanekaragaman flora di hutan taiga tidak cukup tinggi karena vegetasi yang tersebar di wilayah hutan ini hanya vegetasi sejenis yaitu pohon daun jarum (conifer). Flora yang tumbuh di tipe hutan ini merupakan tanaman yang selalu terlihat hijau di sepanjang tahun atau evergreen, bahkan pada musim dingin pun tanaman conifer akan selalu tampak hijau. Hal tersebut terjadi karena pohon daun jarum mampu melakukan adaptasi dengan menyerap panas lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan fotosintesis.

Lingkungan hutan taiga yang cukup ekstrem menyebabkan tidak semua tumbuhan mampu beradaptasi. Tumbuhan conifer mampu beradaptasi dengan iklim subropis karena memiliki struktur morfologi yang sesuai dengan lingkungan.

Tumbuhan conifer memiliki struktur morfologi daun berbentuk seperti jarum dan akar yang kuat. Daun yang berbentuk jarum dilapisi oleh lilin. Struktur morfologi bentuk daun seperti ini mampu beradaptasi dari suhu yang dingin hingga panas dan tetap bertahan ketika memasuki musim salju. Oleh karena itu, tumbuhan konifer sangat cocok dengan ekosistem hutan taiga.

5.2 Fauna

Lingkungan yang cukup ekstrem di ekosistem hutan taiga juga menyebabkan tidak semua fauna mampu beradaptasi. Pada umumnya fauna yang mampu bertahan dengan lingkungan hutan taiga memiliki struktur morfologi seperti rambut dan jaringan lemak yang tebal. Mamalia yang berambut tebal umumnya mendominasi wilayah tipe hutan ini.

Jenis fauna yang dapat berdaptasi di hutan taiga yaitu beruang hitam, tupai, gagak hitam, kelinci snowshoe, kucing salju, burung-burung yang bermigrasi, rusa kutub, dan serigala. Burung yang bermigrasi akan datang pada musim panas, sedangkan pada musim dingin burung akan meninggalkan hutan untuk mencari tempat yang agak lebih hangat. Selain itu, terdapat serangga, capung, semut, dan aphid yang hidup di ekosistem taiga.

 

6. Suksesi Hutan Taiga

Hutan Konifer

Proses perubahan dengan suksesi yang berlangsung satu arah melibatkan komunitas lama untuk membentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas sebelumnya. Suksesi terjadi akibat modifikasi fisik dalam komunitas atau ekosistem.

Proses suksesi vegetasi membentuk ekosistem yang tidak seimbang sebelumnya menjadi lebih seimbang. Suksesi juga dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi secara perlahan pada komunitas tumbuhan dalam suatu wilayah yang terjadi pengalihan tumbuhan ke tumbuhan lain dalam tingkatan populasi.

Suksesi dapat disebabkan oleh perubahan iklim karena tumbuhan tidak mampu beradaptasi dengan variasi iklim yang berlangsung lama sehingga menyebabkan rusaknya vegetasi. Selain itu, faktor topografi juga dapat menjadi salah satu penyebab suksesi, misalnya erosi dan pengendapan. Faktor lain penyebab suksesi adalah faktor biotik.

Proses suksesi bisa terjadi secara primer dan sekunder. Proses suksesi primer diawali dengan munculnya tumbuhan pionir, berupa lumut kerak. Lumut kerak mampu melapukkan bebatuan menjadi tanah, lumut kerak yang sudah mati akan terurai menjadi zat anorganik yang dapat memperkaya nutrien tanah menjadi lebih subur.

Benih yang jatuh pada permukaan tanah akan tumbuh lebih subur. Kemudian, mulailah tumbuh rumput, semak, perdu, dan pohon. Setelah itu, hewan mulai memasuki ekosistem ini kemudian akan membentuk komunitas yang lebih kompleks. Dari proses komunitas tumbuhan akan diikuti oleh komunitas hewan. Pada akhirnya akan terbentuk komunitas klimaks yang tahan terhadap perubahan.

Sedangkan proses suksesi sekunder tidak diawali dengan tumbuhnya tumbuhan pionir karena vegatasi tanaman yang sebelumnya masih ada. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa akan muncul tanaman jenis baru yang belum ada sebelumnya.

 

7. Wisata di Hutan Taiga

Wisata alam hutan taiga di Indonesia sangatlah jarang ditemukan, sehingga berikut ini akan disajikan tempat wisata ekosistem hutan taiga yang berada di Alaska. Alaska memiliki taman nasional yang sangat luas dengan keanekaragaman flora dan fauna yang cukup tinggi dengan tipe ekosistem hutan taiga yang sangat menakjubkan. Berikut tempat wisata di Alaska yang merupakan negara bagian Amerika Serikat:

7.1 Denali National Park & Preserve

Tempat wisata ini terletak di wilayah Interior dan Southcentral, Alaska. Puncak tertinggi yang berada di Alaska yaitu Mount McKinley sebagai pusat taman nasional. Wilayah ini berupa hutan taiga dan tundra dengan fauna yang tersebar sekitar 37 spesies mamalia dan sekitar 130 spesies burung.

Setiap tahun, tempat ini banyak dikunjungi para wisatawan berjumlah kurang lebih 432 ribu pengunjung. Destinasi wisata yang satu ini memang terkenal sangat menakjubkan sehingga banyak dikunjungi oleh para wisatawan setiap tahunnya.

Destinasi wisata ini juga memiliki fasilitas berupa jalan setapak di sepanjang areal taman nasional yang memudahkan akses para wisatawan untuk menikmati pemandangan dengan menggunakan mobil atau bis.

Selain itu, di Denali National Park & Preserve terdapat camping area untuk para wisatawan yang ingin bermalam di tempat ini. Destinasi wisata yang satu ini dapat diakses melalui George Park Highways atau Alaska Railroad.

7.2 Wrangell-St. Elias National Park & Preserve

Destinasi wisata ini merupakan wisata terluas di USA dengan luas 5,3 juta ha yang meliputi separuh pegunungan St. Elias dan seluruh pegunungan Wrangell hingga perairan Gulf of Alaska. Tempat ini terletak di wilayah Southcentral Alaska.

Berbagai macam vegetasi tersebar banyak di kawasan ini salah satunya hutan boreal dan taiga di dataran kering. Satwa yang hidup di sini yaitu dall sheep, black bear, brown bear, lynx, dan beberapa ikan yang hidup di aliran Sungai Copper dan Sungai Yukon.

Berbagai spesies burung juga terdapat di tempat ini seperti Burung Ptarmigan dan Burung Gray Jay. Tempat wisata ini dapat diakses melalui highway dari Anchorage. Taman nasional ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan karena keindahannya yang sangat mempesona.

7.3 Lake Clark National Park & Preserve

Kawasan wisata ini terletak di Southcentral Alaska yang cukup luas wilayahnya sekitar 1,6 juta ha. Taman nasional ini memiliki danau yang menjadi tempat favorit para pengunjung yaitu Danau Clark. Danau ini sangat menarik karena memiliki warna biru kehijauan dan dikelilingi pegunungan salju.

Vegetasi di sekitar taman nasional didominasi oleh hutan boreal dan tundra, sedangkan satwa yang hidup di wilayah ini yaitu brown bear, moose, caribou, gray wolf, dan spesies ikaln salmon.

Taman nasional hanya dapat dijangkau menggunakan taxi air dan boat melalui Cook Inlet dan Danau Clark. Tersedia juga penginapan Port Alsworth di Danau Clark.

7.4 Kobuk Valley National Park

Kawasan taman nasional ini terletak di wilayah Far North, sekitar 40 km dari sebelah utara Artic Circle. Tempat yang paling menarik dari taman nasional ini adalah bukit pasirnya, Great Kobuk Sand Dunes. Vegetasi yang mendominasi yaitu hutan boreal dan tundra. Satwa yang hidup di tempat ini yaitu Caribou, moose, gray wolf, black bear, dan brown bear.

Ketika memasuki musim dingin suhu akan mencapai minus derajat celcius. Taman nasional ini memang sulit dijangkau dan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki atau menggunakan dogsled dari Kota Kotzebue dan Nome sehingga tempat ini jarang dikunjungi wisatawan.

7.5 Gates of the Arctic National Park & Preserve

Taman nasional ini terletak di Far North Alaska yang berbatasan dengan Noartak National Preserve di sebelah timur. Area taman nasional ini sebagian besar merupakan deretan pegunungan Brooke Range. Ekosistem hutan taiga mendominasi taman nasional ini dengan fauna yang hidup di tempat ini berupa moose, brown bear, black bear, dall sheep, serigala, dan caribou.

Akses menuju tempat ini memang cukup sulit. Pengunjung harus berjalan sejauh 8 km dari Dalton Highway dan menyebrangi sungai. Pada akhir bulan Mei hingga awal September terdapat kantor pusat informasi bagi para pengunjung yaitu Arctic Intergency Visitor Center di kota Coldfoot.

 

Selain memiliki keunikan yang tidak diragukan lagi, hutan taiga juga memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan. Walaupun hutan taiga tidak cocok dengan iklim di Indonesia, kita masih bisa mengunjungi negara yang bagian utara seperti Rusia dan Alaska jika kita ingin menikmati pemandangan hutan boreal serta merasakan dinginnya berada di kawasan hutan taiga. Sangat menyenangkan sekali jika kita menikmati sejuknya udara di tengah tegakan pohon konifer.

Referensi:

Ilmugeografi.com. 2018. Bioma Taiga [Internet] [diakses pada tanggal 26 Juli 2018] Terdapat pada: https://ilmugeografi.com/

CatatanTraveling. 2015. Taman Nasional Wisata Alam di Alaska [Internet] [diakses pada tanggal 26 Juli 2018] Terdapat pada: http://www.catatantraveling.com

Medwinna. 2013. Suksesi dan Bioma Dunia [Internet] [diakses pada tanggal 26 Juli 2018] Terdapat pada: http://winnamags.blogspot.com

GoodNews. 2017. Pesona Surgawi Bioma Indonesia [Internet] [diakses pada tanggal 26 Juli 2018] Terdapat pada: https://www.goodnewsfromindonesia.id

 

Editor: Mega Dinda Larasati

Ekosistem Hutan Taiga yang Unik dengan Adaptasi Iklim Subtropik
Rating: 4.7 from 10 votes

Tinggalkan komentar