Buah Merah (Pandanus conoideus): Taksonomi, Habitat, dan Morfologi

Diposting pada
  • Mencegah terjadinya kanker
  • Mencegah penyakit diabetes
  • Mencegah tekanan darah tinggi/ hipertensi
  • Menjaga kesehatan mata
  • Membantu mecegah HIV/AIDS
  • Mencegah penyakit hepatitis B
  • Memiliki sifat anti peradangan
  • Menurunkan kolesterol jahat
  • Meningkatkan kekebalan tubuh dan stamina
  • Dipercaya sebagai obat cacing
  • Mencegah terjadinya stroke

7. Budidaya Buah Merah

Buah merah merupakan tumbuhan yang mudah tumbuh di mana saja bahkan di tempat kurang subur sekalipun. Tumbuhan ini juga dapat tumbuh di dataran rendah dekat pantai sampai dataran tingi sekitar 2500 mdpl.

Karakteristik ini membuat tumbuhan buah kaya manfaat ini mudah dibudidayakan di mana saja sehingga banyak yang mengintroduksi tumbuhan ini ke berbagai tempat. Tumbuhan asli Indonesia Timur  ini tidak membutuhkan paparan sinar matahari langsung sehingga perlu penyesuaian terlindung dari sinar matahari.

Masyarakat Papua sudah mulai melakukan budidaya tumbuhan buah merah dalam skala kecil dengan alasan keterbatasan ekonomi. Buah merah sudah sering dijumpai di daerah lapangan terbuka di dekat permukiman. Hal tersebut menandakan bahwa masyarakat Papua sudah mulai menanam buah ini di pekarangannya. Teknik budidaya tumbuhan buah merah pun termasuk yang sederhana dan mudah dilakukan.

Dewasa ini, budidaya buah merah dilakukan dalam skala besar guna memenuhi permintaan pasar. Perbanyakan tumbuhan ini dapat dilakukan secara generatif melalui biji maupun vegetatif melalui stek tunas, stek daun, maupun stek batang.

Cara budidaya tersebut merupakan yang paling mudah dilakukan oleh masyarakat. Dengan majunya teknologi, budidaya buah ini juga dapat diperbanyak dengan menggunakan kultur jaringan.

Pembibitan dengan menggunakan stek tunas, berasal dari batang tua yang sudah berwarna abu-abu. Panjang stek dapat dibuat sekitar 40 cm hingga 50 cm dengan diameter 2 cm hingga 3 cm. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 60 cm x 60 cm dengan media berupa topsoil, pupuk kandang atau kompos.

Stek daun buah merah dapat dilakukan ketika munculnya perakaran pada daun yang berumur 1 hingga 2 minggu. Setelah 2 hingga 3 minggu, maka bibit akan memiliki daun 4-5 helai yang setelah itu dapat dipindahkan di polybag. Jika tunas yang keluar berasal dari bagian batang dan perakaran tanaman, pilih tunas yang berukuran 15 hingga 20 cm yang kemudian ditanam di bedeng. Hal tersebut merupakan teknik budidaya stek.

Budidaya yang berasal dari biji perlu perendaman terlebih dahulu selama 1 hari kemudian dibungkus kain basah selama 1 malam untuk memecahkan dormansi. Setelah itu, biji dapat disemai ke media tanah yang campur pasir (1:1) atau tanah yang dicampur kompos (1:1). Benih yang disebar di media semai keudian ditutup dengan pasir setebal 2 hingga 3 cm dan disiram dengan rutin. Waktu 2 sampai 3 bulan cukup untuk buah merah memulai berkecambah.

 

Itulah berbagai informasi mengenai buah kaya manfaat khas dari Timur Indonesia. Tertarik untuk menggunakan produk kaya manfaat ini?

 

Referensi:

Budi M, Paimin FR. 2004. Buah Merah. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.

Santoso B, Murtiningrum, Sarungallo ZL. 2011. Morfologi buah selama tahap perkembangan buah merah (Pandanus conoideus). Jurnal Agritek. 2(6): 23-29.