Pemandangan Gradasi Indah di Danau Weekuri

Diposting pada

Sumba memang mempunyai keindahan alam yang tidak bisa diragukan lagi kaya lagunya Naif “Indah” dan Kahitna “Cantik” kamu iya kamu hahaha. Salah satu keindahan alam yang patut disyukuri keberadaannya adalah Danau Weekuri.

Danau Weekuri (instagram.com)
Danau Weekuri (instagram.com)

Danau Weekuri ini ada di Desa Kalena Rongo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Jaraknya sekitar 60 km dari Tambolaka yang merupakan ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya.

Danau Weekuri mempunyai air berwarna hijau kebiruan dan rasanya asin lho. Danau kok asin? Sebetulnya danau ini terbentuk karena adanya percikan air laut yang menembus batu karang sehingga jadilah danau air asin. Nama Danau Weekuri sendiri juga bukan tanpa alasan. Nama Weekuri berasal dari bahasa Sumba yang artinya air percikan.

Selain airnya yang asin ternyata Danau Weekuri juga mempunyai beberapa titik sumber air. Hal ini menimbulkan gradasi warna air super cantik seperti adanya warna biru cerah kehijauan. Airnya juga ada yang terasa dingin dan hangat pada titik tertentu. Ini langka lho!

Air di sini juga sangatlah jernih sampai-sampai pengunjung bisa melihat dasar danau hanya dengan mata telanjang tanpa acara selam-menyelam lho. Keren, bukan?

Kabar baik untuk yang ingin berenang atau sekadar bermain air karena Danau Weekuri tidak terlalu dalam jadi aman untuk siapapun.

Lokasinya pun lumayan tersembunyi dan jauh dari kebisingan kota, ditutupi hutan, semak belukar, dan tebing karang sehingga suasananya sangat nyaman damai.

Keindahan Danau Weekuri (instagram.com)
Keindahan Danau Weekuri (instagram.com)

Di Danau Weekuri ini tidak ada fasilitas pendukung sama sekali sehingga sangat disarankan untuk membawa bekal yang cukup. Dinikmati dengan menonton pertunjukkan senja enak juga nih!

Akses menuju danau terbilang lumayan sulit karena lokasinya yang jauh dari perkotaan dan tidak adanya transportasi umum yang bisa menjangkau tempat ini.

Hati hati ya karena masih ada beberapa jalanan yang tidak diaspal, batuan di sana juga lancip dan tajam. Petunjuk jalan juga masih minim jadi jangan malu untuk bertanya ke warga sekitar karena malu bertanya sesat di jalan haha.

Jadi kapan ada waktu? Kalau ada waktu dan belum pernah ke sini,  langsung aja ke wisata alam yang satu ini kuy!

 

Editor:
Mega Dinda Larasati