Lubang Resapan Biopori

Diposting pada
  • Pada tahun 1993 dilakukan pemanfaatan sisa tanaman sebagai mulsa vertical dalam usaha konservasi tanah dan air pada pertanian lahan kering di tanah Latosol Darmaga.
  • Pada tahun 1994 dilakukan identifikasi efektivitas mulsa vertikal dalam pengendalian aliran permukaan, erosi, dan kehilangan unsur hara pada pertanian lahan kering di tanah Latosol Darmaga.
  • Pada tahun 1995, penggunaan cacing tanah untuk peningkatan efektivitas mulsa vertikal sebagai tindakan konservasi tanah dan air terpadu pada pertanian lahan kering di tanah Latosol Darmaga.
  • Pada tahun 2007 mulai dikenal oleh masyarakat luas semenjak peristiwa banjir di DKI Jakarta yang merendam hampir 60% wilayah Jakarta.

 

3. Manfaat

Biopori memberikan manfaat yang sangat banyak jika kita benar-benar bersedia menerapkannya di lingkungan sekitar kita. Namun hasil dari penerapan lubang resapan ini akan lebih memuaskan jika penerapannya dilakukan secara bergotong-royong di lingkungan. Semakin banyak kita menerapkannya maka manfaat yang diperoleh akan semakin dirasakan dalam lingkungan. Adapun manfaat dibuatnya lubang resapan ini yaitu:

3.1 Mencegah Banjir

Banjir telah menjadi bencana yang merugikan bagi warga Jakarta. Berkurangnya ruang terbuka hijau menyebabkan berkurangnya permukaan yang dapat meresapkan air ke dalam tanah di kawasan permukiman. Peningkatan jumlah air hujan yang dibuang karena berkurangnya laju peresapan air ke dalam tanah akan menyebabkan banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau.

Keberadaan lubang biopori dapat menjadi jawaban dari masalah tersebut. Bayangkan bila setiap rumah, kantor atau tiap bangunan di Jakarta memiliki biopori berarti jumlah air yang segera masuk ke tanah tentu banyak pula dan dapat mencegah terjadinya banjir.

3.2 Tempat Pembuangan Sampah Organik

Banyaknya sampah yang bertumpuk telah menjadi masalah tersendiri. Mengurangi dampak negatif sampah dapat dilakukan dengan memisahkan sampah rumah tangga kita menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat dibuang ke dalam lubang biopori yang telah dibuat.

3.3 Menyuburkan Tanaman

Sampah organik yang dibuang ke dalam lubang biopori akan menjadi makanan bagi organisme tanah. Organisme tersebut dapat membuat sampah menjadi kompos yang merupakan pupuk bagi tanaman sekitarnya.

3.4 Meningkatkan Kualitas Air Tanah

Organisme dalam tanah mampu membuat sampah menjadi mineral-mineral yang dapat larut dalam air sehingga air tanah dapat berkualitas karena kaya akan kandungan mineral.

3.5 Meningkatkan Daya Resapan Air

Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom atau dinding lubang. Aktivitas fauna yang terdapat dalam lubang akan membentuk biopori dan keberadaannya terpelihara. Oleh karena itu, lubang resapan akan terjaga kemampuannya dalam meresapkan air.

 

4. Jenis-Jenis Biopori

Pada umumnya jenis biopori sama, namun yang membedakan hanya jenis alatnya. Adapun jenis alat untuk pembuatan lubang resapan ini antara lain:

4.1 Alat Model U

Alat ini cocok digunakan saat pembuatan lubang pada tanah bertekstur tanah liat. Bertujuan untuk memudahkan dalam penggunaannya.

4.2 Alat Model Putar

Jenis alat ini cocok digunakan pada tanah yang memiliki tekstur pasir. Pada bagian pegangan, terdapat karet untuk memudahkan dalam penggunaannya.

4.3 Alat Mesin

Alat biopori mesin berupa mesin bor dengan spesifikasi mesin sebesar 2 tak dengan bensin yang dicampur oli.

 

5. Cara Pembuatan Biopori

Pembuatan Lubang Resapan Biopori
Pembuatan Lubang Resapan Biopori

Pembuatan biopori biasanya dilakukan pada area terbuka yang terkena air hujan. Lubang resapan ini dapat dibuat di sekitar halaman rumah, sekitar pepohonan, sekitar tempat parkir, sekitar jalan raya, dan tempat terbuka lainnya.