Menjelajahi Pesona Alam di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Diposting pada

4.1 Zona Collin atau Hutan Hujan Dataran Rendah

Zona ini terletak di ketinggian 500-1000 mdpl dan telah banyak mengalami kerusakan dan menjadi hutan sekunder. Oleh karena itu, zona ini banyak ditumbuhi banyak tumbuhan bawah dan pohon pionir, seperti Manggong (Macaranga rhizoides), Kareumbi (Omalanthus populneus), dan Cangcaratan (Nauclea lanceolata).

Di samping itu terdapat juga pohon komersial yang tumbuh dalam zona ini, seperti Rasamala (Altingia excelsa), Suren (Toona sureni/sinensis), Riung anak (Castanopsis javanica), Keruing (Dipterocarpus sp.), dan Puspa (Schima walichii).

4.2 Zona Hutan Submontana

Zona hutan submotana terletak di ketinggian 1000-1500 mdpl. Hutan pegunungan bawah memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi, adapun jenis-jenis dominan di antaranya Puspa (Schima walichii), Rasamala (Altingia excelsa), Pasang/oak (Lithocarpus sp.), Suren (Toona sureni/sinensis), Jamuju (Dacrycarpus imbricatus), Baros (Magnolia blumei), Waru Sintok (Cinnamomum sintok), Kiputri (Podocarpus neriifolius), Antidesma montanum, Eurya acuminata, Evodia aromatic, dan berbagai jenis dari famili Fagaceae dengan sedikit tumbuhan bawah.

Di zona ini juga ditemukan 75 jenis anggrek, seperti Bublophylum binnendykii, Bublophylum angustifolium, Bublophylum scottifolium, Bublophylum violaceum, Coelogyne correa, Cymbidium sundaicum, dan Dendrochilum raciborsckii, serta berbagai jenis epifit, seperti Rotan (Calamus sp.)

4.3 Zona Hutan Montana

Zona ini terletak di atas ketinggian 1500 mdpl dan didominasi oleh jenis-jenis dari famili Fagaceae, seperti Jamuju (Dacrycarpus imbricatus), Pasang (Quercus sp.), dan Kiputri (Podocarpus neriifolius).

 

Taman Nasional Gunung Halimun Salak juga memiliki keanekaragaman flora yang sangat tinggi. Terdapat lebih dari 500 spesies tumbuhan yang termasuk ke 266 genus dan 93 suku. Hasil ini diduga masih belum angka sesungguhnya, mengingat Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang jaraknya berdekatan dan memiliki hanya sepertujuh luas Taman Nasional Gunung Halimun Salak memiliki 844 spesies tumbuhan berbunga. Terlebih lagi penelitian di atas juga belum termasuk wilayah yang ditambahkan sejak 2003.

TNGHS memiliki beberapa tumbuhan penting di dalamnya, seperti Altingia excelsa (Rasamala), Amorphopallus titanum (Bunga Bangkai), Asplenium nidus (Pakis Sarang Burung), Calamus sp. (Rotan), Castanopsis javanica (Riung anak), Schima wallichii (Puspa), dan Podocarpus neriifolius (Kiputri). Taman nasional ini  juga menjadi habitat berbagai jenis tumbuhan anggrek yang sebagian besar endemik jawa.

Keanekaragaman fauna di Taman Nasional Gunung Halimun Salak juga tidak kalah beragam dari floranya. Jenis satwa yang biasa dijumpai di Taman Nasional Gunung Halimun Salak antara lain, 11 jenis bajing, 7 jenis kelelawar, 7 jenis berang-berang, 4 jenis primata, Cuon alpinus (anjing hutan/ajag), Manis javanica (trenggiling), Panthera pardus (Macan tutul/kumbang), Tracypithecus auratus (Lutung), Sus scrofa (Babi hutan), Tragulus javanicus (Kancil), dan Mydaus javanensis (sigung).

Terdapat juga tiga primata endemik jawa yang hidup di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, yaitu Hylobates moloch (owa jawa), Presbytis comata (surili), dan Nycticebus javanicus (kukang jawa).

Di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak juga terdapat lebih dari 130 jenis burung, antara lain Bubo sumatranus (burung hantu), Buceros rhinoceros (rangkong badak), dan Gallus gallus (ayam hutan merah). Burung-burung endemik yang hidup di Taman Nasional Gunung Halimun salak ada 30 jenis, seperti Spizaetus bartelsi (elang jawa), Arborophila javanica (puyuh gonggong jawa), Tesia superciliaris (tesia jawa), dan Lophozosterops javanicus (opior jawa).

 

5. Masyarakat Sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul
Masyarakat Adat Kasepuhan

Penduduk di sekitar taman nasional sebagian besar terdiri dari Suku Sunda, terutama dari masyarakat Kasepuhan Citorek dan Cicemet yang masih memegang teguh budayanya. Terdapat beberapa macam upacara adat yang diselenggarakan masyarakat sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak antara lain: