Taman Nasional Lorentz, Taman Nasional Terbesar di Asia Tenggara

Diposting pada

3. Sejarah Taman Nasional Lorentz

Wilayah ini dikukuhkan pada tahun 1997 dan berubah statusnya menjadi Taman Nasional Lorentz.

Sejarah kawasan ini berawal dari ekspedisi yang dipimpin Dr. H.A. Lorentz pada tahun 1909 dan ditetapkan sebagai Monumen Alam Lorentz tahun 1919 pada masa pemerintahan Belanda.

Pemerintah Indonesia menetapkan wilayah tersebut sebagai Cagar Alam seluas 2.150.000 ha dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 44/Kpts/Um/I/1978 pada tanggal 25 Januari 1978.

Taman Nasional Lorentz secara resmi ditetapkan dengan luas 2.505.600 ha pada tanggal 19 Maret 1997.

Namun luas tersebut dikurangi sekitar 150.000 ha untuk ijin eksplorasi minyak dan gas yang dimiliki oleh Conoco.

Kawasan Lorentz ditetapkan sebagai situs warisan dunia pada tanggal 12 Desember 1999 dengan luas 2.350.000 ha berdasarkan Surat WHG/74/409.1/NI/CS.

4. Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem

Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman Hayati

Taman Nasional Lorentz merupakan taman nasional yang masih terjaga keasrian dan keaslian ekosistemnya.

Wilayah seluas 2,4 juta ha ini memiliki 34 tipe vegetasi, antara lain

  • hutan rawa,
  • hutan tepi sungai,
  • hutan sagu,
  • hutan gambut,
  • hutan hujan lahan datar,
  • hutan kerangas,
  • hutan pantai pasir karang,
  • hutan hujan bukit,
  • hutan pegunungan,
  • padang rumput, serta
  • lumut kerak.

Sebagai kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi, Taman Nasional Lorentz masih belum terjamah manusia sehingga fasilitas dan sarana untuk pengunjung masih sangat terbatas.

Di samping itu, masih terdapat objek wisata yang masih belum diidentifikasi dan dikembangkan oleh pengelola setempat.

4.1 Keanekaragaman Flora dan Ekosistem

Keanekaragaman flora Taman Nasional Lorentz sangat tinggi mulai dari tipe vegetasi alpin beriklim salju hingga tumbuhan lahan basah wilayah dataran rendah.

Jenis flora di zona pegunungan, alpin, dan sub-alpin menunjukkan endemisme yang tinggi di gunung Trikora dan sebagian gunung Jaya Wijaya.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada tahun 1990 mengkategorikan bahwa wilayah ini termasuk salah satu pusat keanekaragaman flora di Indonesia.

Keanekaragaman flora di Taman Nasional Lorentz dibagi menjadi lima zonasi menurut ketinggian, yaitu zona dataran rendah, zona pegunungan, zona sub-alpin, zona alpin, dan zona nival.

Masing masing zona dibagi menjadi beberapa subzona berdasarkan fisiografis, perubahan fisionomi, dan floristik.

Proses identifikasi akan terus berlanjut seiring dengan pembangunan fasilitas pendukung kawasan pariwisata.

Jenis flora di taman nasional ini sangat beragam, antara lain bakau (Rhizopora apiculata), nipah (Nypa fruticans), Colocasia esculenta, Podocarpus pilgeri, Pandanus julianettii, Avicennia marina, dan Nauclea coadunata.

Sub-zona rawa pasang surut didominasi oleh rawa hutan bakau dan nipah yang dipengaruhi oleh pasang surut perairan di sepanjang aliran sungai.

Tumbuhan kantung karnivora (Nephantes spp.) juga ditemukan di sub-zona ketinggian teras terpotong pada ketinggian 100 hingga 650 mdpl.

Tumbuhan pakis lebih banyak ditemukan di sub-zona pegunungan bawah serta hidup berdampingan dengan tumbuhan dari genus Castanopsis, Lithocarpus, Sloanea, dan Cryptocarya.

Pada ketinggian 600 hingga 2.300 mdpl, pohon peneduh yang tumbuh banyak berasal dari famili Fagaceae, Lauraceae, Cunioneaceae, Elaeocarpaceae, dan Myrtaceae.

Tumbuhan bawah yang terdapat pada wilayah ini meliputi Astronia, Symlocos, Drymis, Pittospermum, Garcinia, Polyosomo, Sericolea, Prunus, dan Araliaceae.

Hutan konifer yang tumbuh pada ketinggian 2.400 mdpl terdiri dari genus Podocarpus, Darycarpus, Papuacerdus, Phyllocladus, dan Arocaria.

Zona alpin yang berada di ketinggian 4.170 hingga 4.585 mdpl memiliki vegetasi yang meliputi komunitas yang tumbuh di atas semak tinggi.

Bentuk vegetasi ini berupa padang rumput, kerangas, dan tundra.

Rumput yang mendominasi adalah jenis Agrostis reinwardtii, Deyeeuxia brassi, Anthoxantium angustum, Monostachya oreoboloides, dan Poa callosa.

Vegetasi yang tumbuh pada ketinggian 4.230 sampai 4.600 mdpl didominasi oleh lumut dan herba karena adanya lelehan es secara terus menerus selama 30 tahun terakhir.

Taman Nasional Lorentz, Taman Nasional Terbesar di Asia Tenggara
Rating: 4.7 from 60 vote[s]