Curah Hujan: Pengertian, Klasifikasi, Pengukuran, dan Alat Ukur

Diposting pada

7. Curah Hujan di Indonesia

Curah hujan di Indonesia berdasarkan pola umum terjadinya, dibedakan menjadi 3 tipe, yakni tipe ekuatorial, tipe monsun, dan tipe lokal.

7.1 Tipe Ekuatorial

Tipe ekuatorial berhubungan dengan pergerakan zona konvergensi ke arah selatan dan arah utara yang mengikuti pergerakan semu matahari, yang dicirikan oleh dua kali curah hujan maksimum bulanan dalam satu tahun. Zona ini disebut dengan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT) atau Inter-tropical Convergence Zone (ITCZ). Keberadaaan ITCZ akan mempengaruhi curah hujan pada berbagai tempat yang dilalui ITCZ.

Pada bulan Maret dan bulan September, ITCZ berada di garis equator dan menyebabkan peningkatan perluang terjadinya hujan di daerah tersebut. Wilayah Indonesia yang mengikuti pola ini adalah sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan.

7.2 Tipe Monsun

Tipe monsoon dipengaruhi oleh angin darat dan angin laut dalam skala yang sangat luas. Monsun Barat biasanya lebih lembab dan menimbulkan hujan lebih banyak daripada Monsun Timur.

Pola monsoon biasanya mempunyai ciri-ciri adanya perbedaan yang sangat jelas antara curah hujan pada musim hujan dan musim kemarau dalam periode satu tahun.

Monsun Timur udara bergerak dengan jarak yang pendek di atas laut sehingga kandungan uap air nya lebih sedikit.

Sedangkan monsun barat bergerak dengan jarak yang jauh di atas laut sehingga massa udaranya lebih banyak mengandung uap air.

Tipe hujan ini sangat berpengaruh di Pulau Nusa Tenggara seperti Kupang, Bali, dan Jawa.

7.3 Tipe Lokal

Tipe lokal dicirikan oleh pengaruh kondisi lingkungan setempat yang kuat, seperti keberadaan laut dan badan air, pegunungan, serta pemanasan matahari yang lebih intensif.

Faktor pembentuknya diakibatkan oleh naiknya udara ke pegunungan atau dataran tinggi karena terjadi pemanasan lokal yang tidak seimbang. Tipe hujan ini banyak terjadi di Maluku, sebagian Sulawesi seperti Manado dan Papua.

Jumlah curah hujan tahunan rata-rata yang turun di berbagai tempat di Indonesia berkisar antara 500 mm sampai lebih dari 5000 mm. Banyak sedikitnya curah hujan dipengaruhi oleh letak dan ketinggian suatu tempat. Tempat-tempat yang terletak di pantai selatan atau barat memiliki curah hujan yang besar.

8. Curah Hujan di Kota-Kota Besar

Berikut adalah berbagai data curah hujan di berbagai kota besar di Indonesia pada tahun 2015.

KotaJumlah Curah Hujan Tahunan (mm/ tahun)Jumlah Hari Hujan (hari)
Medan 975,90 105,00
Padang3548,00 185,00
Palembang1947,20 138,00
Lampung1628,10 151,00
DKI Jakarta2169,50 121,00
Kota Bogor4000,00320,00
Bandung2199,30 177,00
Semarang1620,70 140,00
Surabaya2024,70 133,00
Bali1133,80 124,00
Samarinda1406,00 82,00
Pontianak2757,70 215,00
Banjarmasin2509,60 166,00
Menado1807,00 127,00
Palu 460,90 68,00
Makasar3382,00 155,00
Kupang1163,00103
Jayapura1265,90 168,00

 

Dengan kita mengetahui karakteristik curah hujan khususnya di Indonesia, diharapkan kita dapat dengan mudah untuk mengelola sumber daya di Indonesia. Informasi mengenai karakteristik curah hujan di Indonesia juga dapat dengan mudah membantu kita dalam kegiatan sehari-hari kita.