Rayap: Habitat, Sebaran, Karakteristik, dan Cara Membasmi

Diposting pada
  1. Sifat trophalaxis, yaitu sifat untuk berkumpul saling menjilati, mencium, menggosokkan tubuhnya serta mengadakan pertukaran bahan makanan. Pertukaran makanan yang dilakukan rayap dilakukan melalui proctodeal (melalui anus) dan stomadeal (melalui mulut).
  2. Sifat cryptobiotic, yaitu sifat yang menjauhi cahaya.
  3. Sifat canibalism,yaitu sifat untuk memakan individu sejenis yang lemah atau sakit. Sifat ini lebih menonjol dalam keadaan kekurangan makanan.
  4. Sifat necrophagy,yaitu sifat untuk memakan bangkai sesamanya.

 

6. Makanan

Rayap atau rayap merupakan serangga yang memanfaatkan semua bahan-bahan yang mengandung selulosa seperti kayu sebagai makanannya. Berdasarkan hal tersebut spesies ini juga dapat berperan sebagai dekomposer untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Rayap dengan protozoa kelas flagelata memiliki hubungan yang saling menguntungkan. Rayap ini sangat tergantung pada protozoa yang menghasilkan enzim selulase untuk mencerna selulosa dari kayu sebagai makananya. Protozoa mendapatkan perlindungan berupa tempat tinggal yang anaerob dan makanan dari rayap.

Meskipun serangga ini dikenal sebagai pemakan kayu, tidak semua jenis kayu dapat diserang/dimakan olehnya. Beberapa jenis kayu tahan terhadap serangan rayap. Jenis-jenis kayu anti rayap tersebut adalah kayu ulin atau kayu besi, kayu bangkirai, kayu hitam, dan kayu Jati.

Selain rayap pemakan kayu, terdapat pula rayap pemakan tanah yang mendapatkan makanan dari mineral tanah. Material yang dicerna sangat heterogen, mengandung banyak bahan organik tanah dan silika.

Kasta rayap pekerja bertugas mencari makanan dan memberikan tanda ketika menemukan makanan agar kasta pekerja lainnya dapat mengikuti jejaknya untuk menemukan makanan tersebut. Tanda yang diberikan rayap ini berupa senyawa kimia atau feromon penanda jejak (trail following pheromone) yang dikeluarkan dari tubuhnya (Tarumingkeng 2001 dalam Sari 2006).

 

7. Jenis-Jenis Rayap

Pada umumnya penggolongan rayap berdasarkan pada lokasi tempat tinggal atau lokasi sarang utama dibuat. Jenis-jenisnya berdasarkan lokasi sarang meliputi:

7.1 Rayap Kayu Lembab

Rayap kayu lembab merupakan spesies rayap yang bersarang di kayu-kayu mati dan lembab serta tidak berhubungan dengan tanah. Spesies jenis ini juga biasanya menyerang kayu-kayu kusen di dinding kamar mandi atau tiang-tiang rumah yang lembab.

Salah satu contoh rayap kayu lembab ini adalah jenis-jenis dari genus Glyptotermes.

7.2 Rayap Kayu Kering

Rayap kayu kering merupakan rayap yang bersarang di kayu-kayu kering dan tidak lembab serta tidak berhubungan dengan tanah. Spesies jenis ini biasanya bersarang di meja, kursi, pintu dan lemari. Adanya rayap ini biasanya ditandai dengan butir-butir ekskremen kecil berwarna kecoklatan.

Rayap kayu kering tidak terlalu membutuhkan air karena mereka bisa menghasilkan air sendiri kerena mencerna selulosa.

7.3 Rayap Subteran

Rayap subteran merupakan rayap yang bersarang di dalam tanah dengan banyak bahan kayu yang telah membusuk. Selain itu, spesies jenis ini juga membangun sarangnya di tunggak-tunggak pohon yang telah mati maupun masih hidup.

Salah satu contoh jenis rayap subteran adalah spesies rayap dari famili Rhinotermidae terutama dari genus Coptotermes.

Rayap subteran hampir sama dengan rayap tanah. Perbedaannya adalah kemampuan rayap subteran untuk bersarang di dalam kayu yang diserangnya, walaupun tidak ada hubungan dengan tanah asal.

7.4 Rayap Tanah

Rayap tanah merupkan jenis rayap yang membangun sarangnya di dalam tanah yang banyak mengandung bahan organik, seperti serasah dan humus. Salah satu contoh jenis rayap ini yang dapat ditemui di Indonesia adalah rayap yang berasal dari famili Termitidae.

Hubungan sosial rayap tanah cenderung tinggi karena jenis ini biasanya berkoloni dalam jumlah yang besar.