Biosfer: Pengertian, Karakteristik, Penyusun, dan Cagar Biosfer

Diposting pada

Penyusun biosfer terdiri atas tiga lapisan utama yaitu atmosphere, litosphere, dan hydrosphere.

3.1 Atmosfer

Atmosphere berasal dari dua kata, yaitu atmo yang artinya udara dan sphere yang berarti lapisan sehingga atmosphere merupakan lapisan udara yang berada di permukaan bumi. Masing-masing penyusun biosfer tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Atmosphere meliputi empat lapisan yaitu Lapisan troposfer, lapisan stratosfer, lapisan mesosfer, dan lapisan termosfer atau ionosfer.

  • Lapisan troposfer adalah lapisan atmosphere yang paling bawah dan paling dekat dengan permukaan bumi yang mempunyai ketinggian 0 hingga 12 km dari permukaan air laut.
  • Lapisan stratosfer adalah lapisan kedua dari permukaan bumi yang mempunyai ketinggian dari 12 hingga 50 km dari permukaan air laut.
  • Lapisan mesosfer adalah lapisan ketiga atmosphere yang mempunyai ketinggian 50 hingga 80 km dari permukaan air laut.
  • Lapisan yang paling panas adalah lapisan termosfer atau ionosfer yang memiliki ketinggian 80 hingga 700 km dari permukaan air laut.

3.2 Litosfer

Lithosphere berasal dari dua kata yaitu lithos yang artinya batuan, dan sphere yang berarti lapisan. Dengan kata lain, pengertian lithosphere adalah lapisan kulit bumi yang paling luar yang memiliki ketebalan 1200 km dan berat jenis rata-rata 2,8 gram/cm3.

Lapisan penyusun lithosphere antara lain lapisan sial (silisium aluminium) dan lapisan sima (silisium magnesium). Lapisan sial (silisium aluminium) merupakan lapisan yang mengandung batuan granit, sedimen, dan batuan lainnya yang terdapat di daratan benua, sedangkan lapisan sima (silisium magnesium) merupakan lapisan yang elastis dan memiliki ketebalan rata-rata 65 km3.

3.3 Hidrosfer

Hydrosphere berasal dari dua kata yaitu hidros yang artinya air dan sphere yang artinya lapisan. Hydrosphere di permukaan bumi meliputi sungai, danau, laut, air tanah, samudera, dan uap air yang terdapat di lapisan udara (Sugiharyanto 2007).

4. Cagar Biosfer

Tutupan Tajuk di Hutan Hujan Tropis
Tutupan Tajuk di Hutan Hujan Tropis

Tempat makhluk hidup mempertahankan hidupnya dinamakan dengan habitat. Habitat setiap makhluk hidup berbeda-beda dan tidak bisa suatu makhluk hidup dipaksakan untuk hidup di habitat makhluk hidup lain.

Flora dan fauna sangat berperan bagi kehidupan manusia. Manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa keberadaan flora dan fauna. Oleh sebab itu, kelestarian flora dan fauna sangat diperlukan guna memenuhi kebutuhan hidup manusia. Namun peningkatan jumlah penduduk yang semakin pesat, menyebabkan kebutuhan akan flora dan fauna menjadi lebih meningkat dibandingkan sebelumnya.

Selain kebutuhan akan flora dan fauna, manusia juga membutuhkan tempat tinggal yang menyebabkan terjadinya perubahan penggunaaan lahan yang meningkat. Lahan yang semulanya merupakan lahan hutan atau lahan pertanian berubah menjadi lahan permukiman, hal ini biasa disebut dengan deforestasi.

Hal tersebut tentu saja berdampak pada habitat flora dan fauna yang tinggal di dalamnya. Populasi flora dan fauna untuk memenuhi kebutuhan manusia menjadi semakin berkurang. Namun, masalah tersebut dapat teratasi dengan perkembangan teknologi pertanian yang dapat memenuhi kebutuhan manusia.

Pelestarian sumber daya hayati perlu dilakukan agar populasi flora dan fauna tidak menurun terus menerus. Terdapat salah satu konsep yang dapat terapkan untuk melestarikan SDH yaitu cagar biosfer.

Cagar biosfer adalah kawasan ekosistem yang dapat mencapai keseimbangan antara pelestarian keanekaragaman hayati, pembangunan ekonomi, dan pelestarian kebudayaan. Cagar biosfer berperan sebagai pelestarian keragaman komunitas hayati dengan melestarikan keanekaragaman genetika dan evolusi agar dapat berjalan terus, cagar alam sebagai tempat penelitian ekologi dan lingkungan, dan cagar alam dapat digunakan sebagai tempat untuk sarana-prasarana diklat.