Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu

Diposting pada

6.1 Keanekaragaman Ekosistem

TNLKS umumnya memiliki ekosistem perairan laut maritim tropis karena terdiri atas pulau-pulau dan gugusan-gugusan dengan terumbu karang serta kedalaman laut yang sangat bervariasi. Kawasan ini juga dapat dibagi menjadi sub-ekosistem, yaitu:

  • Sub-ekosistem daratan pantai, sub-ekosistem ini memiliki ciri-ciri dengan relatif kecil, jenis-jenis flora dan fauna serta unsur-unsur non-hayati membentuk darata yang khas.
  • Sub-ekosistem pantai hutan bakau, areal ini adalah areal yang ditumbuhi oleh berbagai macam tumbuhan khas tumbuhan mangrove.
  • Sub-ekosistem terumbu karang merupakan areal terluas dengan bercirikan berbagai flora dan fauna laut yang khas dan indah.

6.2 Keanekaragaman Flora dan Fauna

Tumbuhan yang banyak dijumpai di taman nasional ini di antaranya adalah:

  • Kelapa (Cocos nucifera)
  • Pandan Laut (Pandanus tectorius)
  • Cemara laut (Casuarina equisetifolia)
  • Mengkudu (Morinda citrifolia)
  • Sukun (Artocarpus atilis)
  • Kecundang (Cerbena adollam)
  • Nyamplung (Calophyllum inophyllum)
  • Bogem (Sonneratia)
  • Rhizopora
  • Avicennia
  • Bruguiera eriopetala
  • Ceriops
  • Waru Laut (Hibiscus tiliaceus)
  • Phempis
  • Suriana
  • Tourneforti
  • Spinifex
  • Ipomoea

Sementara itu flora laut yang umum terdapat di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu adalah

  • Kelas ganggang laut
    • Rhodophyta
    • Chlorophyta
    • Phaephyta
  • Rumput laut
    • Halimeda padina
    • Thalassia
    • Caulerpa
    • Gelidium
    • Sargassum
    • Focus
    • Chondrus

Fauna khas dan yang mendominasi di kawasan ini merupakan jenis-jenis biota dari ekosistem terumbu karang, tercatat ada 257 jenis fauna. Juga terdapat terumbu tepi, gosong karang, dan beberapa jenis moluska yang dilindungi, seperti kima raksasa (Tridacna gigas), kepala kambing, batu laga, akar bahar, dan kerang susu bundar. Tercatat sekitar 113 jenis ikan dan 78 jenis ikan diketahui berasosiasi dengan padang lamun.

Salah satu satwa endemik yang terdapat di TNLKS antara lain Elang Bondol (Haliastur indus). Elang ini pun menjadi maskot ibu kota Jakarta. Selain Elang Bondol, terdapat 17 jenis burung lain yang terdapat di Taman Nasional Kepulauan Seribu.

Dataran terumbu bagian dalam dari bercak terumbu di permukaan laut pada habitat yang terlindung ditandai oleh pasir, puing-puing, dan karang kecil bercabang atau masif, seperti Acropora sp., Porites andrewsi, dan Porites lutea.

Pada dataran karang bagian luar, karang bercabang dan masif membentuk atol kecil, dan Acropora sp., Porites andewsi, dan Porites lutea merupakan jenis yang khas. Himpunan karang dari dataran karang di sekitar Pulau Pari bagian selatan didominasi oleh Acropora sp. dengan pola zonasi yang jelas.

Keanekaragaman jenis lebih rendah pada dataran karang yang terbuka dibandingkan dengan kawasan yang terlindung. Puncak terumbu ditandai oleh karang yang berbentuk tabung dan kurang masif besar serta kecil, seperti Acropora sp., Porites sp., dan Coeloseris sp.

 

7. Masyarakat Sekitar Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu

Terdapat sekitar 10.000 jiwa pada tahun 2014 yang bermukim di dalam kawasan taman nasional (3 perkampungan penduduk) dan sekitar 7.000 jiwa di sekitar kawasan pekerja, yakni sebagai nelayan tradisional.

Nelayan di Kepulauan Seribu memanfaatkan buah lamun (Enhalus acoroides) juga sebagai tambahan makanan.

Kegiatan ekonomi penduduk umumnya adalah menangkap ikan (termasuk mengumpulkan binatang terumbu karang), berkebun kelapa, pertambangan karang, dan cangkang kima. Pariwisata di sini pun menjadi suatu industri besar yang dapat dijadikan pendapatan terbesar penduduk di sekitar Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu.

Pulau Kelapa dan Pulau Panggang merupakan dua pulau utama dalam kawasan. Pulau-pulau lain yang tidak dihuni ditempati oleh para nelayan pada musim-musim tertentu, disewakan atau dibeli sebagai pulau pribadi, dan dikembangkan untuk pariwisata.

Sebanyak 23 pulau telah dimiliki secara pribadi dan dikembangkan menjadi destinasi wisata alam. Sebanyak 80 pulau di Taman Nasional Kepulauan Seribu telah dibangun untuk kegiatan pariwisata, seperti Pulau Putri, Pulau Melintang dan Pulau Bidadari. Pulau-pulau yang telah dibangun tersebut dilengkapi dengan fasilitas seperti lanai, cottage, gedung pertemuan, bungalow, bar, restoran, toko, dan tempat berkemah.

 

8. Destinasi Wisata Alam di TNLKS

Pulau Bidadari di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu

Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu merupakan taman nasional yang paling mudah diakses di Indonesia karena letaknya yang berada di provinsi DKI Jakarta.

Pada tahun 1993 saja jumlah pengunjung taman nasional ini mencapai 112.988 wisatawan yang berasal dari dalam dan luar negeri. Kunjungan pada tahun 1994 pun meningkat menjadi 125.840 wisatawan dengan sebagian besar adalah wisatawan dari mancanegara.

Besarnya wisatawan tersebut sebagian besar bertujuan untuk mengunjungi Pulau Ayer Besar, Pulau Bidadari, Pulau Antuk Barat dan Timur, Pulau Pelangi, Pulau Putri, Pulau Laki, Pulau Sepa Barat, Pulau Kotok Besar Tengah dan Timur, dan Pulau Rambut.

Kegiatan wisata yang umum dilakukan di taman nasional ini, antara lain untuk menyelam, berenang snorkeling, berlayar, hunting foto, dan pengamatan burung. Beberapa lokasi yang menarik untuk dikunjungi diantaranya adalah