Menguak Kondisi Alam Pemicu Banjir Bandang di Bogor dan Aceh

Diposting pada

Hanya saja waktu dan lokasi sebelumnya tidak berada pada kawasan yang tinggi dan karakter hujan yang turun tidak sekaligus, tetapi berkepanjangan sehingga lingkungan dapat mengatur curah hujan yang turun.

Dari kejadian di Bogor yang sempat terjadi dua kali banjir bandang, yaitu sekitar dini hari pukul 01.00 WIB dan 04.00 WIB menunjukan hujan juga terjadi dua kali yaitu malam hingga tengah malam dan berlanjut di pagi hari yang kala itu pada pagi hari terdengar petir.

Petir yang terdengar ini menadai kegiatan awan badai karena hujan pada dini hari sepertinya curah hujan agak tinggi sehingga kejadian di Bogor terjadi banjir bandang 2 kali dengan kondisi banjir bandang kian menguat pada pagi hari dari pada dini hari.

Sedangkan di Aceh langsung terjadi seiring awan konveksi baik awan Cu dan awan Cb giat pada siang hingga sore/senja hari.

Kenapa dan mengapa bencana banjir bandang terjadi di waktu bersamaan tetapi berbeda kawasannya (di belahan bumi selatan dan di belahan bumi utara)?

Untuk menjawabnya memang sudah terjawab bahwa hal ini disebabkan oleh kehadiran awan Cumulus (Cu.) dan awan Cumulonimbus (Cb.) yang terjadi akibat kondisi udara yang tidak mantap atau udara labil.

Udara labil ini dipengaruhi oleh kondisi udara naik ke atas oleh pemanasan permukaan, pemanasan permukaan ini dapat berasal dari matahari plus kondisi udara rendah kurang dari 1012 milibar atao hekto Pascal.

Kebetulan dari peta analisis tekanan udara dalam beberapa hari belakangan mulai awal Mei hingga kejadian tanggal 13 Mei 2020 kawasan Barat Daya Jawa bagian Barat Daya sering terjadi tekanan rendah.

Bahkan BMKG pernah memberi informasi adanya pusat tekanan rendah atau bibit badai tropis di kawasan ini di awal bulan Mei 2020.

Dari perkembangan kondisi tekanan rendah hingga kini masih giat yang mendukung adanya palung atau kawasan tekanan rendah yang kala malam 12 Mei hingga 13 Mei 2020 pagi giat.

Keberadaannya sebagai tekanan rendah di kawasan Jawa bagian Barat membentuk awan konveksi mulai sore, malam hingga dini/pagi hari sekali yang membentuk awan konveksi.

Sepertinya kondisi tekanan ini kian turun di malam hari sehingga membentuk awan badai yang menciptakan hujan badai pada dini hari dengan curahan hujan yang memberi dampak banjir bandang di Bogor.

Sedangkan di kawasan Aceh juga terpacu oleh keberadaan pusat tekanan rendah yang ada di barat hingga barat laut kawasan Aceh yang membentuk palung tekanan rendah.

Maka sejak awal bulan Mei di kawasan Aceh sering terjadi hujan lebat hingga sangat lebat dan sepertinya untuk kejadian tanggal 13 Mei 2020 terjadi di kawasan puncak bukit yang sesuai dengan kondisi lokal, bahwa kondisi cuaca buruk dengan hadirnya badai umumnya pada siang – sore hari.

Bersamaan dengan adanya palung tekanan rendah yang giat ini menambah giatnya pembentukan awan dan hujan yang terjadi di kawasan Aceh kala tanggal 13 Mei 2020.

Sehingga hadirnya curahan hujan yang lebih tinggi terjadi dan giat dengan kondisi banjir bandang yang merusakan permukiman di kawasan perbukitan di Aceh Tengah berdasarkan informasi elektronik yang ada di media masa.

Dengan demikian sepertinya hadirnya double tekanan rendah baik di belahan selatan dan belahan utara dari Samudera Hindia Barat wilayah Indonesia yang terjadi telah memicu kondisi tekanan rendah berupa palung tekanan rendah.