Taman Nasional Komodo: Sejarah, Zonasi, Biodiversitas, dan Destinasi Wisata Komodo

Diposting pada

4.2 Zona Rimba

Zona rimba merupakan zona pada daratan yang di dalamnya tidak boleh dilakukan kegiatan seperti pada zona inti kecuali kegiatan wisata alam terbatas. Zona Rimba pada kawasan Taman Nasional Komodo memiliki luas 66.921,08 Ha.

4.3 Zona Bahari

Zona bahari merupakan daerah yang terdapat di wilayah perairan dari garis pantai sampai 500 m ke arah luar dari garis isodepth dan 20 m sekeliling batas karang dan pulau, kecuali pada zona pemanfaatan tradisional bahari. Pada zona ini tidak boleh dilakukan kegiatan seperti pada zona inti (pegambilan hasil laut), kecuali kegiatan wisata alam terbatas. Zona bahari yang terdapat di Taman Nasional Komodo memiliki luas 36.308 Ha.

4.4 Zona Pemanfaatan Wisata Daratan

Zona pemanfaatan wisata daratan merupakan zona yang terdapat di daratan. Kegiatan yang dapat dilakukan di zona ini sama seperti kegiatan pada zona inti dan zona rimba serta untuk pengembangan sarana dan prasarana kegiatan pariwisata alam dan rekreasi terestrial. Zona pemanfaatan wisata daratan pada Taman Nasional Komodo memiliki luas 824 Ha.

4.5 Zona Pemanfaatan Wisata Bahari

Zona pemanfaatan wisata bahari merupakan zona yang terdapat di bagian perairan laut yang kegiatannya dapat berupa kegiatan pada zona inti dan zona rimba serta untuk pengembangan sarana dan prasarana untuk kegiatan pariwisata alam dan rekreasi bahari. Zona pemanfaatan wisata bahari di Taman Nasional Komodo memiliki luas 1.584 Ha.

4.6 Zona Pemanfaatan Tradisional Daratan

Zona pemanfaatan tradisional daratan merupakan zona yang diperuntukkan bagi masyarakat asli di kawasan Taman Nasional Komodo dengan izin hak khusus pemanfaatan oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo. Zona ini dimanfatkan masyarakat asli untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka pada bagian daratan. Zona pemanfaatan tradisional daratan pada Taman Nasional Komodo memiliki luas 879 Ha.

4.7 Zona Pemanfaatan Tradisional Bahari

Zona pemanfaatan tradisional bahari merupakan zona yang diperuntukan bagi masyarakat asli di kawasan Taman Nasional Komodo dengan izin hak khusus pemanfaatan oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo. Zona ini dimanfatkan masyarakat asli untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka pada bagian perairan laut. Pemanfaatan atau pengambilan hasil laut oleh masyarakat asli dilakukan dengan menggunakan alat-alat ramah lingkungan, seperti jaring, pancing, dan lain sebagainya. Zona pemanfaatan tradisional bahari pada Taman Nasional Komodo memiliki luas 17.308 Ha.

4.8 Zona Pemukiman Tradisional Masyarakat

Zona pemukiman tradisional masyarakat merupakan zona yang berfungsi sebagai tempat bermukim masyarakat asli setempat dengan peraturan tertentu. Peraturan tersebut merupakan hasil kerjasama dari Balai Taman Nasional Komodo dengan pemerintah daerah setempat. Zona ini memiliki luas 298 Ha.

4.9 Zona Khusus Pelagis

Zona khusus pelagis merupakan zona yang mengizinkan masyarakat melakukan penangkapan ikan dan pengambilan hasil laut lainnya yang tidak dilindungi. Pemanfaatan hasil laut ini dilakukan dengan menggunakan alat-alat ramah lingkungan, seperti pancing, huhate, bagan, paying, jarring, dan lain sebagainya. Pada zona ini juga dapat dilakukan aktivitas rekreasi maupun olahraga. Zona khusus pelagis di Taman Nasional Komodo memiliki luas 59.601 Ha.

Lebih rinci mengenai zonasi taman nasional dapat dilihat di sini.

 

5. Biodiversitas Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo bukan hanya tempat perlindungan komodo dan habitatnya, namun masih banyak satwa lain yang memiliki habitat di kawasan taman nasional ini. Selain satwa/fauna, keanekaragaman flora juga ada di Taman Nasional Komodo ini.