Semarak Kehutanan: Membangun Optimisme Sektor Kehutanan di Masa Depan

Diposting pada

Semarak Kehutanan 2017 yang digelar di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor menepis berbagai stigma negatif tentang hutan Indonesia.

Seringkali pemberitaan mengenai hutan Indonesia terus memberikan stigma negatif bagi masyarakat. Pemberitaan tentang sektor kehutanan yang seringkali terdengar di antaranya adalah kebakaran hutan, ilegal logging, perambahan hutan, perampasan lahan, korupsi di sektor kehutanan, rusaknya ekosistem, dan berita negatif lainnya. Hal ini cenderung memberikan persepsi bahwa sektor kehutanan merupakan sektor yang sangat penuh dengan masalah.

Memang benar sektor ini penuh dengan masalah, namun masalah-masalah tersebut adalah tantangan dan di balik semua itu banyak juga hal yang belum terekspos lebih dalam oleh masyarakat mengenai berbagai hal positif mengenai hutan Indonesia.

Desain Panggung Konser Malam Puncak Semarak Kehutanan 2017

 

Semarak Kehutanan

Semarak Kehutanan merupakan salah satu agenda terbesar yang ada di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Kegiatan ini dipanitiai oleh para mahasiswa strata satu dari Departemen Manajemen Hutan, Hasil Hutan, Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, serta Departemen Silvikultur yang dikomandoi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kehutanan IPB.

Semarak Kehutanan ini memiliki rangkaian kegiatan yang diakhiri pada malam puncak pada hari Jumat kemarin (10/11/2017). Rangkaian kegiatannya sendiri terdiri atas empat kegiatan utama, yaitu Kegiatan Bina Desa di Desa Cikarawang untuk memberi edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai ilmu pengetahuan praktis kehutanan yang dapat diterapkan masyarakat, Seminar Semarak Kehutanan yang bertema “Bisnis Kehutanan untuk Masa Depan”, Expo himpunan profesi di Fakultas Kehutanan dan Expo Makanan, serta rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan malam puncak yang sangat spesial.

Bina Desa yang dilakukan di desa Cikarawang yang merupakan desa lingkar kampus IPB memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat di sana. Sebagai tindak lanjutnya, desa ini kemudian ditetapkan menjadi desa binaan Fakultas Kehutanan IPB. Dalam perencanaan ke depannya, program-program seperti agroforestri, peningkatan mutu dan hasil hutan rakyat, pemanfaatan HHBK, dan lain sebagainya dapat dilaksanakan di desa ini.

Rangkaian kegiatan kedua yang lebih semarak lagi adalah Seminar Semarak Kehutanan 2017. Seminar ini memberikan para mahasiswa dan peserta lain non mahasiswa bekal rasa optimisme dalam menyongsong pengelolaan hutan di Indonesia.

Hal yang diangkat dalam seminar ini bahwa hutan bukan hanya tentang kayu, tetapi komoditi lain seperti fragrance, gaharu, madu, minyak atsiri, dan lak bahkan mengenai energi yang memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. Selain itu, dalam seminar ini mengangkat juga isu mengenai bisnis kehutanan yang berkaitan dengan energi.

Hutan sebagai energi saat ini bukan hanya isapan jempol belaka. Penggunaan energi biomassa saat ini sudah dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kalor bahkan dapat menghasilkan listrik dengan teknik gasifikasi.

Menurut Penanggung Jawab kegiatan ini, Yuarsa Gumelar, yang sekaligus adalah Ketua Departemen Apresiasi Seni di BEM Fakultas Kehutanan IPB, Semarak Kehutanan ini memiliki tujuan untuk mengenalkan sisi lain dari sektor kehutanan yang tidak hanya tentang kayu semata. Justru komoditi HHBK-lah yang dapat menjadi pilar perekonomian dari sektor kehutanan.

Malam puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah adanya Expo dan Konser penutupan kegiatan. Bintang tamu ternama seperti Mocca turut meramaikan kegiatan pada malam puncak. Selain itu, nama-nama besar lainnya seperti Mery & Celeste, Euforesta, Ardeidae, Rainy of 15, Rare, Rimbakusi, dan AADC turut meramaikan dan membuat suasana meriah pada malam puncak yang awalnya sempat diguyur hujan cukup lebat khas Bogor.