Taman Nasional Kerinci Seblat: Luas, Sejarah, dan Wisata Alam

Diposting pada

4.1 Satwa dan Tumbuhan Endemik

Badak Sumatera

Satwa endemik yang terdapat di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat antara lain:

Nama LokalNama Ilmiah
Badak SumateraDicerorhinus sumatrensis
TapirTapirus indicus
Harimau SumateraPanthera tigris sumatrensis
Gajah SumateraElephas maximus sumatranus
Kambing HutanCapricornis sumatrensis
Kelinci SumateraNesolagus metschen
Kuau Kerdil Sumatera/KarauPolyplectron chalcurum
Celepuk KerinciOtus stresemanni

 

Taman Nasional Kerinci Seblat juga menjadi habitat tumbuh-tumbuhan endemik yang di antaranya adalah:

Nama LokalNama Ilmiah
Pinus Strain KerinciPinus merkusii strain kerinci
Kayu PacetHarpullia arborea
Bunga RafflesiaRafflesia arnoldii
MersawaAnisoptera sp.
Bunga BangkaiAmorphophallus titanium

 

5. Masyarakat Sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat

Masyarakat Sekitar Hutan

Masyarakat sekitar kawasan umumnya terdiri atas masyarakat dari suku Minangkabau, suku Kerinci, Suku Komering, Suku Rejang, Suku Kubu, Suku Siak, dan suku-suku yang berasal dari program transmigrasi, seperti suku Jawa dan Sunda. Setiap suku memiliki ciri khas dan keunikan budaya tersendiri, seperti adat-istiadat, tarian tradisional, kesenian, makanan, bahasa, rumah adat, dan pakaian adat. Terdapat hutan yang dikelola oleh masyarakat setempat, yaitu hutan adat Temedak dan hutan adat Muara Air Dua/Hiang.

Pesta Adat Kenduri Seko

Daerah pemukiman (enclave) yang berada di lembah antara pegunungan Bukit Barisan dengan Gunung Kerinci sebelah utara serta Danau Kerinci (5 000 ha) di sebelah selatan, merupakan wilayah dalam kabupaten Kerinci dan terdapat dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Di wilayah tersebut sering dilakukan pesta adat Kenduri Seko, yaitu pesta terbesar yang dilakukan sebagai pencerminan keberhasilan daerah dalam pembangunan sekaligus menjadi media pertemuan antara pemuka adat serta masyarakat di dalam dan di luar pemukiman tersebut.

Terdapat kepercayaan dalam masyarakat bahwa di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat ada suatu makhluk yang memiliki ciri-ciri pemalu, berjalan tegak, tidak berekor, dan penuh dengan misteri lainnya, makhluk ini sering disebut sebagai “Orang Pendek” dan “Sigung” sebagai penguasa hutan.

Mayoritas masyarakat bermukim di Lembah Kerinci yang terpusat pada kota Pasar Sungai Penuh. Tata guna lahan pertanian dalam bentuk persawahan berada di lembah bagian tengah; ladang dan perkebunan berada di sisi-sisi lembah.

 

6. Wisata Alam di Taman Nasional Kerinci Seblat

Taman nasional di Indonesia selalu menyimpan keindahan alam yang luar biasa sehingga sangat cocok untuk dijadikan destinasi wisata alam, sama halnya dengan Taman Nasional Kerinci Seblat. Berikut adalah destinasi wisata alam yang bisa kita jelajahi.

6.1 Gunung Kerinci

Gunung Kerinci

Pendakian menuju puncak Kerinci diawali dari desa Kersik Tua yang berada di kawasan perkebunan teh dengan lahan seluas 60 km2 yang lokasinya sekitar 43 km dari Sungai penuh. Lama pendakian mencapai 2 hari dan harus melewati medan yang cukup berat sehingga dalam pendakian harus ditemani oleh seorang pemandu yang bisa ditemukan di Sungaipenuh atau Kersik Tua.

Meskipun pendaki berjumlah lebih dari tiga orang, para pendaki harus tetap ditemani oleh seorang pemandu. Apabila Anda ingin memakai jasa pengangkut barang atau porter, anda hanya perlu menyiapkan uang sebesar 50.000 per hari.

6.2 Danau Kerinci

Danau Kerinci

Danau Kerinci berada di kaki Gunung Raja pada ketinggian 2 543 mdpl atau terletak di sebelah selatan Sungai Penuh sejauh 20 km. Di sekitar danau merupakan hutan yang sangat disenangi oleh beberapa jenis burung. Di desa-desa sekitar Danau Kerinci banyak ditemui batu berukir megalitikum yang berumur ribuan tahun yang lalu. Keberadaan peninggalan sejarah ini memberikan tanda bahwa pada zaman dahulu daerah sekitar Danau Kerinci dimukim oleh masyarakat.

Di antara batu berukir tersebut Batu Gong merupakan batu yang paling terkenal dan dijadikan monumen yang letaknya di Desa Muak, 25 km dari Sungai Penuh. Batu Gong ini diperkirakan diukir oleh manusia pada 2 000 tahun yang lalu. Benda peninggalan lainnya yang terdapat di sekitar Danau Kerinci adalah tetabuhan (genderang) yang merupakan tanda dari adanya zaman besi dan tembaga.