Ruang Terbuka Hijau: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Penyediaan

Diposting pada

2.2 Manfaat

Berbeda dengan fungsi, ada pula manfaat yang diberikan. Manfaat ini dapat diperoleh dari fungsi-fungsi yang ada. Manfaat yang diperoleh terbagi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung.

2.2.1 Manfaat Langsung

Manfaat langsung adalah manfaat yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, pengunjung, ataupun pihak lainnya.

Salah satunya adalah manfaat yang diperoleh dari fungsi estetika seperti keindahan yang membuat masyarakat serta orang-orang yang berkunjung ke area ini merasa nyaman.

Selain itu, juga didapatkan dari fungsi sosial budaya yang menyediakan tempat yang untuk melakukan kegiatan interaksi serta rekreasi.

2.2.2 Manfaat Tidak Langsung

Jenis manfaat lainnya adalah manfaat tidak langsung. Area ini juga memberikan manfaat tidak langsung.

Manfaat ini dapat dirasakan untuk jangka waktu yang panjang. Manfaat ini diperoleh salah satunya dari fungsi ekologis sebagai peningkat kualitas lingkungan serta dari fungsi ekonomi misalnya apabila dari area ada yang dihasilkan untuk dijual seperti buah, bunga, dan daun.

3. Jenis-Jenis dan Bentuk Ruang Terbuka Hijau

Ruang terbuka hijau memiliki beberapa klasifikasi, yaitu klasifikasi ruang terbuka hijau berdasarkan jenisnya dan bentuk RTH-nya.

3.1 Klasifikasi berdasarkan Jenis Pemilikan Lahan

Berdasarkan jenisnya, RTH dibagi menjadi dua yaitu publik dan privat.

Ruang terbuka hijau publik dimiliki oleh pemerintah daerah atau pemerintah pusat dan digunakan untuk kepentingan umum.

Bentuk-bentuknya adalah taman kota, taman pemakaman umum, dan jalur hijau.

Jalur hijau ini terbentuk sepanjang jalan, sungai, hingga pantai.

Berbeda dengan jenis publik, ruang terbuka hijau privat dimiliki perorangan berupa masyarakat ataupun pihak swasta. Bentuknya dapat berupa kebun atau halaman.

3.2 Klasifikasi berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya, RTH dibedakan menjadi beberapa bentuk.

3.2.1 Taman Kota

Berdasarkan bentuknya, area ini terbagi menjadi beberapa bentuk yang salah satunya adalah taman kota.

Dilihat dari namanya, area ini sudah pasti berada di wilayah perkotaan dan terdapat banyak aktivitas masyarakat mulai dari sebagai tempat diskusi hingga rekreasi.

Tempat ini dibangun untuk meredam suara-suara bising serta polusi yang pada umumnya dihasilkan oleh kendaraan bermotor.

Taman kota dapat mempercantik kota dan memberikan kesan natural di tengah-tengah kepadatan daerah perkotaan. Pembangunan tempat ini biasanya di antara batas-batas bangunan kota atau dapat berdiri sendiri.

3.2.2 Taman Rekreasi

Bentuk lainnya adalah taman rekreasi. Tempat ini diperuntukkan untuk melakukan kegiatan rekreasi atau tamasya keluarga. Berbeda dengan taman kota, biasanya untuk masuk ke tempat ini dikenakan tarif tertentu.

3.2.3 Taman Wisata Alam

Bentuk lainnya yaitu taman wisata alam atau sering disebut TWA. Sesuai dengan namanya, tempat ini memberikan ruang bagi masyarakat atau pengunjung untuk melakukan kegiatan wisata dengan objek berupa alam.

TWA merupakan salah satu bentuk kawasan konservasi berupa Kawasan Pelestarian Alam (KPA) yang dapat digunakan untuk keperluan rekreasi atau pariwisata alam melalui pemanfaatan ekosistem dan sumber daya alam dari tempat tersebut.

Di Indonesia sendiri, taman wisata alam telah banyak didirikan di berbagai daerah. Salah satunya adalah TWA Angke Kapuk yang terletak di DKI Jakarta, lalu ada TWA Pangandaran di Jawa Barat, TWA Tanjung Tampa di NTB, TWA Batu Putih di Sulawesi Utara, TWA Tirta Rimba Air di Sulawesi Tenggara, TWA Gunung Api Banda di Maluku, TWA Nabire di Papua, hingga di Papua Barat ada TWA Sorong dan TWA Pasir Putih.

Selain itu, masih banyak lagi taman wisata alam di Indonesia yang dapat dijadikan menjadi destinasi wisata atau rekreasi alam.