Taman Nasional Bali Barat: Letak, Luas, Sejarah, Biodiversitas, dan Wisata Alam

Diposting pada
  1. Setiap pengunjung yang memasuki kawasan Taman Nasional Bali Barat harus membayar tiket masuk dan asuransi kecelakaan.
  2. Pengunjung domestic yang ingin melakukan penelitian atau kegiatan lain yang sejenis perlu mendapat izin dengan cara mengajukan permohonan tertulis kepada Pimpinan atau Pengelola Taman Nasional Bali Barat dan melampirkan proposal penelitian.
  3. Pengunjung asing yang ingin melakukan kegiatan survei, penelitian, atau kegiatan lain yang sejenis harus memiliki izin penelitian dengan cara mengajukan permohonan tertulis kepada Direktorat Jenderal Perlindungan dan Konservasi Alam, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
  4. Disarankan untuk mengunjungi Wisma Cinta Alam dan/ atau Pusat Informasi Taman Nasional guna mendapatkan gambaran mengenai Taman Nasional Bali Barat, baik berupa potensi maupun keadaan umum kawasan dalam bentu gambar, tulisan, peta, foto, peraturan, dan fasilitas yang ada.
  5. Pengunjung yang membutuhkan tour guide dapat menghubungi Balai Taman Nasional Bali Barat.
  6. Para pengunjung kawasan karang dan perairan di kawasan TN Bali Barat memiliki kewajiban untuk:
    1. Mengikuti tata tertib yang disediakan oleh pihak taman nasional untuk menjamin terciptanya perlindungan maksimum bagi terumbu-terumbu karang di kawasan Taman Laut Nasional, dan menjamin keselamatan serta keamanan para pengunjung
    2. Mengikuti saran maupun perintah awak perahu dan pemandu atau petugas yang ada di perahu
  7. Para pengunjung kawasan karang dan perairan tidak diiizinkan untuk:
    1. Menangkap, memerangkap, menjaring, memindahkan, mengeluarkan dari air, atau memegangnya dengan kasar, atau merusak, atau membunuh apa saja yang hidup di laut.
    2. Merusak, mengubah, memindahkan, atau mengeluarkan dari air obyek atau bentuk alami apa saja.
    3. Duduk, berdiri, atau istirahat di karang-karang hidup pada terumbu karang, kecuali dalam keadaan yang mengancam kehidupan pengunjung.
    4. Membuang atau memasukan sampah atau benda apa saja ke dalam laut yang termasuk wilayah kawasan laut yang dilindungi.
    5. Berlabuh atau mendarat di pantai di mana saja selain di tempat-tempat yang telah disediakan untuk berlabuh dan mendarat.
  8. Pengunjung atau wisatawan yang ingin melakukan snorkeling atau menyelam dapat menyewa peralatan yang disewakan oleh pihak pengelola di Labuan Lalang.
  9. Pengunjung dapat menggunakan fasilitas berupa Pondok Wisata di Labuan Lalang, Menara Pengamatan di Banyuwedang dan Sumberrejo, Perahu Motor, Shelter, dan MCK di Teluk Terima dan Labuan Lalang, dan bagi pengunjung yang ingin menginap disarankan di Labuan Lalang.

10. Akses Menuju Kawasan Taman Nasional Bali Barat

Pelabuhan di Bali

Taman Nasional Bali Barat dapat dicapai melalui akses-akases berikut:

  1. Jalur Utara, melalui jalan raya Gilimanuk – Singaraja sepanjang pantai Utara Pulau Batik
  2. Jalur Selatan, melalui jalan raya Gilimanuk – Denpasar
  3. Melalui Jalan Raya Gilimanuk-Cekik-Negara (43,3 km) atau jalan raya Cekik-Seririt-Singaraja (85 km)
  4. Jalan dari Surabaya – Banyuwangi – Ketapang, Pulau Jawa menyebrangi Selat Bali ke Gilimanuk, Pulau Bali menggunakan kapal penyebrangan feri, ditempuh selama 30 menit. Kapal ini beroperasi setiap jam selama 24 jam. Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan bus ke Cekik (pintu gerbang kawasan dengan jarak 200 km).
  5. Jalur udara, menuju pelabuhan udara Ngurah Rai di Denpasar dilanjutkan melalui jalur Selatan menuju Cekik dengan menggunakan bus, ditempuh selama 3 jam. Penerbangan menuju Pulau Bali selalu ada setiap hari baik dari Jakarta atau Surabaya (Indonesia), Singapura, mauoun Perth dan Sidney di Australia, penerbangan dari Los Angeles dan Honolulu menuju Bali hanya ada tiga kali dalam seminggu.
  6. Dari Kuta menuju Terminal Ubung menggunakan taksi, dilanjutkan menuju Gilimanuk sekitar 3 jam, kemudian menuju Kantor Taman Nasional.
  7. Dari Gilimanuk menuju Labuan Lalang, kemudian menyewa perahu motor menuju Pulau Menjangan selama 30-40 menit.

11. Fasilitas dan Transportasi

Fasilitas yang ada di Balai Taman Nasional Bali Barat, antara lain

  • Kantor (3 buah),
  • Rumah Dinas (11 unit),
  • Pondok Kerja (17 buah),
  • Pondok/ Pos Jaga (18 buah),
  • Guesthouse (2 buah),
  • Gudang (3 buah),
  • Asrama/ Mess (2 buah),
  • Stasiun lapangan (2 buah),
  • Garasi (3 buah),
  • Kendaraan Roda Empat (7 unit),
  • Kendaraan Roda Dua (10 unit),
  • Speedboat (3 buah),
  • Perahu motor (7 buah),
  • Telefon (1 buah),
  • RIG (5 buah),
  • HT (29 buah), dan
  • Sound System (1 set).

Fasilitas lainnya yang ada di kawasan ini adalah Pusat Informasi, Pondok Wisata, Rumah Makan, Menara Pengamatan, Perahu Motor, Shelter, MCK, Jalan Setapak, Peralatan Selam, Radio Komunikasi, Restoran, Wisma Cinta Alam, Tempat Berkemah, dan Penangkaran Jalak Bali.

Fasilitas penunjang lain yang ada di TN Bali Barat adalah dua paket wisata, trekking dan menyelam. Trekking dilakukan dengan menyusuri jalan setapak dengan berkeliling selama 3-4 jam. Sepanjang perjalanan pengunjung dapat melihat Jalak Bali, Lutung, Kijang, Monyet Ekor Panjang, dan Ayam Hutan. Menyelam dilakukan di Teluk Menjangan dan pengunjung dapat melihat terumbu karang yang masih alami.

Di daerah Gilimanuk dapat dijumpai beberapa penginapan, di antaranya Pondok Asih, Pondok Gili Sari, Pondok Kartika Candra, dan Pondok Nusantara II. Selain itu, terdapat pula biro pariwisata alam, seperti PT. Trimbawan Swastama Sejati dan PT. Shorea Barito Wisata.