Tanaman Kopi sebagai Pendukung Konservasi Tanah dan Nilai Tambah Ekonomi di Hulu Sungai Brantas

Diposting pada

Tanaman kopi adalah tanaman yang sudah lama ditanam di wilayah Indonesia pada Zaman Penjajahan Belanda.

Tanaman kopi ini terdiri dari tiga jenis yakni Kopi Arabica, Kopi Robusta, dan Kopi Liberika.

Kopi dari Indonesia juga mampu bersaing di pasar global.

Indonesia mampu menduduki posisi ke empat di dunia sebagai negara pengekspor kopi.

Kopi ini sangat banyak manfaatnya, selain dapat dinikmati sebagai minuman ternyata tanaman kopi juga membantu untuk menjaga ekosistem lingkungan.

Perkebunan kopi adalah tempat di mana kopi itu ditanam sampai dipanen.

Jika dikelola dengan baik, perkebunan kopi dapat dijadikan tempat untuk membagikan pengalaman baru tentang kopi untuk orang lain.

Tanaman Kopi sebagai Pendukung Konservasi Tanah di Hulu Sungai Brantas

Tanaman kopi merupakan tanaman yang memiliki tajuk yang cukup lebar serta memiliki daun yang rapat.

Tanaman kopi mampu menahan dan mengintersepsi air hujan yang ada di bagian hulu sungai.

Tanaman kopi mampu menahan air hujan berarti mampu mengurangi aliran permukaan tanah yang biasanya membawa partikel tanah.

Terbawanya partikel tanah dari suatu tempat ke tempat lain biasa disebut dengan erosi tanah.

Kota Batu adalah hulu dari Sungai Brantas yang melewati 14 kabupaten/ kota di Jawa Timur untuk menuju hilirnya yang berada di Surabaya.

Ketika daerah hulu tidak ada yang mengintersepsi air hujan maka akan terjadi pendangkalan bagian hilir.

Oleh karena ini ditanamlah tanaman kopi di bagian hulu Sungai Brantas untuk mengurangi erosi yang terjadi di Sungai Brantas.

Tanaman kopi juga akan memperbaiki struktur tanah karena daun kering yang jatuh ke permukaan tanah akan menambah unsur hara di dalam tanah.

Tanaman Kopi Sebagai Nilai Tambah Ekonomi di Bidang Pertanian dan Pariwisata di Kota Batu

Tanaman kopi sudah dikenal oleh masyarakat indonesia sejak Era Penjajahan Belanda.

Tak heran bahwa jenis dan tata cara penanaman kopi di Indonesia mengikuti sistem yang sudah dipergunakan oleh Belanda.

Tidak dipungkiri lagi bahwa kopi adalah komoditi bernilai tinggi karena di semua negara pasti ada penikmat kopi.

Selain itu, banyaknya penikmat kopi juga dikarenakan manfaat kopi yang sangat bagus untuk menambah semangat dalam bekerja.

Hal ini tentunya membuat industri kopi bergerak dengan cepat sehingga menggerakkan semua bidang mulai dari hulu yaitu petani sebagai penyedia bahan baku sampai bagian hilir yang siap disajikan.

Pada zaman sekarang, petani yang memegang berjalan atau tidaknya suatu sistem industri pangan karena petani sebagai penyedia bahan baku awal.

Oleh karena itu, jika petani memiliki kemampuan untuk memasarkan produk maka petani tersebut akan sejahtera.

Kampung Kopi Aroma Apel
Kampung Kopi Aroma Apel

Kopi juga bisa memberi nilai tambah di bidang pariwisata, salah satunya adalah program edukasi kopi mulai hulu sampai hilir yang sudah kami gagas.

Para pengujung diberi informasi mulai dari cara pembibitan sampai cara menikmati kopi.

Pastinya untuk menikmati secangkir kopi perlu proses yang sangat panjang mulai dari menanam, merawat, memanen, pengelolaan kopi pasca panen, penyeduhan, dan sampailah bagaimana cara menikmati kopi tersebut.

Kegiatan seperti ini sangat menarik.

Selain mengenalkan produk, kegiatan ini juga memberi pengalaman dan pemahaman terhadap pengunjung bahwa manfaat kopi sangat banyak.

Editor:
Mega Dinda Larasati