Konservasi Tanah dan Air

Diposting pada

Konservasi tanah dan air atau seringkali disebut KTA merupakan suatu tindakan pengawetan terhadap kualitas dan kuantitas tanah dan air. KTA menjadi sangat mendesak dilakukan di berbagai DAS prioritas di Indonesia mengingat kerap terjadinya berbagai bencana alam hidrometeorologis, seperti banjir, banjir bandang, dan longsor.

Konservasi tanah dan air sendiri sebenarnya gabungan dari istilah konservasi tanah dan konservasi air, hanya saja seringkali istilah ini digabungkan karena proses-proses antara tanah dan air tidak dapat dipisahkan dan memiliki kaitan yang erat satu sama lain. Konservasi ini perlu dipelajari baik itu oleh para petani, masyarakat desa dan kota, mahasiswa, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat, hal ini karena permasalahan mengenai lahan tidak hanya bisa dikelola oleh satu lembaga saja.

Konservasi Tanah dan Air

Berikut adalah poin-poin penting tentang konservasi tanah dan air:
1. Pengertian Konservasi Tanah dan Air
2. Mengapa KTA Penting Dilakukan?
3. Tujuan Konservasi Tanah dan Air
4. Metode Konservasi Tanah dan Air
5. Ruang Lingkup Konservasi Tanah dan Air
6. Perencanaan Konservasi Tanah dan Air Partisipatif

 

1. Pengertian Konservasi Tanah dan Air

1.1 Pengertian Konservasi Tanah

Konservasi tanah menurut Arsyad (1989), adalah penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.

Konservasi tanah secara umum diartikan sebagai penempatan tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.

Dalam arti sempit konservasi tanah sendiri adalah upaya untuk mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan memperbaiki tanah yang rusak oleh erosi.

1.2 Pengertian Konservasi Air

Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah untuk pertanian seefisien mungkin dan pengaturan waktu aliran air dengan cara meresapkan air ke dalam tanah agar pada musim hujan tidak terjadi banjir dan pada musim kemarau air untuk kebutuhan hidup masih tersedia.

 

2. Mengapa KTA Penting Dilakukan?

Konservasi tanah dan air sebagaimana dijelaskan di awal artikel merupakan suatu hal yang sangat penting. Intinya KTA ini bertugas untuk memelihara tanah dan air dari kerusakan. Kerusakan yang dapat terjadi pada tanah di antaranya adalah:

  • Hilangnya unsur hara dan bahan organik di daerah perakaran tanah
  • Terakumulasinya garam di daerah perakaran (salinisasi) atau secara sederhana disebut juga pengumpulan senyawa beracun bagi tanaman
  • Jenuhnya air tawar pada akar atau batang bagian bawah suatu tanaman
  • Erosi

Sedangkan jenis-jenis kerusakan yang dapat terjadi pada badan air adalah:

  • Mengeringnya mata air akibat volme air tanah yang semakin sedikit
  • Menurunnya kualitas air akibat adanya sedimen hasil erosi
  • Tercampurnya limbah
  • Masuknya unsur hara pada badan air sehingga terjadi eutrofikasi

Permasalahan-permasalahan yang terjadi di tanah maupun air tersebut dapat diatasi salah satunya dengan menggunakan teknik konservasi tanah dan air.

 

3. Tujuan Konservasi Tanah dan Air

Tujuan dari kegiatan konservasi tanah sendiri adalah untuk mencegah erosi, memperbaiki tanah yang rusak, serta memelihara dan meningkatkan produktivitas tanah agar dapat digunakan secara berkelanjutan.

Sedangkan tujuan dari adanya konservasi air adalah:

  1. Menjamin ketersediaan air untuk generasi mendatang
  2. Penghematan energi yang cukup besar untuk pemompaan air, pengiriman, dan fasilitas pengolahan air limbah
  3. Konservasi habitat yaitu penggunaan air oleh manusia yang diminimalisir untuk membantu mengamankan simpanan sumber air bersih untuk habitat liar lokal dan penerimaan migrasi aliran air

 

4. Metode Konservasi Tanah dan Air

Metode konservasi tanah sendiri dibagi menjadi metode vegetatif, mekanik, dan kimiawi.

4.1 Metode Vegetatif

Metode vegetatif adalah penggunaan tanaman atau bagian-bagian tanaman atau sisa-sisanya untuk mengurangi daya tumbuk butir air hujan yang jatuh, mengurangi jumlah dan kecepatan aliran permukaan yang pada akhirnya mengurangi erosi tanah (Arsyad 2006). Beberapa teknik konservasi tanah dan air yang bisa diterapkan di antaranya adalah: