Manajemen hutan merupakan salah satu jurusan yang ada di bawah Fakultas Kehutanan. Karena hutan Indonesia yang masih sangat luas, yaitu lebih dari setengah dari luas daratan di Indonesia maka dari itu kebutuhan akan lulusan manajemen hutan masih sangat dibutuhkan.

Bukan hanya sektor kehutanan saja yang menjadi prospek kerja lulusan manajemen hutan ini, berkat kemampuan analisis, manajemen, pemetaan, dan kemampuan lainnya yang dimiliki lulusan manajemen hutan, lulusan manajemen hutan dapat bekerja di berbagai sektor.

Sampai saat ini pun masih sangat banyak perusahaan kehutanan yang membutuhkan lulusan manajemen hutan dengan gaji yang cukup menggiurkan.

1. Pengertian Manajemen Hutan

Manajemen Hutan

Manajemen hutan berdasarkan organisasi pangan dan pertanian dunia, FAO (Food and Agricultural Organization) adalah sebagai berikut

“Manajemen hutan adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan dan penggunaan hutan untuk memenuhi tujuan terintegrasi dari lingkungan, ekonomi, sosial dan budaya.”

Hal ini menyebabkan manajemen hutan berkaitan dengan aspek administratif, ekonomi, hukum, sosial, teknis, dan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan hutan alam maupun hutan tanaman.

2. Jurusan Manajemen Hutan di Indonesia

Jurusan Manajemen Hutan di Indonesia

Jurusan manajemen hutan cukup banyak tersebar di seluruh Indonesia. Mulai dari universitas terbaik bangsa sampai universitas terujung di Indoneisa, Papua memiliki jurusan ini.

Berikut adalah daftar universitas yang memiliki jurusan manajemen hutan yang dilengkapi dengan hasil akreditasi dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

No. Nama Universitas Nilai Akreditasi
1 Institut Pertanian Bogor (IPB) A
2 Universitas Gadjah Mada (UGM) A
3 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) B
4 Universitas Negeri Papua (Unipa) C
5 Universitas Palangkaraya (Unpar) C
6 Universitas Pattimura (Unpatti) C
7 Universitas Al Amin Muhammadiyah Sorong C
8 Universitas Lancang Kuning C
9 Universitas Muhammadiyah Palu C
10 Universitas Nuku, Maluku Utara C
11 Universitas Simalungun, Pematangsiantar C

 

3. Jurusan Manajemen Hutan Terbaik di Indonesia

Manajemen Hutan IPB

Jurusan manajemen hutan terbaik di Indonesia adalah jurusan manajemen hutan, Institut Pertanian Bogor, berdasarkan kriteria tenaga pendidik, lulusan, mobilisasi ke luar negeri, dan penelitian ilmiah.

Jurusan manajemen hutan IPB memiliki tenaga pendidik yang luar biasa, jumlah dosen berstatus profesor di jurusan ini saja paling banyak di antara jurusan yang sama di universitas yang lain. Selain itu, banyak tenaga pendidik di jurusan ini yang merupakan lulusan dari perguruan tinggi terbaik di Jerman, Jepang, Amerika Serikat, dan Perancis.

Berdasarkan lulusannya, lulusan manajemen hutan IPB dan UGM bersaing di berbagai sektor kehutanan, seperti sektor kementerian, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan kehutanan, dan lain-lain.

Mobilisasi dan penelitian ilmiah di Manajemen Hutan, Institut Pertanian Bogor pun cukup baik. Banyak mahasiswa dan tenaga pendidik yang mengikuti konferensi internasional di luar negeri untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan kehutanan di Indonesia.

Manajemen Hutan, IPB pun membuka program untuk pasca sarjana, yaitu program pasca-sarjana Ilmu Pengelolaan Hutan (IPH) yang telah banyak mencetak dosen-dosen dan staff ahli kehutanan di Indonesia.

4. Laboratorium di Jurusan Manajemen Hutan

Kegiatan Manajemen Hutan

Terdapat beberapa bagian laboratorium di jurusan manajemen hutan. Pembagian laboratorium ini biasanya dibagi menjadi empat bagian, yaitu Perencanaan Hutan, Pemanfaatan Hasil Hutan, Pengelolaan DAS dan Hidrologi Kehutanan, serta Sosial dan Ekonomi Kehutanan.

4.1 Perencanaan Hutan

Laboratorium perencanaan hutan membahas lebih spesifik mengenai perencanaan pengelolaan hutan dalam suatu unit manajemen. Mulai dari inventarisasi hutan, penataan batas areal kerja, penataan areal kerja, penggunaan SIG, penggunaan citra digital, pemodelan kehutanan, dan pemetaan.

4.2 Pemanfaatan Hasil Hutan

Pemanfaatan hasil hutan membahas lebih spesifik mengenai pemanfaatan hasil hutan kayu maupun non kayu, pembukaan wilayah hutan, operasional pemanenan hasil hutan, K3, ergonomi, pemanenan hutan, analisis biaya, dan lain sebagainya.

4.3 Pengelolaan DAS dan Hidrologi

Pengelolaan DAS dan hidrologi membahas lebih spesifik mengenai pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai sektor non-kehutanan, SWAT (Soil and Water Asessment Tool), neraca air, erosi dan sedimentasi, iklim, hubungan antara vegetasi dengan bencana hidrologi, dan lain sebagainya.

4.4 Sosial dan Ekonomi Kehutanan

Sosial dan ekonomi kehutanan seringkali juga disebut dengan laboratorium kebijakan kehutanan membahas mengenai konflik tenurial, analisis kelayakan usaha kehutanan, penilaian manfaat hutan, akuntansi kehutanan, kehutanan masyarakat, dan lain sebagainya.

5. Tantangan Lulusan Manajemen Hutan

Kebakaran di Kebun Kelapa Sawit via beritadaerah.co.id

Lulusan manajemen hutan mengemban tugas yang cukup berat karena harus melestarikan hutan Indonesia sekaligus memanfaatkanya.

Kondisi hutan yang terus berkurang akibat berbagai hal menjadi salah satu PR besar bagi lulusan jurusan ini. Mengapa tidak? Agar kondisi hutan tetap lestari seorang lulusan manajemen hutan harus dapat berkoordinasi dengan berbagai sektor yang tidak jarang menimbulkan konflik, sektor tersebut seperti sektor pertanian, pertambangan, tata ruang, transmigrasi, ekonomi, dan lain-lain.

Masalah internal sektor kehutanan pun sangat sulit untuk dihilangkan. Budaya KKN masih menjamur di sektor ini dan cukup sulit untuk dihapus. Hal ini menuntut lulusan manajemen hutan nantinya harus memiliki pendirian yang kuat, jujur, dan beretika profesi.

6. Prospek Pekerjaan Lulusan Manajemen Hutan

Pekerjaan Manajemen Hutan

Berbagai pekerjaan dapat dilakukan oleh lulusan jurusan ini. Secara umum sebenarnya tidak ada batasan seorang lulusan jurusan ini harus bekerja di sektor tertentu, namun berikut adalah pekerjaan yang cocok untuk lulusan jurusan ini.

6.1 Tenaga Pendidik Profesional

Seorang lulusan jurusan ini dapat menjadi tenaga pendidik di Universitas ataupun di Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan. Pekerjaan ini cukup memberikan kesejahteraan dan memang banyak dibutuhkan, terutama di universitas-universitas baru yang mengembangkan jurusan-jurusan yang berkatan dengan kehutanan.

6.2 SIG Analisis

Seorang lulusan manajemen hutan memiliki skill dalam hal Sistem Informasi Geografis (SIG) sehingga sangat cocok apabila bekerja sebagai SIG analisis. Pekerjaan ini misalnya adalah pemantauan tutupan lahan, pengukuran luas hutan, pemantauan titik hotspot kebakaran hutan, dan lain sebagainya.

6.3 Ahli Pemetaan

Perusahaan kehutanan dan berbagai sektor yang berkaitan dengan data spasial pastinya membutuhkan seorang ahli pemetaan. Lulusan manajemen hutan memiliki skill dalam hal ini dan sangat dapat bersaing dengan lulusan geografi.

6.4 Tenaga Ahli Sertifikasi Hutan

Sertifikasi hutan saat ini memang sangat diperhatikan, terutama untuk penjualan produk kehutanan ke pasar mancanegara. Maka dari itu dibutuhkan tenaga-tenaga ahli di bidang ini, biasanya seorang yang bekerja di sektor ini memiliki gaji yang cukup tinggi.

6.5 Lembaga Swadaya Masyarakat

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) berbasis kehutanan sangat banyak di Indonesia. Mulai dari LSM yang kecil sampai LSM yang cukup berpengaruh di Indonesia. Bekerja di sektor ini saat ini bukan hanya menjadi alternatif tapi sekarang telah menjadi pilihan yang cukup menjanjikan, sebut saja LSM Forest Watch Indonesia (FWI), WWF, dan WG Tenure.

6.6 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Bekerja sebagai pegawai negeri sipil di kementerian lingkungan hidup dan kehutanan menjadi pilihan aman. Jenjang karier yang jelas dan gaji yang cukup untuk kehidupan menyebabkan banyak lulusan jurusan ini menginginkan bekerja di KLHK.

6.7 Perusahaan Kehutanan

Perusahaan kehutanan saat ini meskipun sedang terseok-seok, namun tetap menjanjikan dengan gaji yang cukup tinggi. Namun berbagai pertimbangan harus dipikirkan matang-matang oleh lulusan manajemen hutan yang ingin bekerja di sektor ini.

6.8 Peneliti Ahli

Menjadi seorang peneliti juga merupakan salah satu pilihan yang baik. Lulusan jurusan ini dapat bekerja di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), bagian Litbang KLHK, bahkan dapat juga bekerja di lembaga penelitian kehutanan internasional Cifor (Center for International Forestry Research).

Pekerjaan lainnya secara lengkap yang dapat dilakukan oleh lulusan manajemen hutan dapat dilihat di artikel berikut

Baca juga: 22 Pilihan Pekerjaan/ Karier untuk Anda yang Bergelar Sarjana atau Vokasi Kehutanan

 

7. Mata Kuliah di Jurusan Manajemen Hutan

Mata Kuliah Manajemen Hutan

Mata kuliah di jurusan manajemen hutan di setiap universitas kadangkala tidak sama karena menyesuaikan dengan kondisi tenaga pendidik dan kebutuhan. Berikut adalah contoh daftar mata kuliah jurusan manajemen hutan beserta dengan keterangannya yang ada di Institut Pertanian Bogor (IPB).

7.1 Pengantar Ilmu Kehutanan dan Etika Lingkungan

Mata kuliah ini membahas ruang lingkup ilmu kehutanan, gambaran hutan-hutan di Indonesia, pembangunan kehutanan, kontribusi sumberdaya hutan dalam pembangunan nasional, isu-isu lingkungan nasional dan global.

7.2 Ilmu Ukur Tanah dan Pemetaan Wilayah

Pembahasan mata kuliah Ilmu Ukur Tanah dan Pemetaan Wilayah tentang pengetahuan dasar dan praktis mengenai pengukuran dan perpetaan, khususnya dalam kegiatan-kegiatan antara lain pembukaan wilayah hutan, pembuatan peta vegetasi, peta kegiatan lapangan/ kerja (tanaman, tebangan, dll), dan peta kontur.

7.3 Inventarisasi Sumberdaya Hutan

Mata kuliah ini membahas pengertian tentang pengetahuan dasar-dasar inventarisasi sumberdaya hutan dalam pengelolaan sumberdaya hutan, keterkaitan dengan ilmu-ilmu lain, sistem dan konversi satuan ukur, sumber dan macam kesalahan dalam inventarisasi sumberdaya hutan, jenis alat ukur dimensi pohon dan tegakan, cara/teknik dan pengertian/pemahaman tentang ketentuan pengukuran dimensi pohon, batang, dan tegakan serta penggunaannya (diameter pohon/batang, luas bidang dasar, tinggi dan panjang, umur, berat, volume, angka dan kusen bentuk serta biomassa), pengertian dan pemahaman cara penyusunan dan penggunaan tabel volume (standar ataupun lokal) dan tabel tegakan, pengertian populasi dan contoh dalam inventarisasi sumberdaya hutan, bentuk dan ukuran unit contoh, dasar-dasar teknik pengambilan/ pemilihan contoh, teknik pengambilan contoh secara sistematik serta prosedur analisis data.

7.4 Tenurial Kehutanan

Mata kuliah ini menyajikan materi tentang pengertian tanah, lahan, agraria, dan kawasan hutan. Selain itu juga terdapat materi landasan hukum penguasaan lahan di Indonesia, sejarah perkembangan penguasaan agraria/tenurial kehutanan, sistem hukum kehutanan, struktur alokasi dan penguasaan agraria/tenurial kehutanan, struktur penguasaan sumber daya hutan (SDH) dalam tinjauan sosial budaya, sumber-sumber hukum penguasaan agraria/tenurial kehutanan, administrasi tenurial kehutanan (kawasan hutan), konflik agraria/tenurial kehutanan dan penyelesaiannya, serta beberapa studi kasus.

7.5 Metode Penulisan Ilmiah

Mata kuliah ini diberikan agar mahasiswa dapat memahami dan sanggup untuk menulis karya tulis dengan baik dan benar. Secara spesifik mata kuliah ini membahas tentang hubungan antara penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, komponen-komponen dari kegiatan penelitian dalam bidang ilmu manajemen hutan, beragam pilihan metoda penelitian, teknik penyusunan proposal penelitian, teknik penyusunan karya ilmiah, dan etika ilmiah.

7.6 Manajemen Hutan

Mata kuliah ini membahas tentang konsep-konsep pengelolaan hutan berbasis ekosistem, perencanaan kehutanan dalam pengelolaan hutan berbasis ekosistem, perencanaan kehutanan dalam pengelolaan hutan berbasis ekosistem, penatagunaan hutan, pembentukan unit pengelola hutan, penetapan tujuan pengelolaan hutan, metoda pengaturan hasil, penetapan preskripsi pengelolaan hutan, serta monitoring dan evaluasi dalam pengelolaan hutan.

7.7 Geomatika dan Inderaja Kehutanan

Mata kuliah ini membahas tentang perkembangan dan aplikasi teknologi penginderaan jauh dan geomatika di bidang kehutanan khususnya yang terkait dengan penghimpunan data dan penurunan informasi yang dibutuhkan dalam pengelolaan hutan.

7.8 Perencanaan Hutan

Mata kuliah perencanaan hutan merupakan mata kuliah yang diperlukan mahasiswa kehutanan. Mata kuliah ini menjelaskan tentang perencanaan hutan pada tingkat unit manajemen.

7.9 Kebijakan dan Perundang-Undangan Kehutanan

Mata kuliah ini membahas tentang ruang lingkup kehutanan (pengertian, prinsip-prinsip dasar, dan permasalahan dalam pengelolaan kehutanan), pengertian tentang kebijakan dan proses dalam membuat membuat kebijakan, pengertian undang-undang, kaidah hukum dan sistem hukum kehutanan Indonesia, sistem pengurusan/administrasi kehutanan di Indonesia, implementasi kebijakan kehutanan Indonesia yang meliputi sejarah dan perkembangan kebijakan kehutanan Indonesia serta berbagai peraturan perundangan kehutanan, konvensi-konvensi internasional, serta permasalahan global bidang kehutanan dan lingkungan hidup.

7.10 Kehutanan Masyarakat

Mata kuliah ini membahas beragam bentuk interaksi manusia/masyarakat dengan beragam tipe hutan, beragam kemampuan adaptasi masyarakat dan dinamika interaksinya dengan SDH dan dengan stakeholder lain, kebijakan dan praktik pengembangan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan, serta skema-skema partisipasi masyarakat dan peran stakeholder lain menuju pengelolaan hutan yang lestari.

7.11 Ekonomi Pengurusan Hutan

Mata kuliah ini membahas perspektif ekonomi kehutanan, ekonomi pasar dan peran pemerintah di kehutanan, tinjauan pengelolaan hutan, ekonomi manajemen hutan, ekonomi manajemen hutan dengan manfaat majemuk, efisiensi ekonomi kebijakan kehutanan, serta perdagangan dan hubungan internasional kehutanan.

7.12 Pengusahaan Hutan

Mata kuliah ini membahas pemanfaatan hutan dalam suatu rangkaian kegiatan pengelolaan hutan dengan sub pokok bahasan: pilihan-pilihan pendekatan untuk meningkatkan efisiensi berdasarkan pertimbangan karakteristik teknis kehutanan, nilai tegakan, pertimbangan kelestarian produksi hasil hutan dan dampak sosial ekologisnya, skala usaha, pengendalian persediaan tegakan dalam konsep hutan normal (normal growing stock), administrasi kehutanan (dalam arti luas), serta kesehatan perusahaan berikut dengan metode-metode analisisnya.

7.13 Pengelolaan Hutan Rakyat

Mata kuliah ini memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pengertian hutan rakyat, bentuk-bentuk hutan rakyat, prinsip-prinsip pengelolaan hutan rakyat, prinsip-prinsip pengelolaan hutan rakyat, pengembangan hutan rakyat, dan pengusahaan hutan rakyat.

7.14 Pemanenan Hutan

Mata kuliah ini membahas peran dan fungsi pemanenan dalam pengelolaan hutan, sistem-sistem pemanenan hutan, tahapan dan teknik pemanenan, pengujian dan pengukuran kayu bulat, peralatan dan mesin, keselamatan kerja serta teknik mengurangi dampak lingkungan akibat pemanenan hutan (kayu maupun hasil hutan bukan kayu), serta tahapan pemanenan.

7.15 Pembukaan Wilayah Hutan (PWH)

Mata kuliah ini membahas peran dan fungsi pembukaan wilayah hutan dalam pengelolaan hutan, prinsip dasar penataan dan pembagian hutan, prinsip dasar dan tahapan perencanaan PWH, parameter penilaian PWH, metode pemilihan alternatif PWH, tanah sebagai dasar dan bahan bangunan, pembuatan jalan alternatif PWH, tanah sebagai dasar dan bahan bangunan, pembuatan jalan (kontruksi), pemeliharaan jalan, dan teknik pengurangan dampak PWH.

7.16 Hidrologi Hutan

Mata kuliah ini membahas perspektif sejarah hidrologi dan hidrologi hutan serta keterkaitannya dengan ilmu-ilmu lain, dasar-dasar hidrologi, proses siklus hidrologi, neraca energi dan neraca air, metode pengukuran dan pendugaan besaran komponen dalam siklus hidrologi dan neraca air, peran vegetasi hutan dan vegetasi sejenisnya terhadap siklus hidrologi dan ketersediaan air daerah aliran sungai, serta prinsip-prinsip pengelolaan DAS (banjir, serta hubungan antara vegetasi dan hasil air).

7.17 Pengelolaan DAS Terpadu

Mata kuliah ini membahas ekosistem hutan dalam suatu DAS sebagai unit ekosistem, zonase ekosistem hutan dalam suatu DAS, dasar-dasar pembagian fungsi hutan di satu DAS, evaluasi kemampuan lahan dan arahan fungsi lahan, ekosistem hutan, rehabilitasi hutan, pengenalan teknik rehabilitasi DAS dan manajemen lahan berbasis SIG (Sistem Informasi Geografis).

7.18 Biometrika Hutan

Mata kuliah Biometrika Hutan membahas berbagai materi dalam bidang ilmu kehutanan yang bersifat memberikan bekal alat analisis kuantitatif melalui pendekatan statistika dan pemodelan sistem untuk mengantarkan mahasiswa kehutanan memahami fenomena biologi hutan dan sistem pengelolaan hutan dan lingkungan.

Sebagai syarat dari mata kuliah ini mahasiswa wajib menguasai dasar-dasar statistika (sebaran, pendugaan parameter, dan pengujian hipotesis) dan matematika.

Sub bahasan mata kuliah ini adalah ruang lingkup biometrika hutan, pengertian tentang struktur data dan analisis yang sesuai, analisis hubungan untuk satu atau lebih banyak variabel, analisis untuk data cacah dan kategori, model pertumbuhan, teori sistem, tahapan analisis sistem, dinamika sistem, serta pemodelan spasial dan soft system methodology untuk pengelolaan hutan dan lingkungan.

7.19 Penilaian Hutan

Mata kuliah ini membahas beragam macam manfaat dari ekosistem hutan yang berwujud nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible), manfaat yang memiliki pasar dan tidak memiliki pasar, nilai ekonomi-ekologi setiap jenis hasil hutan berupa kayu maupun non kayu, penilaian (appraisal) menggunakan metode penilaian tertentu yang diperlukan untuk menguantifikasi nilai ekonomi-ekologi setiap macam manfaat tersebut, serta penilaian hutan sebagai keperluan dalam perencanaan kehutanan dan pengelolaan sumberdaya hutan.

7.20 Analisis Kebijakan Kehutanan

Mata kuliah ini membahas konsep kebijakan pengelolaan sumberdaya hutan, menjelaskan permasalahan pengelolaan sumberdaya hutan, serta memahami pilihan kebijakan yang optimal.

7.21 Operasi Pemanfaatan Hutan

Mata kuliah ini membahasi perencanaan pemanenan hutan sampai dengan operasionalisasi pelaksanaan pemanenan dalam pengelolaan hutan khususnya pemanenan hutan berupa kayu.

Cakupan materi kuliah ini adalah perencanaan petak tebang dan areal layak tebang, perhitungan rencana produksi tebangan, perencanaan detail jalan sarad dan TPn (tempat pengumpulan kayu), perencanaan tenaga kerja dan biaya pemanenan, perencanaan jadwak operasi pemanenan, risalah umum tentang peralatan dan mesin, pemilihan peralatan dan perhitungan jumlah kebutuhan peralatan dan mesin pemanenan, penjadwalan dan pengalokasian peralatan dan mesin pemanenan, serta metode kerja dan pengukuran kerja.

7.22 Analisis Biaya Pengelolaan Hutan

Mata kuliah ini membahas konsep-konsep optimasi dalam kegiatan pengelolaan hutan, menghitung biaya (tetap, variabel, dan produksi) baik pada pengelolaan hutan secara swakelola (IUPHHK-HA, IUPHHK-HT, dan industri perkayuan) maupun berdasarkan kontra, biaya produksi produk ganda dan bersama, produk utama dan ikutan (pemanfaatan limbah), memanfaatkan informasi biaya untuk analisis investasi dan pengendalian biaya operasi kegiatan pengelolaan hutan, serta dapat menganalisis dan memilih pola hubungan pemberi dan penerima kepercayaan (kemitraan) yang efisien dan efektif.

7.23 Ilmu Kerja Hutan

Mata kuliah ini menjelaskan tentang sistem manusia dan produksi dalam lingkup pekerjaan hutan yang komplek melalui aspek hubungan antara manusia-manusia, manusia-mesin, dan manusia-lingkungan kerja dalam perspektif anatomi, fisiologi, dan prikologi yang dijabarkan melalui aspek kapasitas kerja, pengukuran kerja, dan perlindungan K3.

Selain itu terdapat pula berbagai sumber bahaya dalam kegiatan kerja baik yang berasal dari lingkungan fisik-biologi-kimia, antrometri, postur kerja, penerapan prinsip ergonomi dalam desain alat pelindung diri dan mesin, manajemen K3, serta penerapan sosial responsibility-nya.

7.24 Teknik Inventarisasi Sumberdaya Hutan

Mata kuliah ini membahas tujuan dan ruang lingkup inventarisasi sumberdaya hutan (ISDH), macam-macam ISDH, jenis data yang dihimpun, keterkaitan dengan ilmu-ilmu lain, peranan potret udara dalam ISDH, perencanaan pelaksanaan ISDH, dasar-dasar penafsiran potret udara, pengukuran dimensi tegakan pada potret udara, penarikan contoh secara acak dan sistemik (resume), penarikan contoh dua tingkat (double sampling/two stage sampling), penarikan contoh dua pase (double sampling/list sampling), analisis data untuk contoh berukuran tidak sama (rasio estimate/regression analysis), inventarisasi sumberdaya hutan non kayu.

7.25 Dasar-Dasar Pemodelan Kehutanan dan Lanskap

Mata kuliah ini membahas hutan dan lansekap sebagai satu kesatuan pengelolaan yang berbasis ekosistem.

Lansekap merupakan mosaik dari inti hutan, tepi hutan, agroforestri, dan lahan tani yang menjadi satu kesatuan ekosistem.

Kehutanan era baru menempatkan para pemangku kepentingan (stakeholders) sebagai bagian penting dalam keseluruhan tata kelola hutan.

Mata kuliah ini memberikan pemahaman tentang dasar-dasar sistem, model, dan simulasi. Pemahaman tersebut kemudian diterapkan dalam memahami interaksi dinamis antara komponen-komponen kehutanan, yaitu sumberdaya hutan, teknik pengelolaan, aktor, kelembagaan dan tata kelola hutan.

Interaksi dikelola untuk menghasilkan pertumbuhan yang lestari dan berkeadilan (inclusive gree growth) dari hutan dan lansekap yang dapat berupa kayu, karbon, air, pangan, dan jasa lingkungan lainnya.

7.26 Analisis Investasi Kehutanan

Mata kuliah ini membahas konsep dan analisis investasi dalam sektor kehutanan, dalam bidang manajemen, industri dan konservasi sumberdaya hutan untuk pembangunan kehutanan secara keseluruhan.

Berbagai topik bahasan mencakup konsep pembangunan kehutanan terkait dengan investasi, konsep investasi jangka panjang dan jangka pendek, metode dan teknik analisis biaya dan manfaat dalam kelestarian sumberdaya hutan, teknik investasi secara syar’i, cash-flow analysis, kriteria investasi, analisis finansial, metode dan teknis analisis ekonomi. Analisis investasi pembangunan hutan, industri pengolahan hasil hutan dan investasi dalam kawasan konservasi.

7.27 Akuntansi Kehutanan

Mata kuliah ini menjelaskan akuntansi biaya di dalam perencanaan, evaluasi dan pengendalian biaya pengelolaan hutan dan industri pengelolaan hasil hutan, konsep dan standar akuntansi keuangan pengusahaan hutan di Indonesia, akuntansi manfaat atau aset intangible ekosistem hutan di dalam akuntansi keuangan pengusahaan hutan, dan integrasi manfaat intangible hutan/lingkungan di dalam perhitungan ekonomi kehutanan dan nasional atau PDB hijau.

7.28 Praktik Pengelolaan Hutan

Tujuan dari praktik pengelolaan hutan adalah mengenalkan mahasiswa tentang kondisi ekosistem hutan melalui kegiatan dari praktik manajemen hutan.

Sasaran dari praktik pengelolaan hutan adalah mahasiswa dapat meraih berbagai manfaat, yaitu keahlian profesi dalam pengelolaan hutan melalui penguatan dan pendalaman tentang konsep dan teori dengan mengamati informasi dan pengertian dari pelaksanaan teori dari unit pengelolaan hutan (Perum Perhutani, Taman Nasional, Industri Pengolahan Kayu, dan Industri Hutan Rakyat) dan mengembangkan kemampuan teknis melalui kerja lapang di lokasi praktik, serta mahasiswa mampu meriah dan membangun kepribadian, kerja sama, semangat kerja, dan terakhir adalah etika profesi.

7.29 Praktik Kerja Lapang

Tujuan dari praktik kerja lapang adalah mahasiswa dapat memperoleh kesempatan untuk melakukan kegiatan-kegiatan dari praktik kerja lapang, sehingga mahasiswa dapat meraih pengetahuan tentang keahlian profesi dalam pengelolaan hutan melalui penguatan dan pendalaman pengertian tentang konsep dan teori dengan pengamatan dari informasi dan pemahaman penerapan teori unit pengelolaan hutan dan pengembangan kemampuan teknis melalui kerja lapang di lokasi praktik, mahasiswa dapat mengembangkan keahlian dalam pembuatan keputusan dalam kegiatan pengelolaan hutan berdasarkan ilmu-ilmu pengelolaan hutan, seperti:

  • Identifikasi masalah
  • Formulasi masalah
  • Pengumpulan data
  • Analisis dan sintesis
  • Pembuatan keputusan

Selain itu mahasiswa dapat merasakan kehidupan dan situasi kerja dalam pengelolaan hutan di pengusahaan hutan, seperti IUPHHK-HA, IUPHHK-HT, PT Inhutani, Perum Perhutani, atau unit pengelolaan hutan lainnya.

Kehidupan dan situasi kerja yang diharapkan adalah:

  • Situasi kehidupan di hutan
  • Situasi kehidupan di hutan rakyat
  • Hubungan dengan penduduk di dalam dan sekitar hutan (penduduk lokal, pekerja lapang, dll)
  • Mahasiswa dapat meraih dan membangun kepribadian rimbawan sejati
  • Kerja sama
  • Semangat kerja dan etika profesi di lingkungan kehutanan dan kehidupan hutan

 

Sumber: Forester Act!