Virus: Pengertian, Sejarah, Ciri-Ciri, Klasifikasi, Bentuk, dan Cara Hidup

Diposting pada

7. Ukuran Virus

Ukuran virus lebih kecil daripada ukuran bakteri sehingga ketika dilakukan penyaringan melalui penyaring bakteri akan tetap lolos.

Ukuran terkecilnya berdiameter 20 nm, sedangkan yang terbesar berukuran 450 nm.

Dengan ukuran yang sekecil itu, ia tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop cahaya.

8. Cara Hidup Virus

Sebagai peralihan antara makhluk hidup dan tidak hidup, ia hanya dapat hidup dalam sel organisme tertentu yang mendukung ia untuk hidup.

Sel inang tempatnya hidup dapat berupa organisme monoseluler maupun multiseluler.

Ia dapat mengidentifikasi sel inang yang cocok untuk ditumpangi.

8.1 Bakteri sebagai Inang

Organisme monoseluler yang dapat diserang contohnya adalah bakteri.

Virus bakteri hidup dengan menginvasi sel bakteri sebagai tempatnya untuk mereplikasi diri, salah satu contohnya adalah bakteriofage yang menyerang Escherichia coli.

8.2 Organisme Eukariotik sebagai Inang

Parasit yang menyerang organisme eukariotik, seperti tumbuhan, hewan, dan manusia, biasanya hanya menyerang jaringan tertentu.

Virus tumbuh-tumbuhan yang sebagian besar membawa materi genetik berupa RNA masuk ke jaringan melalui luka pada tubuh tumbuhan atau melalui pergerakan aktif. Penyebaran penyakit tumbuhan biasa ditularkan melalui perantara oleh sebagian besar serangga.

Virus patogen pada hewan membawa materi genetik berupa DNA seperti pada virus yang menyerang manusia. Infeksi dari virus ini biasanya melalui fagositosis. Terdapat sebagian yang memiliki penyebaran sel inang luas, contohnya Avian influenza A yang dapat menyerang unggas juga manusia.

9. Perkembangbiakan Virus

Parasit ini dikatakan sebagai makhluk hidup karena memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri (reproduksi).

Proses ini tidak dapat dilakukannya seorang diri, tapi memerlukan inang hidup sebagai sel targetnya. Terdapat dua macam siklus reproduksi virus yaitu siklus litik dan siklus lisogenik.

Replikasi virus dilakukan dengan cara menyuntikkan materi genetik yang dikandungnya ke sel target. Sel target akan merespon dan menerjemahkannya untuk menghasilkan bagian tubuh yang baru.

Proses perbanyakan ini akan menyebabkan munculnya beragam penyakit dalam tubuh inang.

Perbedaan siklus litik dengan siklus lisogenik yaitu bagaimana cara parasit tersebut memperbanyak dirinya.

Melalui siklus litik, ia akan memperbanyak diri di dalam sel target dan memecahkan (lisis) sel target.

Sementara itu melalui siklus lisogenik, materi genetiknya akan menyatu dengan materi genetik sel target sehingga ketika sel target membelah diri, maka materi genetiknya akan membelah juga.

Tahapan replikasi virus melalui siklus litik terdiri dari fase absorbsi, fase penetrasi, fase sintesis, fase perakitan, dan fase lisis.

Sedangkan siklus lisogenik terdiri dari fase absorbsi, fase penetrasi, fase penyisipan, fase penggandaan, dan fase pemisahan.

Akhir dari siklus lisogenik dilanjutkan dengan siklus litik.

Bakteriofage digunakan sebagai objek untuk mempelajari siklus reproduksi parasit ini.

9.1 Siklus Litik

Siklus litik dilakukan sebagian besar oleh virus virulen dengan cara langsung mematikan sel target dari inang.

Tahapan replikasi virus berawal dari penempelan (absorbsi) pada bakteri menggunakan serat ekornya.

Selanjutnya ia akan mengeluarkan enzim tertentu untuk membuat lubang di dinding bakteri sehingga materi genetiknya akan masuk (penetrasi) ke dalam sel bakteri.

Materi genetiknya akan mengendalikan metabolisme bakteri untuk menghasilkan (sintesis) bagian tubuh yang baru.

Bagian tersebut akan melalui proses perakitan sehingga terbentuk banyak individu baru.

Ia akan memecah (lisis) dinding sel bakteri menggunakan enzim sehingga ia bisa keluar dari sel bakteri.

9.2 Siklus Lisogenik

Siklus lisogenik dilakukan sebagian besar virus temperat tanpa langsung mematikan sel target dari inang.

Materi genetik pada siklus ini akan mengalami penggabungan dengan materi genetik bakteri sehingga tidak melakukan proses litik karena tidak langsung memproduksi tubuh baru.

Profage, materi genetik yang menyatu namun tidak aktif akan ikut membelah seiring dengan pembelahan sel bakteri.

Ketika kondisi lingkungan mendukung, profage akan memisahkan diri dan membentuk individu baru yang dilanjutkan dengan siklus litik.

Virus: Pengertian, Sejarah, Ciri-Ciri, Klasifikasi, Bentuk, dan Cara Hidup
Rating: 5 from 26 vote[s]