Taman Nasional Komodo: Sejarah, Zonasi, Biodiversitas, dan Destinasi Wisata Komodo

Diposting pada

5.1 Flora

Tipe-tipe vegetasi yang terdapat di Taman Nasional Komodo adalah sebagai berikut (Usboko 2009):

5.1.1 Hutan hujan

Hutan hujan terdapat pada daerah pegunungan dengan ketinggian di atas 500 mdpl. Jenis vegetasi yang khas yang dapat dijumpai di daerah ini antara lain rotan (Callamus sp.) dan bambu (Bambusa sp.).

5.1.2 Hutan Tropis Musim

Hutan Tropis Musim terdapat di daerah-daerah di bawah ketinggian 500 mdpl. Jenis pohon khas yang dapat dijumpai pada daerah ini antara lain adalah asam (Tamarindus indica), kepuh/wool (Sterculia foetida).

5.1.3 Savana

Savana terdapat pada daerah dengan ketinggian 0 hingga 400 mdpl, diperkirakan 70% dari kawasan Taman Nasional Komodo merupakan padang rumput savana dengan tegakan khas lontar (Borassus flabellifer) dan bidara (Zizyphus jujuba).

Selain itu terdapat beberapa jenis rumput yang terdapat di padang savana, seperti Setaria adhaerens, Chloris barbata, dan Heteropogon concortus.

5.1.4 Hutan Bakau

Hutan bakau terdapat di teluk yang terlindungi dengan jenis vegetasi antara lain Rhizophora sp, Rhizophora mucronata, Lumnitzera racemosa sebagai jenis yang dominan. Selain itu terdapat pula api-api (Avicennia marina), Bruguiera sp, Capparis seplari, Cerips tagal dan Sonneratia alba.

Sedangkan tipe-tipe vegetasi hutan di Indonesia dapat dilihat di artikel ini: Jenis Ekosistem Hutan Indonesia.

5.2 Fauna

Taman Nasional Komodo tidak hanya merupakan habitat dari spesies komodo, namun taman nasional ini juga merupakan habitat dari berbagai jenis reptil, mamalia, dan burung lainnya. Sebagian besar fauna yang terdapat di Taman Nasional Komodo ini merupakan perpaduan antara satwa Asia dan Australia. Hal ini disebabkan karena Taman Nasional Komodo terletak di kawasan Wallacea Indonesia yang terbentuk dari pertemuan lempeng dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia.

Mamalia yang terdapat di kawasan Taman Nasional Komodo ini antara lain anjing hutan (Cuon alpinus), babi hutan (Sus scrofa), kuda liar (Equus caballus), kerbau liar (Bubalus bubalis), dan musang (Paradoxurus hermaphroditus).

Selain itu, ada juga monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang hanya terdapat di Pulau Rinca. Rusa (Cervus timorensis) juga merupakan mamalia yang dapat ditemui di kawasan taman nasional ini terutama di wilayah Gunung Tumbuh dan Doro Ora sampai Loh Dasami.

Terdapat beberapa jenis burung di kawasan Taman Nasional Komodo di antaranya burung gosong (Megapodius reinwardt), kak jambul kuning (Cacatua sulphurea), elang ikan (Pandion heliatus), elang tutul (Falco moluccensis), perkutut (Geopelia streptriata), tekukur (Streptopelia chinensis), pergam hijau (Ducula aenea), Philemon buceroides, burung raja udang (Halcyon chloris), dan burung kacamata laut (Zosterops chloris).

Diantara beberapa jenis burung tersebut terdapat jenis burung yang terancam punah di Pulau Rinca, seperti elang ikan (Pandion heliatus), elang tutul (Falco moluccensis), dan burung gosong (Megapodius reinwardt).

Jenis burung lain yang menarik perhatian adalah ayam hutan (Gallus varius) yang tersebar hampir di seluruh Pulau Rinca mulai dari daerah pesisir sampai ke wilayah pegunungan (TNK 2000 dalam Chrismiawati 2008).

Selain komodo, terdapat pula beberapa jenis reptil yang dapat ditemui di Taman Nasional Komodo seperti ular kobra (Naja naja), uras russel (Viperia russeli), ular pohon hijau (Trimeresurus albolabris), dan lain sebagainya.

Sebagian besar kawasan Taman Nasional Komodo berupa kawasan perairan sehingga selain hewan darat terdapat pula biota laut yang beranekaragam.

Setidaknya terdapat 253 spesies karang pembentuk terumbu yang ditemukan di sana dengan sekitar 1.000 spesies ikan. Keindahan terumbu ini merupakan salah satu faktor yang membuat wisatawan domestik maupun mancanegara datang berkunjung ke Taman Nasional Komodo ini.

 

6. Komodo (Varanus komodoensis)

Komodo (Varanus komodoensis)

6.1 Taksonomi

KriteriaKeterangan
KingdomAnimalia
PhylumChordata
ClassReptilia
SubclassDiapsita
OrdoSquamata
Sub – ordoSauria (Lacertilia)
Infra – ordoAutarchoglossa
FamilyVaranidae
GenusVaranus
SpeciesVaranus komodoensis Ouwens


6.2 Habitat

Komodo (Varanus komodoensis) merupakan reptil endemik yang sangat cocok/nyaman tinggal di savana yaitu padang rumput dengan pohon yang jarang. Hal tersebut membuat Taman Nasional Komodo yang terdiri dari 70% savana sangat cocok menjadi habitat satwa liar ini.

Vegetasi yang sering dijumpai di kawasan savana adalah jenis Setaria adhaerens, Chloris barbata, Heteropogon concortus, Borassus flabellifer, dan Zizyphus jujuba.

Menurut Mochtar (1992) dalam Fahruddin (1998), habitat komodo rata-rata memiliki suhu 230C – 400C dengan kelembaban 45% – 75%. Habitat komodo juga biasanya terdapat pada tempat dengan ketinggian 0-600 mdpl dengan rata-rata sudut kemiringan topografi 100 – 400.

 

6.3 Makanan

Komodo (Varanus komodoensis) merupakan hewan karnivora atau pemakan daging sehingga untuk mendapatkan makanannya, komodo harus melakukan perburuan. Komodo dewasa biasanya berburu babi hutan, kerbau, rusa, dan lain sebagainya.

Anakan komodo biasanya berburu hewan yang lebih kecil seperti ular, tikus, dan kadal kecil. Air liur yang dimiliki komodo sangat membantu dalam melumpuhkan mangsanya saat berburu. Hal ini disebabkan karena air liur komodo mengandung banyak jaringan bakteri dan kelenjar racun. Kandungan racun ini yang dapat menghambat bahkan mencegah pembekuan darah secara normal.

Komodo juga dikenal sebagai hewan kanibal karena dalam keadaan tertentu komodo juga dapat memangsa komodo lainnya. Sifat kanibal yang dimiliki komodo ini membuat komodo melakukan adaptasi untuk mempertahankan hidupnya seperti memiliki kemampuan memanjat pohon dan berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya.

Namun kemampuan tersebut hanya dimiliki oleh komodo pada waktu kecil (anakan). Oleh karena itu, anakan komodo lebih banyak menghabiskan waktunya di dekat pohon-pohon untuk menghindari komodo lainnya yang lebih besar atau menghindari  predator lainnya.

 

6.4 Status Kelangkaan

Komodo (Varanus komodoensis) dianggap reptil purba yang masih bertahan hidup hingga saat ini sangat dilindungi baik secara nasional maupun internasional.  Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999, komodo masuk ke dalam daftar satwa yang dilindungi. Sedangkan berdasarkan IUCN, komodo dianggap sebagai jenis yang berstatus Vurnerable dan masuk ke dalam Appendix I CITES.

 

7. Destinasi Wisata di Taman Nasional Komodo

Pulau Komodo Tampak dari Atas

Selain komodo, yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang mengunjungi Taman Nasional Komodo adalah keindahan bentang alam kawasan taman nasional ini baik di daratan maupun di perairan.