Mencontoh Gaya Hidup Minimalisme dari Buku Goodbye Things Karya Furnio Sasaki

Goodbye Things adalah judul buku karya Furnio Sasaki yang bercerita tentang Penulis yang mulai mengurangi barang di rumahnya. Barang-barang yang ia kurangi seperti baju, buku, dan masih banyak barang lagi yang dirasa sudah tidak diperlukan.

Di dalam buku tersebut Furnio Sasaki juga mengajak pembaca agar memikirkan apa yang akan terjadi jika benda bisa berbicara.

Benda A minta dibersihkan, benda B minta diperhatikan, benda C minta dimainkan dan lain sebagainya.

Buku Goodbye Things (pinterest.com)

Sudah pasti hal tersebut akan membuat Sang Pemilik lelah dan menjadi malas untuk mengerjakan sesuatu karena memikirkan betapa sulitnya untuk mengurus mereka semua.

Sebaliknya jika mempunyai barang yang sedikit maka Sang Pemilik bisa mempunyai waktu berkualitas bersama barang-barangnya.

[read more]

Berdasarkan pernyataan di atas sudah bisa disimpulkan bahwa konsep minimalisme menurut Furnio Sasaki adalah dengan mengurangi jumlah barang dan menyisakan beberapa barang yang dirasa paling penting.

Tujuan konsep ini adalah supaya kita sebagai manusia bisa menjadi lebih fokus kepada hal-hal yang sangat penting saja.

Konsep minimalisme bisa diawali dengan memisahkan antara kebutuhkan dan keinginan. Kita bisa memilih barang mana yang menjadi kebutuhan dan barang mana yang hanya sekadar menjadi keinginan.

Ada beberapa orang yang berpikir bahwa barang yang tidak masuk dalam kategori kebutuhan hanya dijadikan sebagai barang untuk menunjukkan siapa dirinya kepada orang lain. Pastinya hal tersebut menimbulkan permasalahan tersendiri.

Pada dasarnya, barang hanya berfungsi sebagai alat bukan sebagai nilai diri Sang Pemilik.

Jika melihat dari pemikiran bahwa barang adalah nilai diri maka lama kelamaan barang akan semakin banyak sehingga terus menumpuk dan pemilik juga akan kerepotan merawat mereka semua.

Goodbye Things (pinterest.com)

Gaya hidup minimalisme ini membiasakan para penganutnya untuk bisa melepaskan barang atau sesuatu yang dimiliki dengan penuh keikhlasan.

Walaupun terdapat beberapa barang yang sedikit sulit untuk dilepaskan karena mempunyai kenangan tersendiri.

Namun jika dipikirkan lagi apa gunanya menyimpan banyak barang yang sudah tidak digunakan?

Sama seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa menyimpan banyak barang yang sudah tidak digunakan akan menjadi beban tersendiri entah itu beban tenaga, beban biaya perawatan, dan masih banyak beban yang lainnya.

Bagaimana? Sudah siapkah Anda bergaya hidup minimalisme?

 

Referensi:
Habib AH. 2020. Belajar Gaya Hidup Minimalisme dari Fumio Sasaki [internet]. Terdapat pada: https://mojok.co/terminal/belajar-gaya-hidup-minimalisme-dari-fumio-sasaki/

 

Editor:
Mega Dinda Larasati

[/read]