Sel: Unit Fundamental Kehidupan

Diposting pada

Tahukah kamu bahwa sel merupakan unit fungsi terkecil dan paling sederhana dari sebuah sistem? Apakah sebenarnya sel dan bagaimana sejarah penemuannya?

Sel adalah unit fundamental bagi struktur dan fungsi kehidupan. Terdapat beraneka ragam bentuk kehidupan yang hadir sebagai organisme bersel tunggal, misalnya amoeba dan sebagian besar bakteri. Organisme yang lebih kompleks, termasuk tumbuhan dan hewan, bersifat multiseluler. Berbeda dengan sel tunggal, sel multiseluler adalah hasil kerja sama antara banyak jenis sel terspesialisasi yang tidak dapat bertahan hidup (survive, sintas) dalam waktu lama secara sendirian (Campbell et al. 2008).

Di sini kita akan belajar untuk lebih mengenal sel dan komponen-komponennya.

 

1.Pengertian

Gambar Sel Tumbuhan Bawang menggunakan Mikroskop
Gambar Sel Tumbuhan Bawang

Sel adalah unit kehidupan paling sederhana yang merupakan unit dasar bagi struktur dan fungsi organisme. Kontraksi sel-sel otot menggerakkan mata kamu ketika membaca kalimat ini. Setiap tindakan organisme dimulai pada tingkat seluler. Cell do all the work of life! Adapun pengertian sel menurut para ahli sebagai berikut:

1.1 Robert Hooke (1665)

Pada 1665, seorang ilmuwan Inggris, Robert Hooke mengamati sayatan gabus di bawah mikroskop sederhana. Ia menemukan ruang-ruang kecil yang dipisahkan oleh suatu dinding. Selanjutnya, ia menamakan ruang-ruang tersebut sebagai “sel”.

1.2 Hertwig (1829)

Sel adalah kumpulan substansi hidup yang disebut protoplasma dan di dalamnya mengandung nukleus dan di luar dibatasi oleh dinding sel.

1.3 Felix Dujardin (1835)

Dua ratus tahun kemudian, seorang ilmuwan Prancis bernama Felix Dujardin meneliti bahwa sel tersebut tersusun atas substansi berupa cairan. Cairan tersebut dikenal dengan istilah protoplasma. Istilah protoplasma kali pertama dikemukakan oleh Johanes Purkinje.

1.4 Matthias Jacob Schleiden dan Theodor Schwan (1810-1882)

Tiga tahun kemudian, Matthias Schleiden, seorang ahli botani dari Jerman melakukan pengamatan secara mikroskopis terhadap tumbuhan dan ditemukanlah sel. Pada waktu yang bersamaan, Theodor Schwan, seorang ahli zoologi Jerman menemukan bahwa hewan pun tersusun atas sel.

Kesimpulan dari hasil penemuan Matthias J Schleiden dan Theodor Schwan adalah sel merupakan komponen dasar semua makhluk hidup dan merupakan bagian yang menunjukkan kehidupan.

1.5 A.G. Hoewy dan Siekevitz (1963)

Menyatakan bahwa sel adalah unit aktivitas biologis yang dibatasi oleh membran semipermeabel dan mampu bereproduksi sendiri pada suatu media yang bebas dari sistem kehidupan lain.

 

2. Sejarah Penemuan Sel oleh Robert Hooke

Pada tahun 1665, Robert Hooke mengamati sayatan gabus dari batang Quercus suber menggunakan mikroskop. Ia menemukan adanya ruang-ruang kosong yang dibatasi dinding tebal dalam pengamatannya.

Robert Hooke menyebut ruang-ruang kosong tersebut dengan istilah cellulae. Sel yang ditemukan Robert Hooke merupakan sel gabus yang telah mati. Sejak penemuan itu, beberapa ilmuwan berlomba untuk mengetahui lebih banyak tentang sel.

 

3. Jenis-Jenis

Berikut ini perbedaan jenis sel hewan dan jenis tumbuhan ditinjau dari struktur dan fungsinya:

3.1 Jenis Sel Hewan

Jenis sel hewan digolongkan kedalam 4 kategori utama yaitu:

3.1.1 Jaringan Epitel

Sel jaringan epitel atau epithelium (epithelium, jamak, epitelia) membentuk antarmuka aktif dengan lingkungan. Misalnya, epithelium yang melapisi saluran hidung memiliki fungsi yang sangat penting dalam olfaksi, indra penciuman.

Bentuk sel epitel mungkin kubus (seperti dadu), kolumnar (seperti batu bata yang ditegakkan), atau skuamosa (seperti ubin lantai). Selain itu, sel mungkin tersusun dalam suatu epitelium berlapis (sel yang tersusun bertingkat-tingkat), atau epitelium berlapis semu (selapis tunggal sel dengan tinggi yang berbeda-beda).