Yuk, Mengenal Kawasan Konservasi di Daerah Istimewa Yogyakarta!

Diposting pada

1. Flora

Jati (Tectona grandis), mahoni (Swietenia mahagoni), akasia, kayu putih (Melaleuca leucadendron), sono keling (Dalbergia latifolia), secang (Caesalpinia boducella), kayu manis (Cinnamomum zeylanicum), mindi (Melia azedarach), pulai (Alstonia scholaris), serut (Streblus asper), kepuh (Sterculia foetida), duwet (Syzigium cumini), dan pinus (Pinus merkusii).

2. Fauna

Jenis satwa yang dapat ditemui di kawasan ini di antaranya adalah dari famili aves (burung), mamalia, reptil, dan insekta. Kelimpahan masing-masing famili termasuk dalam kategori jarang sampai sedang, populasi terbanyak adalah dari famili aves dan insekta.

Jenis Aves tercatat 39 jenis (sumber BKSDA tahu 2009) di antaranya: cekakak sungai (Thodirhampus chloris), tekukur biasa (Streptopelia chinensis), burung cabe (Dicalum trochileum), gagak (Corvus enca), elang bido (Spilornis cheela), sikep madu asia (Pernis ptilorhynchus), bubut hutan (Centropus rectunguis), layang-layang (Nectaria jugularis), Srigunting (Dicrurus paradiseus), cekakak jawa (Halcyon cianoventris), terucuk (Pycnonotus goiaver), dan prenjak coklat (Prinia polychroa).

Amphibi yang ada yaitu katak (Rana sp.) Jenis mamalia yaitu bajing (Callosciurus notatus), musang luwak (Paradoxurus hermaphrodites).

 

2. Cagar Alam/ Taman Wisata Alam Gunung Gamping

Gunung Gamping

Luas: 1,108 Ha
Ditunjuk: SK Menhut No. 171/Kpts-II/1989 Tanggal 29 Juni 1989
Potensi objek wisata alam: Panorama alam Batu Gamping dan wisata budaya Upacara Bekakak

Kawasan yang luas totalnya 1,084 hektar ini berupa situs cagar budaya berupa Gunung Gamping dan area altar persembahan bekakak seluas 0,038 hektar sebagai kawasan cagar alam. Sisanya seluas 1,064 hektar yang berupa petak persawahan dan tanah kering sebagai kawasan TWA.

Gunung Gamping terletak di daerah bekas penambangan batu gamping yang terbentuk pada Zaman Eosin 50 juta tahun yang lalu. Gunung ini terdiri dari satu gundukan batu berwarna putih, putih kemerahan sampai abu-abu. Pada retakannya dijumpai gejala kristalisasi dari mineral kalsit.

Pada batu gamping ini banyak pula dijumpai fosil-fosil binatang laut yang sebagian berupa fragmen. Fosilnya berupa jenis Moluska, Koral, Bryozoa dan Feraminifora. Jenis batuan seperti ini hanya dijumpai di Ciletuh (Jawa Barat), Karangsembung, Jiwo, dan Gamping.

Cagar alam ini memiliki ciri khas sebagai sisa peninggalan batu gamping Zaman Eosin 50 juta tahun yang lalu dan berupa terumbu 40 karang, mengandung kapur (CaCO3) yang berkadar tinggi. Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Gamping sebenarnya hanya berupa petak persawahan dan tanah kering.

Potensi kawasan:

1. Flora

Beringin (Ficus sp.), Gayam (Nocarpus edulis), kepel (Stelecocharpus burahol), mundu (Garcinia dulcis), sawo kecik (Manilkara kauki/M. Achra), sawo bludru, rukem (Flacourtia indica), kemuning (Murraya paniculata), keben (Barringtonia asiatica), pulai (Alstonia scholaris), ketapang (Terminalia catappa), johar (Cassia siamea), wuni, kantil (Michelia champaca), kenanga (Canangium odoratum), kemiri (Aleurites moluccana), dan namnam (Niphelium sp.).