Air Tanah: Pengertian, Jenis, Akuifer, Manfaat, dan Pencemaran

Diposting pada

5.1 Air Freatik

Air freatik merupakan jenis air yang berada pada permukaan tanah yang dangkal. Air ini berada pada daerah permukaan tanah dengan lapisan yang kedap air.

5.2 Air Artesis

Air artesis merupakan air tanah yang tertekan oleh lapisan akuifer yang tidak tembus air. Air artesis apabila lapisan akuifernya dibor, maka akan menyebabkan air tanah tersebut naik hingga permukaan tanah atau di bawahnya. Air artesis ini lokasinya lebih dalam dari pada air freatik.

5.3 Air Vados

Air vados merupakan jenis air pada lapisan tanah tak jenuh. Air vados dinamakan seperti itu karena terdapat pada lapisan tanah vadose zone. Air tanah ini dibagi menjadi tiga, yaitu air tanah (soil water), intermediate vadose zone, dan air kapiler.

5.4 Air Juvenile

Air juvenile merupakan jenis air yang berasal dari intrusi magma. Air ini sering dijumpai dalam bentuk air panas contohnya geyser.

5.5 Air Konat

Air konat atau seringkali disebut air fosil atau air purba adalah air yang terjebak dalam pori-pori batuan ketika batuan tersebut terbentuk. Hal ini memungkinkan air jenis ini berumur jutaan tahun lamanya.

6. Karakteristik Akuifer

Berdasarkan karakteristiknya, kemampuan lapisan tanah dalam menyimpan dan meloloskan air dapat dibagi menjadi berikut:

Advertisement nature photography

6.1 Akuifer

Dalam ilmu hidrogeologi, terdapat suatu lapisan yang dikenal sebagai akuifer. Lapisan ini adalah lapisan yang cukup menyimpan banyak air. Salah satu karakteristik dari akuifer adalah memiliki ruang volume pori yang besar. Hal ini memungkinkan air masuk dan terserap di dalamnya.

Tak hanya dapat menyimpan air, tetapi lapisan akuifer dapat mengalirkan air. Air yang terserap pada lapisan ini mampu bertahan dan menembus hingga ruang tanah yang sulit untuk ditembus air.

Penyusun akuifer diukur dari permukaan air tanah sampai lapisan impermeable atau kedap air yang mana termasuk dalam lapisan ini adalah lapisan akuiklud dan akuifug. Jika dilihat dari komposisi distribusi dan interpretasi lapisan batuan, akuifer dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu akuifer bebas, akuifer tertekan, dan akuifer semi tertekan.

6.1.1 Akuifer Bebas

Akuifer bebas atau unconfined akuifer adalah lapisan akuifer di mana lapisan teratasnya memiliki tingkat premeabilitas yang tinggi. Lapisan ini merupakan lapisan bebas atau tidak tertekan. Air ini dalam keadaan bebas maka tekanan udara di permukaan air akan sama dengan tekanan udara yang ada di atmosfer. Akuifer ini biasanya sering disebut sebagai water-table aquifer.

6.1.2 Akuifer Tertekan

Akuifer tertekan atau biasa disebut sebagai confined akuifer adalah akuifer yang lapisan teratas dan bawahnya dibatasi oleh lapisan kedap air. Karena keadaanya tersebut, lapisan ini memiliki tekanan yang lebih besar dari pada tekanan atmosfer, di mana lapisan ini tidak dapat ditembus air melewati bagian atas dan bawahnya.

Lapisan ini hanya dapat ditembus apabila dilakukan pengeboran melewati lapisan kedap air. Pada dasarnya, lapisan tengah akuifer ini masih dapat menyimpan dan dilalui air. Namun hanya saja air tidak dapat masuk dikarenakan adanya lapisan kedap air tersebut.

6.1.3 Akuifer Semi Tertekan

Akuifer semi tertekan atau biasa disebut sebagai leakage akuifer adalah lapisan yang memiliki sifat setengah kedap air, di mana hanya dapat meloloskan air dalam jumlah yang relatif kecil.

Letak akuifer semi tertekan berada di antara peralihan akuifer tertekan dan akuifer bebas sehingga lapisan akuifer semi tertekan mendapat sebagian karakteristik dari kedua akuifer tersebut.

Lapisan teratasnya merupakan lapisan yang tersusun atas partikel halus sehingga memungkinkan untuk terjadinya pergerakan air dalam skala kecil. Sedangkan lapisan bawahnya merupakan lapisan impermeabel yang tidak dapat dilalui air.

Gambar Gravatar
Mahasiswa IPB, Departemen Manajemen Hutan yang berasal dari Pangandaran, Kelahiran Desember 1998. Sekarang aktif dalam Himpunan Mahasiswa Manajemen Hutan.