Bincang Inspiratif: Apakah Indonesia Membutuhkan Batu Bara?

Diposting pada

Devisa yang didapat Indonesia dari produksi batu bara mencapai lebih dari 393 triliun rupiah setiap tahunnya. Batu bara juga menjadi salah satu bahan baku dalam pengadaan listrik untuk 48% penerangan di Indonesia. Namun, sudah puluhan jiwa meninggal akibat tenggelam di lubang bekas tambang batu bara. Selain itu, limbah B3 dari PLTU yang menggunakan batu bara terus mencemari lingkungan. Lantas, apakah batu bara patut dilestarikan di Indonesia? Apakah ada cara mencapai keseimbangan antara energi dengan lingkungan?

Poster Bincang Inspiratif
Poster Bincang Inspiratif

Mari berdiskusi dan temukan jawabannya di Bincang Inspiratif Energi dan Lingkungan dengan tema “Batu Bara sebagai Sumber Energi atau Sumber Kerusakan Lingkungan?”

Menghadirkan 3 pembicara:

  1. Sri Raharjo, M.Eng.Sc. (Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba KESDM RI)
  2. Maryati Abdullah (Koordinator Nasional PWYP Indonesia)
  3. Bondan Andriyanu (Climate and Energy Campaigner Greenpeace Indonesia)

Hari, tanggal: Senin, 22 April 2019
Waktu: 15.00 – 18.00 WIB
Tempat: Ruang Chevron Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Google Maps: https://maps.app.goo.gl/Y6mpEJsiKkSffWpn7

Untuk registrasi silakan kunjungi http://bit.ly/daftarBI3

Jangan lupa untuk mendaftar ya! Ada konsumsi untuk 50 orang pertama!

 

Ikuti terus kanal media sosial kami di:
FB : Rumah Kepemimpinan Jakarta
Twitter : @rkjakarta
IG : rkjakarta
Youtube : Rumah Kepemimpinan Jakarta

Bincang Inspiratif: Apakah Indonesia Membutuhkan Batu Bara?
Rating: 5 from 10 vote[s]