Bibir laut yang saat ini masih kita anggap wajar ternyata terus bergerak mengikis daratan. Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia pun mengalami hal ini. Penyebab utama dari hal ini adalah perubahan iklim dan pemanasan global. Perubahan iklim dan pamanasan global ini menyebabkan naiknya permukaan air laut akibat dari mencairnya es di kutub.

Hasil penelitian dari Teknik Geodesi Institut Teknologi Bandung menunjukan bahwa dalam tahun 2050 bibir laut Jakarta akan mencapai Monumen Nasional. Selain akibat dari naiknya permukaan air laut, turunnya permukaan lahan di Jakarta pun menjadi salah satu penyebab yang sangat penting. Turunnya permukaan lahan di Jakarta disebabkan dari pengambilan air tanah yang sangat masif dan beban tanah yang sudah sangat berat.

Silakan hitung berapa banyak jumlah gedung dan bangunan yang ada di Jakarta. Material bangunan yang ada di Jakarta lebih dari setengahnya berasal dari luar Jakarta, artinya di Jakarta terus mengalami penambahan beban yang diemban oleh tanah. Penambahan massa yang harus diemban oleh lahan Jakarta pun ditambah oleh tingkat urbanisasi ke ibu kota yang sangat tinggi.

Jakarta merupakan kota besar yang memiliki tingkat krisis air terparah di dunia. Krisis ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu krisis akibat kurangnya air pada suatu kawasan tertentu dan yang kedua krisis akibat melimpahnya air yang menyebabkan manusia tidak mengelolanya dengan baik sehingga bencana yang didapati oleh manusia. Fluktuasi debit air di Jakarta menjadi tolok ukur yang sangat realistis bagaimana Jakarta mengalami krisis air.

Jakarta

Krisis air bersih juga melanda Ibu Kota Indonesia. Kota-kota besar biasa memanfaatkan sumber air bersih dari daerah hulu, seperti Jakarta yang sangat tergantung wilayah Bogor dalam suplai air. Jakarta dalam memenuhi kebutuhan air bersih biasa membawa dari daerah luar jakarta atau dengan memanfaatkan air tanah yang disterilisasikan.

Solusi-solusi yang bisa diaplikasikan untuk menghadapi masalah di atas adalah:

  1. Menghemat air
  2. Menggunakan air yang sudah dipakai
  3. Jangan pernah mencemari dan merusak sumber mata air
  4. Simpan tetesan air hujan ke dalam tanah dengan sumur resapan atau media serupa
  5. Memanfaatkan semua potensi air bekas pakai yang ada
  6. Edukasi dan kampanye lingkungan

Bersyukurlah bagi kalian yang saat ini masih bisa menggunakan air bersih secara gratis karena Anda adalah manusia yang menggunakan satu persen air bersih yang tersedia di Bumi, tidak semua orang bisa menikmati air bersih.

Sumber: Redaksi Forester Act !