Volume Sampah Semakin Meningkat Saat Bulan Ramadhan

Diposting pada

Bulan Ramadhan adalah bulan yang dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia yaitu dengan berpuasa.

Ketika semua umat Muslim yang ada di seluruh dunia berbahagia menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Seorang imam di Australia mengatakan bahwa makna dari bulan Ramadhan sudah bergeser dari bulan puasa menjadi bulan berpesta.

Dr. Bekim Hasani dari Komunitas Islam Albania di Australia juga mengatakan bahwa masih banyak umat Muslim yang terlalu fokus dengan apa yang harus mereka makan ketika berbuka puasa nanti dan memilih restoran untuk berbuka bersama.

Menurutnya di Islam memang tidak ada larangan untuk makan enak tapi makan yang terlalu berlebihan itu dilarang dalam Al Quran.

Budaya yang satu ini menjadi salah satu penyebab kenapa umat Muslim menjadi lebih konsumtif di bulan Ramadhan.

Takjil di Bulan Ramadhan (instagram.com)
Takjil di Bulan Ramadhan (instagram.com)

Ditambah lagi di Bulan Ramadhan sangatlah identik dengan masakan dan takjil-takjil yang dikemas dalam kemasan plastik sekali pakai.

Kondisi ini membuat volume sampah akan semakin meningkat selama Ramadhan.

Sampah-sampah yang dihasilkan ini nantinya akan berakhir di TPA atau Tempat Pembuangan Akhir.

Salah satu TPA yang paling besar di Indonesia adalah TPA Bantargebang milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang lokasinya ada di Kelurahan Cikiwul, Sumurbatu, dan Ciketingudik.

Ilustrasi TPA (pixabay.com)
Ilustrasi TPA (pixabay.com)

TPA atau TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) Bantargebang sendiri mengalami peningkatan volume sampah sejak awal Ramadhan.

Peningkatan volume ini bisa mencapai 30% per harinya.

Selain sampah plastik, sampah juga didominasi dengan sampah sisa makanan yang berasal dari restoran, tempat penjualan takjil, dan pasar-pasar kaget.

Di TPST dengan luas 110 hektare ini sampah akan dipilah berdasarkan jenisnya.

Sampah sayur-sayuran akan diolah menjadi kompos dan sampah plastik akan dipilah oleh para pemulung.

Doan, salah satu Pengurus Ikatan Pelapak dan Pemulung atau IPPI mengatakan bahwa ada sekitar 4.800 pemulung yang membantu untuk memilah dan mengurangi volume sampah di TPST Bantargebang.

Ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi sampah saat Ramadhan.

Misalnya, dengan cara membawa kotak makanan sendiri ketika membeli berbagai macam takjil.

Hal ini akan sangat efektif untuk mengurangi pemakaian plastik yang biasa dijadikan sebagai pembungkus makanan.

Penggunaan totebag juga akan sangat berpengaruh dalam mengurangi pemakaian kantong plastik.

Editor:
Mega Dinda Larasati