Pohon Gaharu: Kayu Termahal di Dunia Penghasil Miliaran Rupiah

Diposting pada

Untuk mengukur luas lahan anda, anda dapat menggunakan tool yang ada di aplikasi Google Earth.

Lahan yang sesuai untuk menanam pohon Gaharu adalah tanah yang memiliki cukup unsur hara, pori-pori tanah cukup baik, tekstur tanah yang proporsional, memiliki tingkat aerasi tanah yang baik sehingga air tidak menggenang, tanah gembur agar akar dapat berpenetrasi dengan baik, pH tanah tidak terlalu asam atau basa (cenderung ber-pH 6-7), dan dekat dengan sumber air untuk menyiram semai Gaharu.

Persiapan media tanam

Lubang tanam dibuat kurang lebih sebulan sebelum penanaman atau maksimal 2 minggu sebelum penanaman. Pembuatan lubang tanam lebih awal ini agar lubang tanam mendapat pasokan unsur hara kembali dalam kurun waktu sebelum penanaman.

Lubang tanam yang biasa digunakan adalah 30cm x 30cm 30cm, namun hal ini bergantung pada bentuk bibit pohon Gaharu yang akan anda tanam.

Ketika penanaman, pastikan polibag dibuka dengan hati-hati agar kekompakan tanah dalam polibag tidak hancur.

Bibit pohon Gaharu ditanam dalam lubang tanam sewajarnya. Batang bibit usahakan jangan terlalu dalam tertimbun oleh tanah.

Dalam proses penguburan bibit, gemburkan tanah top soil agar akar nantinya dapat tumbuh dengan baik serta mendapat pasokan unsur hara yang cukup.

Apabila tanah yang digunakan kurang subur atau anda ingin mempercepat laju pertumbuhan pohon maka pemupukan harus dilakukan.

Pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk organik ataupun pupuk NPK. Pupuk NPK yang dapat digunakan adalah pupuk NPK berdosis 20-30 gram pada setiap lubang tanam.

Apabila media tanam (tanah) memiliki tingkat keasaman lebih kecil daripada 5 maka harus dilakukan pembasaan atau pengapuran. Pengapuran dilakukan dengan menambahkan kapur dolomit sebesar 100 gram pada setiap lubang tanam.

Naungan yang sesuai

Naungan bertujuan untuk mengurangi penguapan tanaman (transpirasi) yang berlebihan.

Pada persemaian, pemberian naungan dilakukan dengan cara menambahkan naungan dari bahan jerami, dedaunan, atau bahkan dari plastik.

Pastikan naungan tidak 100% menghalangi sinar matahari yang masuk, karena bagaimanapun juga cahaya matahari diperlukan untuk pertumbuhan.

Apabila di tempat penanaman, pastikan tutupan tajuk cukup, artinya semai Gaharu tidak terlalu mendapatkan cahaya matahari secara langsung.

Penanaman yang sesuai untuk pohon Gaharu ini pun pada pertengahan musim hujan karena semai Gaharu harus mendapat cukup air dan cukup sinar matahari untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Perawatan semai yang optimal

Perawatan pada pohon Gaharu sama halnya seperti pada tanaman pohon pada umumnya, seperti penyiangan, penyulaman, pemangkasan, serta perlindungan dari hama dan penyakit.

Penyiangan diperlukan agar pohon Gaharu dapat tumbuh dengan optimal tanpa adanya persaingan unsur hara dalam tanah dengan tumbuhan lainnya, seperti semak belukar dan tumbuhan bawah, dan semai pohon lainnya yang tumbuh secara alami.

Penyulaman dilakukan untuk mengganti semai yang sudah mati atau merana dengan semai yang baru. Tujuannya agar lahan tetap terpakai optimal.

Pemangkasan dilakukan untuk mengurangi batang yang tumbuh pada ketinggian pohon yang pendek. Tujuan dari pemangkasan ini agar didapati pohon yang memiliki batang lurus dan besar sehingga kandungan Gaharunya tinggi.

Perlindungan hama dapat dilakukan dengan cara pemberian pestisida, baik itu pestisida organik maupun pestisida kimia.

Hama yang paling mengganggu adalah hama ulat dari golongan Lepidoptera. Ulat ini meningkat populasinya pada saat musim kemarau untuk mencari makanannya yang berupa dedaunan, daug pohon Gaharu pun merupakan salah satu makanan yang paling disukai ulat ini.