Curah Hujan: Pengertian, Klasifikasi, Pengukuran, dan Alat Ukur

Diposting pada

5.3 Perjalanan Awan

Dengan adanya tiupan angin, awan tersebut bergerak ke lain tempat. Lalu awan tersebut akan mengumpul dan terbentuklah awan yang lebih besar. Awan yang terkumpul akan bergerak ke tempat yang lebih dingin dan membuat air yang terkandung menjadi jenuh. Akibatnya warnanya menjadi semakin kelabu.

5.4 Hujan Turun

Awan yang jenuh membuat titik-titik air semakin berat. Akibatnya titik-titik air tidak dapat terbendung lagi dan membuat butiran-butiran air jatuh ke permukaan bumi yang biasa disebut dengan hujan.

6. Klimatologi Global berdasarkan Curah Hujan

Bumi kita ini memiliki rata-rata curah hujan global mencapai 990 milimeter. Terlepas dari itu wilayah-wilayah di dunia memiliki kondisi curah hujannnya masing-masing yang diakibatkan bentuk topografi bumi yang berbeda-beda.

Adapun kondisi klimatologi secara global dapat dibedakan menjadi empat, yaitu:

6.1 Gurun (Curah Hujan sangat Sedikit)

Gurun merupakan wilayah dataran luas yang didominasi oleh pasir. Wilayah ini memiliki suhu yang sangat tinggi pada siang hari dan suhu yang rendah pada malam hari. Dengan kondisinya yang kering, gurun memiliki curah hujan kurang dari 250 mm per tahunnya.

6.2 Wilayah Basah

Wilayah basah merupakan wilayah yang tanahnya memiliki kadar jenuh air yang tinggi. Tanah pada wilayah ini selalu basah. Banyak faktor yang menyebabkan tanah di wilayah ini selalu basah di antaranya adalah hujan yang tinggi. Kejadian hujan yang tinggi menyebabkan suhu menjadi rendah dan intensitas penguapan kecil. Dampaknya wilayah tersebut selalu basah.

6.3 Dampak Westerlies

Angin werterlies adalah angin yang berhembus pada daerah garis lintang yang selalu berhembus dari arah barat. Westerlies berhembus dari wilayah Atlantik Utara ke wilayah Eropa Barat. Salah satu kota di Norwegia, Bergen merupakan kota yang memiliki curah hujan rata-rata tahunan mencapai 2500 mm.

Saat musim gugur, semi, dan dingin daerah Amerika Serikat bagian barat dan Hawaii mengalami hujan yang disebabkan oleh badai Pasifik. Pola hujan di seluruh Amerika Serikat bagian Tenggara, Barat tengah, Barat dan wilayah tropis kacau akibat adanya osilasi dari El-Nino.

Kekeringan semakin menjadi-jadi di wilayah tropis dan sub tropis, sedangkan terjadi peningkatan curah hujan di Amerika Utara bagian Timur yang disebabkan karena pemanasan global.

6.4 Daerah Terlembap

Salah satu daerah terlembab di dunia adalah Cherrapunji yang terletak di distrik East Khasi Hills, India. Curah hujan rata-rata pertahun daerah Cherrapunji mencapai 11430 mm. Daerah lain yang merupakan daerah terlembab di dunia adalah Mount Belleden Ker yang terletak di Australia yang memiliki curah hujan rata-rata 8000 mm. Daerah Mount Waialeale yang terletak di Pulau Kaua’i, Kepulauan Hawaii pun mempunyai curah hujan rata-rata lebih dari 11680 mm.