Jambu Kristal: Taksonomi, Habitat, Manfaat, dan Penanaman

Diposting pada

3. Habitat dan Tempat Tumbuh

Tanaman ini memiliki akar tunggang dan serabut  yang berkembang cukup dalam di tanah untuk menyerap air di kedalaman 50-200 cm.

Akarnya dapat berkembang dengan maksimal pada jenis tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik.

Tanaman ini juga memiliki daya tahan yang baik terhadap kondisi tanah tempat bertumbuh. Meskipun akan ideal jika tumbuh di lahan yang gembur dan berpasir, di beberapa daerah di Indonesia pohon jambu ini bisa tumbuh di tanah liat.

Habitat jambu biasanya ada di tanah yang memiliki ketinggian 5 – 1000 mdpl, baik di tanah yang datar maupun curam dengan membuat terasering.

Tempat tumbuh pohon ini akan menghasilkan pertumbuhan yang maksimal jika memiliki tingkat keasaman (pH) 6 – 6,5.

Iklim yang pas untuk pertumbuhan jambu kristal adalah tropis dan basah. Curah hujan optimal yang dibutuhkan tanaman ini berada di kisaran 2000 – 3000 mm per tahun, dengan suhu rata-rata antara 20 – 30o C.

Advertisement nature photography

4. Manfaat

Jambu kristal dikenal memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Sehingga selain menyegarkan, buah ini juga membawa manfaat yang baik untuk kesehatan Anda.

Kandungan vitamin C bermanfaat untuk menyembuhkan sariawan dan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit.

Selain itu, kandungan vitamin C yang tinggi ini juga bisa bermanfaat sebagai salah satu obat alami untuk demam berdarah. Kesehatan tulang, gigi, dan kulit juga akan terjaga dengan adanya vitamin ini.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin kulit terawat dengan baik sangat dianjurkan untuk mengonsumsi buah ini.

Manfaat lain dari buah jambu kristal adalah sebagai antioksidan dan antitumor, anti peradangan, dan mencegah penuaan dini.

5. Olahan Makanan

Buah Jambu Kristal dengan Sedikit Biji
Buah Jambu Kristal dengan Sedikit Biji

Banyaknya manfaat yang dikandung jambu kristal membuat banyak orang mengolahnya menjadi berbagai macam makanan atau minuman yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat.

Tak hanya buahnya, namun beberapa bagian dari pohon jambu kristal ini juga bisa dimanfaatkan, misalnya bagian daunnya.

Daun tanaman ini dikenal sebagai obat untuk penyakit batuk dan diare. Cara mengolah daun menjadi obat adalah dengan merebusnya dan meminum air rebusan tersebut. Kandungan air rebusan tersebut baik untuk proses pencernaan dan lambung.

Manfaat ini juga menjadi alasan beberapa perusahaan obat untuk membuat berbagai macam obat dengan bahan dasar daun ini.

Buah jambu kristal sangat enak dikonsumsi langsung karena jumlah bijinya yang sangat sedikit dan rasanya yang menyegarkan. Namun, buah ini juga nikmat jika diolah menjadi jus. Tambahan es batu akan memperkuat kandungan vitamin C dan tentunya akan terasa lebih menyegarkan.

Di beberapa daerah, jambu bisa diolah menjadi berbagai olahan makanan, seperti dodol jambu yang berasal dari Garut.

Selain itu, ada juga yang mengolahnya menjadi keripik jambu yang sangat cocok menjadi oleh-oleh jika Anda berkunjung ke Jawa Tengah atau Jawa Timur.

Ada juga yang mengolahnya dengan mengambil sari buah untuk dijadikan sirup atau minuman ringan. Jambu kristal juga bisa juga disajikan dalam bentuk teh dan saus/ selai.

6. Penanaman dan Perawatan

Di Indonesia, jambu kristal banyak ditanam di beberapa kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Bengkulu, NTB, dan Papua.

Buah unggulan ini tengah menjadi komoditi yang diminati bagi petani buah.

Iklim dan kondisi lahan yang cocok menjadi keuntungan yang baik untuk para petani buah di Indonesia.

Umumnya, benih tanaman jambu ini berupa biji buah yang telah kering. Biji kemudian berkembang menjadi bibit yang beberapa bulan kemudian bisa dipindah ke media tanam yang lebih besar, baik langsung di tanah, maupun dalam pot besar.

Petani buah harus menunggu kurang lebih 2 tahun hingga tanaman ini berbunga dan berbuah. Waktu ini termasuk panjang untuk komoditi buah-buahan. Oleh karena itu, banyak petani buah mencoba menggunakan teknik lain dalam pengembangbiakan tanaman jambu.

Teknik yang sering digunakan sebagai alternatif penyemaian benih adalah stek atau okulasi dan cangkok. Kedua teknik ini bisa mempersingkat waktu yang dibutuhkan pohon jambu untuk berbuah menjadi 6 bulan.

Namun, ternyata ada alasan lain yang membuat perkembangbiakan stek dan cangkok menjadi pilihan yang baik. Alasan tersebut adalah sifat pohon induk yang tidak berubah terhadap pohon baru.

Hal yang mungkin terjadi dalam pengembangan menggunakan sistem benih.

Pohon jambu kristal bisa ditanam di tanah maupun pot. Jika ditanam di tanah, sebuah lubang harus dipersiapkan untuk menanam pohon jambu ini. Lubang tersebut hendaknya berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm.

Selanjutnya, lubang tersebut didiamkan selama seminggu untuk memberi sinar matahari dan oksigen yang cukup untuk perkembangan akar pohon. Setelah ditanam, pohon jambu akan membutuhkan nutrisi dari pupuk kandang, UREA, dan kapur dolomit.

Pemupukan ini dilakukan secara teratur dalam kurun waktu 2 bulan sekali.

Untuk penanaman dalam pot (tabulampot), pohon jambu membutuhkan pot berukuran besar, yaitu dengan diameter lebih dari 60 cm. Media tanam yang digunakan adalah tanah dan humus, dengan perbandingan 2:1.

Dasar pot sebaiknya diisi dengan batu apung atau serabut kelapa. Pemupukan bisa dilakukan dalam kurun waktu 30 hari sekali dengan pupuk NPK. Caranya, pupuk ditabur di permukaan tanah sekitar batang pohon tumbuh.

Pohon jambu kristal ini memiliki keunggulan lainnya yaitu panen yang bisa dilakukan sepanjang tahun, tanpa memperhatikan musim. Keunggulan ini tentu menjadi manfaat berlipat bagi petani buah.

Sekali berbuah, satu pohon bisa menghasilkan kurang lebih 30 buah sampai panen.