NEST (National Environomic and Social Talk) 2018: Peran Para Pihak dalam Mendukung Percepatan Perhutanan Sosial

NEST 2018 merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Forest Management Students’ Club (FMSC). Rangkaian kegiatan tersebut terdiri dari kegiatan Ekspedisi Manajemen Hutan, lomba esai nasional, pameran foto, dan seminar nasional.

Ekspedisi Manajemen Hutan dilaksanakan di KPHP Kerinci Unit 1 selama 10 hari untuk mempersiapkan berkas pengusulan perhutanan sosial yang terdiri dari pemetaan calon lokasi, survei potensi, dan pembentukan Kelompok Tani Hutan atau Lembaga Masyarakat Desa Hutan. Lomba esai nasional diikuti oleh 13 perguruan tinggi di Indonesia yang dimenangkan oleh peserta yang berasal dari Universitas Gadjah Mada. Pameran foto menampilkan dokumentasi hasil kegiatan Ekspedisi Manajemen Hutan dan Kelompok Studi FMSC.

Foto Bersama Para Pihak dalam Kegiatan NEST 2018
Foto Bersama Para Pihak dalam Kegiatan NEST 2018

 

Percepatan perhutanan sosial perlu melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, seminar NEST (National Environomic and Social Talk) 2018 mewadahi para pemangku kepentingan untuk memberikan pemaparan terkait upaya percepatan perhutanan sosial dari berbagai sudut pandang yang dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2018.

Kegiatan NEST 2018 terselenggara berkat kerjasama FMSC dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh KLHK, KPHP Kerinci Unit 1, dan Pusat Informasi Kehutanan Fakultas Kehutanan IPB.

Seminar NEST 2018 diselenggarakan di Auditorium Andi Hakim Nasution IPB yang dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi IPB (Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc., F.Trop) dan dihadiri oleh Sekretaris Departemen Manajemen Hutan (Dr. Ir. Leti Sundawati, M.Sc., F.Trop), Ketua LPPM IPB (Dr. Ir. Aji Hermawan, MM), serta Komisi Kemahasiswaan Departemen Manajemen Hutan (Dr. Ir. Soni Trison, M.Si).

Kegiatan seminar ini menghadirkan Dirjen PSKL Kementerian LHK (Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc), Asosiat Lembaga Alam Tropika Indonesia/ Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintaha (Ir. Suwito), Sourcing Manager Givaudan Indonesia (Lita Agnes Ginting), Kepala KPHP Kerinci Unit 1 (Neneng Susanti, S.Hut., M.Si), dan Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB (Prof. Dr. Ir. Didik Suharjito, M.S) sebagai pembicara.

Pada seminar nasional kali ini dipaparkan bahwa perhutanan sosial bertujuan untuk memberi akses kepada masyarakat dalam mengelola kawasan hutan agar tercapainya kesejahteraan masyarakat dan kelestarian hutan. Salah satu kendala yang dihadapi oleh masyarakat adalah kurangnya pengetahuan terkait mekanisme pengajuan izin skema perhutanan sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan peran para pihak dalam percepatan perhutanan sosial. Diharapkan melalui perhutanan sosial kesejahteraan sosial masyarakat dapat meningkat.

 

Editor: Mega Dinda Larasati