Tsunami: Pengertian, Jenis, Dampak, dan Mitigasi

Diposting pada

4.1 Tsunami Lokal dan Tsunami Berjarak

Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 6/PRT/M/2009, berdasarkan karakteristiknya tsunami dibedakan menjadi tsunami lokal dan tsunami berjarak.

Tsunami lokal berhubungan dengan episentrum gempa di sekitar pantai sehingga waktu tempuh dari sumber kejadian sampai ke bibir pantai berkisar antara lima sampai tiga puluh menit. Biasanya dampak dari tsunami ini cukup besar karena kekuatan dari gelombang masih sangat terasa ketika sudah mencapai daratan.

Tsunami berjarak adalah jenis tsunami yang paling umum terjadi di pantai-pantai yang bertemu langsung dengan Samudera Pasifik. Jenis tsunami ini memiliki sumber penyebab yang jauh dari bibir pantai sehingga kekuatan gelombang yang dihasilkan tidak sebesar tsunami lokal. Waktu tempuh pada saat gempa sampai terjadinya tsunami di daratan berkisar antara 5.5 jam sampai 18 jam.

 

5. Penyebab Terjadi

Tsunami menurut PVBMG (2006), dapat terjadi dari gempa tektonik maupun vulkanik apabila memenuhi syarat berikut:

  1. Pusat gempa terjadi di dasar laut
  2. Kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km
  3. Magnitude lebih besar dari 6.0 Skala Richter
  4. Jenis patahan tergolong sesar naik atau sesar turun

Sedangkan menurut King (1972) dan Anhert (1996), faktor-faktor yang dapat menyebabkan tsunami adalah sebagai berikut:

  1. Ada retakan di dasar laut yang disertai dengan suatu gempa bumi. Retakan di sini maksudnya adalah suatu zona planar yang lemah yang melewati daerah kerak bumi.
  2. Ada tanah longsor, baik yang terjadi di bawah air atau yang berasal dari atas lautan yang kemudian menghujam ke dalam air.
  3. Ada aktivitas gunung berapi yang terletak di dekat pantai atau di bawah air yang sewaktu-waktu dapat terangkat atau tertekan seperti gerakan yang terjadi pada retakan.

Berbeda halnya dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (2010), menurut lembaga ini tsunami akan terjadi jika kekuatan gempa lebih dari 7.0 SR, lokasi pusat gempa di laut dengan kedalam kurang dari 70 km, serta terjadi deformasi vertikal dasar laut.

Gelombang tsunami paling sering disebabkan oleh gempa tektonik dangkal di perairan samudera pasifik.

 

6. Dampak

Perbandingan Keadaan Pra dan Pasca Tsunami

Bencana alam tsunami dapat menyebabkan kerusakan material maupun korban meninggal. Berikut adalah data kejadian tsunami beserta dampaknya yang dihimpun sejak tahun 1961 hingga 2005 (Diposaptono dan Budiman 2008).

TahunJumlah Korban TerlukaJumlah Korban MeninggalDaerah Bencana
196162NTT, Flores Tengah
1964479110Sumatera
1965tidak terdata71Maluku, Seram, dan Sanana
196710058Tinambung (Sulawesi Selatan)
1968tidak terdata392Tambo (Sulawesi Tenggara)
19699764Majene (Sulawesi Selatan)
1977tidak terdata316NTB dan Pulau Sumbawa
1977252NTT, Flores, dan Pulau Atauro
197920027NTB, Sumbawa, Bali, dan Lombok
198240013NTT, Larantuka
198710883NTT, Flores Timur, dan Pulau Pantar
1989tidak terdata7NTT dan Pulau Alor
199221261952NTT, Flores, dan Pulau Babi
199440038Banyuwangi, Jawa Timur
1996633Palu, Sulawesi Tenggara
1996tidak terdata107Pulau Biak (Irian Jaya)
1998tidak terdata34Tabuna Maliabu, Maluku
2000tidak terdata4Banggai, Sulawesi Tenggara
2004tidak terdatalebih dari 210 000NAD dan Sumatera Utara
2005tidak terdatatidak terdataPulau Nias
2006tidak terdata668Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta
2007tidak terdatatidak terdataBengkulu dan Sumatera Barat