Terumbu Karang: Pengertian, Jenis, Sebaran, dan Masalah

Diposting pada

4. Flora dan Fauna

Terumbu karang merupakan habitat dari flora dan fauna bahari yang membentuk sebuah interaksi. Interaksi membentuk suatu rantai makanan yang akan menjadi jaring makanan. Rantai makanan dimulai dari pembuatan makanan oleh fitoplankton, rumput laut, dan zooxanthellae hingga dimakannya ikan herbivora oleh ikan karnivora.

Flora yang ada di ekosistem ini meliputi fitoplankton, rumput laut, dan alga yang seluruhnya memiliki sifat autotroph atau dapat membuat makananya sendiri. Flora terumbu karang berperan sebagai produsen dalam jaring makanan.

Keadaan flora ini dipengaruhi oleh kejernihan air, arus, salinitas, dan suhu. Faktor tersebut dapat mengurangi jumlah cahaya yang masuk sehingga menghambat pembuatan energi.

Fauna yang ada di ekosistem ini meliputi karang itu sendiri. Karang terdiri dari ribuan polip yang tergabung dalam satu koloni. Karang menjadi dasar kehidupan bagi fauna bahari lain meliputi filum cnidaria yang terdiri dari hydroid, ubur-ubur dan anthozoa; Krustasea yang terdiri dari udang, teritip, lobser, dan kepiting; Mollusca yaiut teripang; dan Echinodermata yaitu bintang laut.

Tempat Tinggal Ikan-ikan (pixabay.com)
Tempat Tinggal Ikan-ikan (pixabay.com)

Ekosistem ini juga menjadi habitat bagi ikan-ikan karena ekosistem ini adalah tempat yang cocok untuk menempelnya telur ikan dan larva-larva ikan. Ikan-ikan tersebut akan berkembangbiak di sekitar karang dan akan menjadi mangsa bagi ikan predator lainnya.

Interaksi tersebut akhirnya menciptakan rantai makanan di ekosistem ini.

5. Sebaran Terumbu Karang di Dunia

Persebaran karang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu suhu perairan, cahaya matahari, salinitas, sedimentasi, kualitas perairan, arus/ sirkulasi air laut, dan substrat. Faktor tersebut menunjukan bahwa perbedaan letak geografis mempengaruhi perbedaan jenis karang.

Pada daerah tropik, persebaran karang hermaptik lebih besar dibandingkan dengan wilayah sub-tropik karena  pada daerah tropik disinari cahaya secara terus menerus sebagai kebutuhan bagi zooxanthellae.

Persebaran karang dunia dibagi menjadi tiga daerah besar yaitu Laut Karibia, Samudra Hindia, dan Samudra Pasifik.

Pada daerah Laut Karibia, persebaran karang hanya ada di beberapa titik walaupun perairannya dangkal. Pesebaran tersebut hanya dari tenggara pantai Amerika sampai barat laut pantai Amerika Selatan.

Terumbu Karang Atol di Australia (pixabay.com)
Terumbu Karang Atol di Australia (pixabay.com)

Terbatasnya persebaran karang di Laut Karibia disebabkan oleh pengaruh suhu yang dingin yang berasal dari Samudra Atlantik.

Selain suhu, sedimentasi yang berasal dari dua sungai besar yaitu Sungai Orinoco dan Sungai Amazon juga membatasi persebaran karang di Laut Karibia. Maka dari itu jumlah terumbu karang yang ada di Laut Karibia hanya terdiri dari 20 marga dan 32 jenis terumbu karang.

Daerah Samudra Hindia memiliki letak persebaran terumbu karang dari pantai timur Afrika hingga Samudra Hindia selatan. Persebarannya pada Samudra Hindia kurang begitu banyak karena pada daerah ini memiliki salinitas yang eksterem yaitu 46 0/00  pada teluk Persia dan 26 0/00 untuk Samudra Hindia selatan.

Selain itu, kondisi cuaca yang ekstem mempengaruhi daerah yang menghadap Samudra Hindia secara langsung sehingga daerah tersebut dihempas ombak yang cukup besar pada garis pantainya. Hal tersebut menunjukan kondisi wilayah tersebut sangat menghambat pertumbuhan ekosistem ini.

Persebaran karang pada Samudra pasifik lebih baik dibandingkan dengan persebaran ekosistem ini di kedua wilayah tersebut. Wilayah Samudra Pasifik meliputi Laut Cina Selatan hingga pantai barat Australia Barat.

Wilayah ini sangat cocok untuk ditumbuhi terumbu karang karena terdapat jalur arlindo yang membawa larva serta nutrisi untuk mendukung pertumbuhannya sehingga kondisi habitat baik dan keanekaragamannya tinggi.

Sebagai contoh marga acropora pada laut karibia hanya 3 jenis sementara pada Samudra Pasifik terdiri dari sekitar 80 jenis. Sebagian Kepulauan indonesia berada dalam Kawasan Samudra pasifik sehingga kondisi karangnya beragam.