Taman Nasional Lorentz, Taman Nasional Terbesar di Asia Tenggara

Diposting pada

4.2 Keanekaragaman Fauna

Keanekaragaman fauna di taman nasional ini tidak kalah dengan floranya.

Tercatat keanekaragaman fauna yang mendiami kawasan ini mencapai 630 jenis burung dan 123 mamalia.

Taman Nasional Lorentz memiliki beberapa jenis burung khas, yaitu

  • 2 jenis kasuari,
  • 4 megapoda,
  • 31 jenis merpati,
  • 30 jenis kakatua,
  • 13 jenis burung udang,
  • 29 jenis burung madu, dan
  • 20 jenis endemik di antaranya Puyuh salju (Anurophasis monorthonyx) dan Cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata).

Puyuh salju (Anurophasis monorthonyx) merupakan salah satu sawa endemik yang kini sulit ditemukan.

Ia hanya tinggal pada ketinggian 3.000 sampai 4.200 mdpl.

Populasinya menurun seiring berjalannya waktu sehingga IUCN memasukkannya ke dalam kategori Near Threatened atau nyaris terancam punah.

Hal tersebut juga terjadi pada jenis burung cendrawasih elok yang sudah jarang terlihat di Taman Nasional Lorentz.

Para Ahli Mamalogi menilai taman nasional ini sebagai daerah paling penting bagi varietas mamalia di Melanesia.

Sebesar 10 sampai 25 persen tercatat sebagai temuan jenis baru untuk Irian Jaya selama proses survei berlangsung.

Jenis satwa baru dan langka antara lain kangguru pohon (Dendrolagus mbaiso dan Dendrolagus dorianus), tikus genus Stenomys, tikus raksasa (Mallomys aroaensis dan Mallomys istapantap), dan lain-lain.

Pihak pengelola telah mengidentifikasi sebanyak 64 jenis mamalia yang hidup di Taman Nasional Lorentz dan diperkirakan terdapat 90 hingga 100 jenis yang dapat hidup di dalamnya.

Meskipun 70 persen dari Taman Nasional Lorentz adalah hutan perawan, tetapi terdapat beberapa potensi ancaman kerusakan yang berdampak pada ekosistem di dalamnya.

Wilayah yang sangat luas menjadi faktor penghambat bagi pengelola untuk mengawasi seluruh kegiatas di taman nasional.

Masalah yang masih menjadi perhatian pengelola adalah sering terjadinya aksi penebangan pohon dan perburuan liar.

Hal tersebut akan menyebabkan hilangnya kestabilan ekosistem dan mengganggu habitat asli satwa liar.

5. Masyarakat Sekitar Taman Nasional

Suku Asmat di Sekitar Taman Nasional Lorentz
Suku Asmat di Sekitar Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz merupakan wilayah yang ditempati dengan beragam budaya dan suku yang mengagumkan.

Diperkirakan kebudayaan tersebut sudah ada sejak 30.000 tahun lalu.

Terdapat sembilan kelompok suku yang tersebar di Taman Nasional Lorentz, yaitu Suku Asmat, Suku Nduga, Suku Somahai, Suku Dani, Suku Dani Barat atau Lani, Suku Moni atau Dem, Suku Amungme atau Damal, Suku Sempan, dan Suku Komoro.

Suku Asmat, sebagai masyarakat adat setempat yang mahir memahat patung, sebagian besar menjadikan sumber daya alam di Taman Nasional Lorentz menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Suku ini sangat identik dengan hutan atau pohon yang dianggap sebagai tempat hidup para arwah nenek moyang mereka.

Mereka percaya bahwa batang pohon melambangkan tubuh manusia, dahan dan cabang sebagai lengan, serta buah sebagai kepala mereka.

Suku ini tidak hanya mengormati pohon saja, tapi juga sungai, gunung, dan lain-lain.

Suku ini sangat terkenal di mancanegara karena seni patung yang sangat unik, artistik, dan memesona sehingga disebut juga sebagai hasil karya budaya dunia.

Patung-patung hasil karya putra-putri Asmat yang bernilai tinggi kerap mendominasi di acara pesta budaya suku Asmat yang berlangsung pada setiap awal Oktober.

Sementara itu, masyarakat lokal Papua ikut menjaga dan melindungi budaya serta adat agar tidak hilang seiring terjadinya modernisasi.

Desa yang berbatasan langsung dengan wilayah luar kawasan taman nasional dijadikan zona penyangga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kawasan Taman Nasional Lorentz.

Masih terdapat kemungkinan adanya masyarakat yang hidup terpencil di hutan belantara Taman Nasional Lorentz yang masih tidak berhubungan dengan manusia modern.

Masyarakat setempat masih memanfaatkan alam secara lestari berdasarkan adat istiadat setempat, seperti menggunakan panah untuk berburu.

Taman Nasional Lorentz, Taman Nasional Terbesar di Asia Tenggara
Rating: 4.7 from 60 vote[s]